Menikah Karena Dijual

Menikah Karena Dijual
MKD-Episode 34


__ADS_3

Elthan terbangun dari tidurnya, wajahnya mengeluarkan keringat sementara detak jantungnya berdegup sangat kencang.


"Ternyata cuman mimpi" gumam Elthan seraya menarik napas panjang, ia merasakan seseorang mengelus kepalanya hingga ia mendongak dan menatap Nova sedang menatapnya dengan tatapan khawatir.


"Kamu mimpi buruk ? Memangnya mimpi apa ? Kamu bisa cerita sama aku !" Tanya Nova meraih tangan Elthan.


Elthan mengubah posisi menjadi duduk, ia menggelengkan kepalanya sambil terus menatap Nova.


"Berbagilah padaku apa yang kamu alami ! Bukankah kamu bilang kalau aku adalah kekasihmu ?" Ucap Nova lagi saat melihat Elthan menggelengkan kepalanya.


Elthan menghela napas panjang, rasanya sangat sulit baginya untuk bercerita karena itu akan membuka kembali kenangan masa lalu nya.


"Saat umurku berusia 12 tahun, aku kehilangan kedua orang tuanya dan juga adikku yang umurnya lebih mudah dari ku dua tahun, mereka di serang oleh sekelompok mafia saat mereka dalam perjalanan pulang kerumah" jelas Elthan tanpa sadar telah menyebut nama Mafia.


"Apakah mafia itu benar-benar ada ?" Tanya Nova membuat Elthan menarik pangkal hidungnya karena gemas.


"Dengarkan aku dulu sayang ! Katanya tadi kamu menyuruhku cerita"

__ADS_1


Nova nyengir menampakkan barisan gigi rapihnya.


"Selain Yosi sebenarnya aku juga memiliki seorang adik perempuan lagi, usianya hanya terpaut dua tahun dariku. Setelah sekelompok Mafia itu berhasil membunuh kedua orang tuaku, mereka memperkosa adikku secara bergantian" suara Elthan terdengar serak, dan saat Nova melihat wajahnya ternyata pria itu sudah menangis. Nova juga melihat kobaran api kemarahan disana.


"Mereka mengantar adikku pulang setelah melakukan aksi bejat itu, setelah itu aku melihat adikku sering menangis setiap malam. Adikku menderita dan kesakitan, dan malam itu di depan mataku sendiri aku menyaksikan adikku mengakhiri hidupnya sendiri, sebagai seorang Kakak hidupku hancur, namun aku tak bisa melakukan apa-apa"


Punggung Elthan bergetar, membuat Nova terus mengelus nya dengan gerakan lembut. Ia juga merasa sakit saat mendengar cerita kekasihnya itu.


"Lalu bagaimana kabar Mafia itu ? Apa mereka masih mengejar keluargamu ?" Tanya Nova penasaran.


"Tentu saja tidak, karena para Mafia italia berhasil mengalahkan mereka dan membuat mereka tidak berani menggangu lagi" jawab Elthan sambil menyeringai, Tidak tahu saja oleh Nova kalau kekasihnya itu adalah seorang Mafia.


"Mereka beneran ada sayang, hanya saja identitas mereka di sembunyikan"


Nova menganggukan kepalanya berulang kali, benar juga apa yang di katakan Elthan.


"Aku jadi takut, bagaimana kalau aku ketemu sama mereka ?"

__ADS_1


"Tidak akan sayang, selama ada aku di sisi mu, kamu akan baik-baik saja"


Nova tersenyum, pria di sampingnya ini begitu berbeda, Elthan selalu melindunginya berbeda dengan Ardan dulu yang selalu menyakiti Nova bahkan berniat membunuhnya.


"Apa kamu tidak mimpi buruk lagi ?" tanya Ardan mengingat kalau Nova selalu mimpi buruk karena kejadian waktu itu.


"Sebenarnya mimpi burukku bukan hanya tentang kejadian waktu itu, tapi juga tentang mantan suami ku"


"Kenapa ? apa pria di masa lalu mu terlalu menakutkan ?"


Setitik air mata membasahi pipi mulus Nova, kenangan pahit itu kembali terlintas di kepalanya saat Ardan terus menyiksanya.


"Dia begitu menakutkan, setiap hari dia menyakiti hatiku dan fisikku"


"Kenapa kamu mau menikah dengan nya ?"


"Aku menikah dengannya karena di jual oleh Ayah ku sendiri"

__ADS_1


"Apa ?". pekik Elthan kaget, ia memang tidak mengetahui prihal ini, ia pikir Nova menikah dengan Ardan karena rasa cinta. seketika rahang pria itu mengeras dengan kedua tangan mengepal kuat.


__ADS_2