Menikah Karena Dijual

Menikah Karena Dijual
MKD-Episode 30


__ADS_3

Keesokan paginya, Nova pergi berbelanja untuk membeli beberapa gaun yang akan ia pakai menemani Elthan nanti, sebuah butik terkenal menjadi pilihan Elthan saat itu, disana Nova mencoba beberapa gaun sementara Elthan menunggu di luar sambil duduk di sofa.


Nova keluar untuk melihatkan gaun yang ia pakai pada Elthan, pria itu mendongak untuk melihat penampilan Nova saat ini. Bahkan Nova sampai memutar tubuhnya namun Elthan menatap tanpa ekspresi.


"Ganti" pinta Elthan, ia tidak suka gaun yang di pakai Nova karena terlalu terbuka bagian dadanya.


Nova menarik napas panjang, dan terus terjadi sampai akhirnya Nova menemukan gaun yang tepat dan langsung di sukai oleh Elthan.


"Ayo pulang" ajak Nova setelah menerima paper bag yang di berikan oleh karyawan butik tersebut.


Elthan mengangguk sebagai jawaban, kedua nya pun langsung pulang untuk bersiap-siap menuju pesta.


********


Sementara itu di tempat lain, Gian menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah kecil. Ia keluar saat ke empat anak buahnya sudah berdiri di depan mobil, salah satu dari mereka membukakan pintu mobil untuk Gian.


Gian melangkah memasuki rumah itu, ia masuk sendiri karena keempat anak buahnya menunggu di luar. Gian menuju sebuah pintu dimana ada dua orang yang berjaga disana.


Kedua pria itu membungkuk saat melihat kedatangan Gian.


"Bos" sapa mereka.

__ADS_1


Gian mengangguk, dan kedua pria itu membukakan pintu ruangan.


Gian memasuki ruangan remang-remang itu, dimana seorang pria yang hanya memakai celana sedang tergantung di langit-langit. Gian menyeringai saat melihat bagian dada pria itu penuh dengan luka dan darah.


Saat melihat kehadiran Gian, pria itu langsung tertawa walau harus menahan perih karena bibirnya luka " kenapa dia tidak datang ? Apa dia takut ?" Tanyanya dengan penuh keberanian.


Kembali Gian menyeringai saat melihat keberanian pada pria itu "seharusnya kamu bersyukur karena tuan Elthan tidak datang, karena Kalau dia datang kamu sudah tidak bisa bernapas sekarang" jawab Gian sambil menendang pria itu.


"Aku disini untuk mengajukan beberapa pertanyaan, jika kamu menjawabnya dengan jujur maka kematian akan menjauhimu, tapi jika sebaliknya bersiaplah untuk tersiksa" Gian menoleh ke arah anak buahnya dan memberi isyarat agar memberinya kursi, tak berapa lama salah satu anak buah Gian datang sambil membawa sebuah kursi.


Gian duduk di kursi tersebut agak jauh dari pria yang menggantung di langit-langit itu.


"Aku tidak akan menjawab satu pun pertanyaan mu" balas pria menggantung itu, suara nya bergetar karena ia tahu bagaimana kemampuan Gian, mafia manapun tau siapa Gian Govani.


Pria itu menyeringai dan kemudian tertawa "wanita sialan itu, apa Elthan berhasil menjadikan nya kekasih ?" Jawabnya sambil tersenyum menatap lurus ke arah Gian, namun saat melihat tatapan tajam Gian, pria itu langsung memudarkan senyumnya.


"Lepaskan talinya !" Perintah Gian pada anak buahnya. Dengan cepat anak buah Gian melepaskan talinya, membuat pria menggantung itu terjatuh di lantai, pria itu meringis kesakitan.


Gian berdiri dan berjalan mendekati pria itu "Jadi kamu benar-benar tidak akan menjawab pertanyaan ku ?" Tanya Gian dengan seringai menakutkan di wajahnya, pria itu hanya menatap Gian dengan tatapan datar.


Salah satu anak buah Gian, memberikan sebuah kotak pada Gian membuat seringai di wajah pria itu melebar "Saatnya bermain" gumam Gian sambil membuka kotak itu yang ternyata isinya adalah sebuah pisau yang cukup tajam.

__ADS_1


"Kau lihat ini, tajam sekali seperti lidah Feza" ucap Gian sambil menyentuh ujung pisau itu, namun sesaat kemudian ia membeku setelah menyadari apa yang ia katakan barusan. Bahkan dalam keadaan seperti ini ia masih saja mengatakan nama Feza.


Gian meletakkan ujung pisau itu di dada pria di hadapannya, membuat sayatan yang besar di bagian dadanya. Pria itu menjerit kesakitan.


"Pegang dia !" Pinta Gian, dan kedua anak buahnya langsung memegangi tangan pria itu.


"Ini baru permulaan" ucap Gian menyeringai. "Ambilkan aku sebungkus garam !" Pintanya pada anak buahnya.


Mata pria itu menutup dan mulutnya terus mengeluarkan teriakan kesakitan, saat Gian menggosokkan garam ke bagian dadanya yang terluka.


Gian tertawa puas "apa kau sudah puas sekarang ?"


"Tertawa lah sepuas yang kamu mau, karena sebentar lagi Tuan Elthan pasti akan membantaimu, karena wanita yang sangat ia cintai akan di culik" balas pria itu.


"Apakah menurutmu menculik Nova akan mudah ? " Tanya Gian tertawa geli "kamu lupa kalau dia kekasihnya tuan Elthan ?"


Pria itu tertawa "wanita itu pasti akan di culik"


"Cepat katakan siapa yang menyuruhmu ?" Kali ini Gian bertanya dengan serius.


"Anda tidak akan mendapatkan informasi apapun dari saya"

__ADS_1


Gian berdiri dan menatap anak buahnya "suntik dia agar tidak bisa bergerak, dan terus gosokkan garam ini kebagian dada nya yang luka" perintah Gian, setelah itu Gian pergi untuk menghubungi seseorang.


__ADS_2