
"Ingat hal ini !, Kita akan membunuh bukan di bunuh" ucap Elthan mengintruksikan para anak buahnya.
"Siap bos" teriak seluruh pria yang berjumlah 50 orang, mereka semua berdiri di hadapan Elthan dengan kedua tangan berada di belakang tubuh mereka.
"Kita tidak membutuhkan orang sebanyak ini" sahut Logan memutar matanya.
"Ini sudah mendingan karena mereka hanya berjumlah 50 orang, dari pada tadi mereka berjumlah 5000 orang" balas Elthan sambil menatap ke arah Hugo yang sedang tersenyum malu.
"Jangan ada satu orang pun yang tersisa malam ini !" Teriak Elthan dengan suara begitu keras.
"Siap bos" para anak buahnya kembali menjawab dengan tegas.
Mereka semua berangkat menuju suatu tempat, setiba disana mereka melihat ada dua orang pria yang berjaga di luar gerbang.
"Ayo masuk !" Pinta Gian yang lebih dulu keluar dari mobil, pria itu bersama yang lainnya mendekati dua pria yang berjaga tadi dan langsung menggorok lehernya tanpa ampun.
Kedua pria itu terjatuh dengan darah membanjiri tubuh mereka. Elthan melangkah masuk bersama Logan dan Gian sementara Hugo berjalan di belakang mereka bersama yang lainnya.
Saat akan memasuki rumah itu, mereka di hadang oleh sekelompok pria berpakaian hitam. Dengan cepat Elthan bersama yang lainnya menembak para pria berpakaian hitam itu sampai habis tak tersisa.
"Ayo masuk ke dalam !". Ucap Elthan setelah berhasil mengalahkan para pria berpakaian hitam itu, Gian melangkah maju untuk mendobrak pintu utama.
Setelah pintu terbuka Elthan melihat ke sisi kiri dan kanannya, untuk memastikan tidak ada musuh berbahaya.
"Aku akan naik ke atas, Hugo dan 10 orang ikut aku. Yang lain berpencar disini kalau kalian menemukan seseorang bawa mereka kesini !" Pinta Elthan sambil berjalan menaiki tangga bersama Hugo yang berjalan di belakangnya.
Setelah mencapai lantai dua, kembali Elthan melihat kiri dan kanan nya, di sana ada begitu banyak ruangan membuat Elthan langsung membuka pintu yang berada di dekatnya. Ruangan itu kosong, tidak ada siapa-siapa disana. Hingga akhirnya Elthan dan Hugo memutuskan membuka pintu yang lainnya, tapi tetap saja mereka tidak menemukan apapun. Ketika pintu terakhir di buka mata Elthan menatap ruangan itu, memeriksa setiap sudut namun tetap tidak ada yang ia temukan. Tapi saat akan berjalan keluar tiba-tiba ada gerakan yang begitu cepat membuat Elthan terkejut.
Elthan menatap Hugo, Pria itu mengangguk dan berjalan menuju tempat tidur. Saat melihat apa yang terjadi disana kedua mata Hugo terbelalak dengan mulut terbuka.
"Ada apa disana ?" Tanya Elthan. Ia pun berjalan mendekati Hugo dan melihat seorang gadis remaja sedang duduk di belakang tempat tidur dengan tangan nya berada di atas lutut. Elthan melihat dengan jelas lengan gadis itu memar dan kakinya berwarna kebiruan. Sementara rambut panjangnya menutupi wajahnya.
"Berdiri !" Pinta Elthan dan gadis itu menurut.
"Siapa namamu ?" Tanya Elthan lagi, tapi gadis itu tak menjawab ia terus menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Hei, dia bertanya padamu" ucap Hugo dengan suara tegas.
"Nama ku Nora" akhirnya gadis itu menjawab dengan sangat singkat.
"Apa yang kau lakukan disini ?" Kembali Elthan mengajukan pertanyaan.
"Saya seorang tahanan disini" Jawab Nora membuat Elthan dan Hugo saling pandang.
"Ayo ikut !" Pinta Elthan membuat Nora berjalan mengikutinya keluar kamar, begitupun dengan Hugo.
"Apa ada orang lain lagi di rumah ini" tanya Elthan pada Nora saat mereka menuruni anak tangga.
"Aku tidak tahu"
Setelah menuruni anak tangga Elthan melihat beberapa anak buahnya berkumpul disana bersama dua orang wanita yang sedang menggendong anak, kedua wanita itu tampak ketakutan.
"Bos kami tidak menemukan apapun di rumah ini, kecuali para pria berpakaian hitam dan kami sudah membunuh mereka" jelas salah satu anak buah Elthan.
Elthan mengangguk, hingga matanya menatap dua balita yang berada di gendong dua wanita itu. Mereka tampak tidur dengan nyenyak.
"Saya memasak di rumah ini"
"Saya yang bekerja disini tuan, dan ini adalah anak-anak saya, tolong selamat kan kami tuan !" Ucap wanita yang umurnya sudah sedikit tua.
"Apa kalian punya rumah ?" Tanya Elthan lagi, namun kedua wanita itu menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Kalau begitu ikutlah dengan kami !"
"T-tapi tuan"
"Kalian tidak punya pilihan lain" Elthan berlalu dari hadapan kedua wanita itu dan berjalan keluar rumah. "Bawa mereka pulang !" Pintanya pada Hugo dan anak buahnya.
"Baik bos" ucap Hugo dan langsung membawa para wanita itu pergi.
Sekarang tinggallah Elthan, Logan dan Gian serta 10 anak buah nya, karena Hugo dan yang lainnya sudah pulang untuk membawa ketiga wanita tadi. Mereka menatap rumah megah itu dari luar.
__ADS_1
"Bakar tempat ini !" Ucap Elthan dan berlalu pergi bersama Logan dan Gian.
*********
Setelah kembali kerumah Elthan melihat keadaan rumah sudah sepi, itu berarti semua orang sudah tertidur. Ia menoleh kebelakang untuk melihat Gian namun ternyata pria itu belum masuk kerumah.
Elthan menghela napas kasar kemudian menuju kamar tamu untuk mandi dan berganti pakaian. Ia tidak langsung menuju kamarnya karena ia yakin kalau Nova ada disana dan Elthan tidak mau wanita itu melihatnya berlumuran darah seperti ini.
Setelah mandi dan berganti pakaian, Elthan langsung menuju kamarnya. Saat pintu terbuka mata Elthan langsung melihat Nova sedang duduk di atas kasur sambil membaca sesuatu.
"Kau belum tidur ?" Tanya Elthan.
Nova kaget dan menarik napas panjang, ia pun menatap ke arah Elthan "Belum, tadi aku habis mengecek beberapa pekerjaan tapi karena aku bosan jadi aku membaca novel" Jawabnya sambil tersenyum namun senyuman itu tak bertahan lama karena sekarang ia tampak cemberut "Dimana kamu mandi dan berganti pakaian ?"
"Di kamar tamu" jawab Elthan dan berjalan menuju tempat tidur, kemudian duduk tepat di sebelah Nova.
"Kenapa disana ?"
"Karena aku tidak ingin mengganggu tidurmu"
"Inikan kamarmu, jadi seharusnya kamu bangunkan aku tadi !"
Elthan tersenyum, dulu ia sangat menginginkan hal ini. Melihat Nova di kamarnya. Entah kebaikan apa yang ia lakukan sehingga doanya langsung terkabul.
"Sudah malam sebaiknya kamu tidur" ucap Elthan
"Ok, aku akan pergi ke kamarku !"
"Disini saja, aku akan tidur di sofa"
"Tapi..."
Cup.
Elthan langsung mencium bibir Nova membuat wanita itu langsung terdiam seketika.
__ADS_1
"Tidurlah !" Ujar Elthan tersenyum, ia pun berdiri dan menuju sofa.