Menikah Karena Dijual

Menikah Karena Dijual
MKD~Episode 42


__ADS_3

"Kamu melakukannya dengan baik, pastikan mereka tidak akan menemukan wanita itu." Ucap seorang pria pada Chica.


"Tenang saja, mereka tidak akan menemukan Nova." Balas Chica dengan sangat yakin.


"Ok, terus apa rencana selanjutnya ?."


"Untuk sekarang tetap jalankan rencana seperti yang sudah di susun, bahwa kau telah menculikku dan juga dia. Setelah seminggu aku akan berpura-pura kabur disini dengan keadaan terluka, tapi pastikan kamu sudah membunuh Nova, jadi aku bisa mendapatkan Elthan lagi dan kamu juga mendapatkan apa yang kamu inginkan." Jelas Chica pada pria di hadapannya itu. Pria itu hanya mengangguk dan menerima semua rencana Chica.


"Aku akan keluar dan tidur dulu, kau jaga dia !." Pinta Chica.


Lagi dan lagi pria itu hanya mengangguk seperti seorang yang sangat bodoh, sedangkan Chica berjalan keluar dan memasuki kamar. Setiba di kamar, wanita itu menyeringai seraya merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Kau benar-benar mangsa yang sangat bodoh tuan." Gumam Chica, karena rencananya yang sebenarnya adalah ia akan membunuh Nova dan juga pria itu, setelah ia tahu kalau Elthan menemukan lokasinya.


"Kau bodoh jika mengira kalau Elthan tidak akan menemukan lokasi kita saat ini, pria itu pasti akan menemukannya dengan mudah. Tapi sebelum itu terjadi kau dan Nova harus pergi untuk selama-lamanya. Jadi saat Elthan datang aku akan pura-pura terluka dan akhirnya aku bisa mendapatkan Elthan lagi." Wanita itu tertawa sampai lelah dan tertidur.


*


*


Air dingin memercik ke wajah Nova saat ia terbangun dengan napas terengah-engah, ia mendongak dan melihat pria asing yang hanya memakai T-shirt dan celana hitam.


Nova kembali menutup matanya untuk memastikan kalau semua ini hanyalah mimpi, namun sedetik kemudian ia kembali membuka mata saat mendengar tawa pria itu yang cukup keras, Nova mencoba menggerakan tangan dan kakinya namun ia baru sadar kalau saat ini tubuhnya di ikat.


"Dimana aku ?, siapa kamu ?." Tanya Nova berusaha untuk tenang, ia tidak ingin pria itu tau kalau saat ini ia begitu panik. Tapi pria itu tak menjawab pertanyaan nya, ia hanya menatap tubuh Nova dari atas sampai bawah.

__ADS_1


"Hei, apa kau tuli ?. Siapa kamu ?." Ulang Nova.


Pria itu mengangkat tangan kanannya, kembali menyeringai dan berlalu pergi.


Nova menatap sekeliling, tidak ada jendela satupun dalam ruangan sebesar itu. Hanya ada dua pintu disana tapi Nova yakin semuanya terkunci.


Mata Nova kembali menatap sekeliling, mencari alat untuk membantunya melarikan diri. Namun ia tak dapat menemukan apapun.


*


*


Sehari telah berlalu sejak Chica dan Nova menghilang, baik Elthan maupun anak buahnya tidak bisa mendapatkan informasi apapun.


"Lalu untuk apa aku membayar kalian semua, kalau pekerjaan kalian tidak ada yang becus seperti ini ?." Elthan memandang setiap pria yang berada di dalam ruang itu. Mereka semua menundukkan kepala karena malu tidak dapat melakukan tugas dengan benar.


Kemarahan yang dirasakan Elthan tidak ada habisnya. Anak buahnya tidak dapat menemukan apa pun tentang Chica. Mereka telah mencoba melacak tetapi tidak dapat menemukan apa pun.


Mereka semua bingung dengan siapa Chica bekerja sama. Sejauh yang mereka ketahui, tidak ada mafia lain yang terlibat dalam situasi ini.


Saat tidak ada yang menjawab pertanyaan Elthan, pria itu menjadi semakin marah dan memutuskan memanggil pria yang ia tugaskan untuk melindungi Nova di klub. Pria itu berdiri di depan Elthan dengan kepala tertunduk karena tubuhnya sedikit gemetar.


"Apa yang kau lakukan saat itu?" Tanya Elthan, suaranya sangat rendah hingga hampir seperti bisikan. Pria itu menelan ludah tetapi tidak mengatakan apa- apa. "Aku tidak akan mengulangi pertanyaan nya." Ekspresi Elthan berubah ia mengeluarkan senjatanya. Jika biasanya ia tidak membunuh anak buahnya sendiri, kecuali mereka yang berkhianat.


"Maafkan saya tuan !, saat itu saya tidak tau kalau Nona Nova pergi ke kamar mandi karena saya terlalu asik berjoget" kata pria itu sambil menutup matanya rapat- rapat.

__ADS_1


Elthan tidak ingin menunggu lebih lama lagi, ia segera menarik pelatuknya. Peluru itu langsung menembus kepala pria itu. "Biarlah ini menjadi contoh bagi siapa saja yang tidak dapat melakukan pekerjaannya dengan benar," katanya melihat pria itu, yang sekarang sudah terbaring di tanah dalam genangan darahnya sendiri.


Sedangkan di sisi lain Yosi sedang duduk di ayunan, pikirannya melayang kemana-mana. Dia menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menyelamatkan sahabatnya. Ia seharusnya memperhatikan bahwa cara Chica bertindak salah. Ia seharusnya tidak memaksa Elthan untuk membiarkan ia membawa gadis- gadis itu ke klub.


Yosi begitu tenggelam dalam pikirannya sehingga ia tidak merasakan kehadiran seseorang di belakangnya.


"Itu bukan salahmu." Ucap seseorang di belakangnya.


Yosi tahu betul siapa pemilik suara ini. Suara itu milik pria yang bernama Logan.


*


*


*


Saat ini Elthan sedang duduk di kebesarannya dengan minuman di tangannya. Rambutnya acak-acakkan, dan lingkaran hitam di bawah matanya. Iia begitu lelah.


Tiga hari telah berlalu, dan sampai sekarang Nova belum di temukan. Ia telah melakukan segalanya tetapi masih tidak dapat menemukan petunjuk apa pun. Orang- orangnya di luar sana sudah mencari Nova ke mana- mana.


Elthan telah menemukan rekaman CCTV dimana Chica menghancurkan ponsel Nova, lalu mengganti mobil di jalan berikutnya setelah menabrakkan mobilnya sendiri ke pohon. Elthan telah menontonnya bersama Ken, yang terdiam setelah beberapa detik pertama. Pria itu tidak mengucapkan sepatah kata pun ... hanya terus menggelengkan kepalanya.


Elthan telah mencari Nova kemana- mana. Ia yakin Nova masih di kota ini, tapi ia tidak tau dimana tempatnya.


Elthan merindukannya. Nova adalah wanita pertama yang pernah membuatnya jatuh cinta. Ada begitu banyak wanita yang mengejarnya, mengaku mencintainya, tetapi ia tidak merasakan apa- apa.

__ADS_1


__ADS_2