Menikah Karena Dijual

Menikah Karena Dijual
MKD-Episode 32


__ADS_3

Tidak ada yang bisa menghentikan Yosi saat ini, ia ingin menunjukkan pada Logan kalau dirinya bisa mendapatkan teman berdansa sekarang. Kemarahan yang Yosi rasakan benar-benar sudah di puncaknya.


Yosi menatap pria yang kini berada di hadapan nya, seorang pria yang beberapa saat lalu mengajaknya berdansa. Sebelum menerima uluran tangan pria itu, Yosi menoleh ke arah Logan yang sedang meminta minuman. Ia mendengus kesal sebelum akhirnya menerima tawaran pria di hadapan nya.


Tapi Yosi melihat ekspresi kesal di wajah Logan saat ia kembali menatap pria itu. Dan itu membuat nya merasa puas. Ia mulai berdansa tanpa memikirkan Logan disana, biarkan saja pria itu sibuk dengan dirinya sendiri.


*******


Sementara itu di tempat lain....


"Hubungi Nova sekarang ! Karena ia dalam bahaya" ucap Gian di sambungan telepon, dan setelah mengatakan itu ia kembali menutup teleponnya. Ini akan menjadi mimpi buruk baginya jika sampai Nova di culik.


Dengan langkah cepat Gian menuju mobilnya, kemudian melajukan kendaraan beroda empat itu menuju tempat pesta. Ini pertama kalinya ia datang ke pesta tanpa seorang wanita di sampingnya. Di sisi lain ia memang sedang terburu-buru dan di sisi lain juga Gian sedang tidak ingin bersama wanita manapun.


Setiba di tempat pesta, Gian langsung memasuki gedung mewah itu. Terkadang ia menganggukan kepalanya saat orang menyapanya. Mata Gian melirik ke kiri dan ke kanan untuk mencari Elthan, begitu menemukan Gian langsung berjalan mendekati Elthan dimana pria itu sedang berbincang dengan salah satu rekan bisnis mereka.


"Hidup Nova dalam bahaya" bisik Gian di telinga Elthan, membuat ekspresi pria itu yang sejak tadi santai berubah menjadi geram.


***

__ADS_1


Sementara itu Nova masih berada di kamar mandi sambil mengoleskan lipstik ke bibirnya. Untuk memastikan penampilan nya hari ini tidak mempermalukan Elthan. Nova ingat bagaimana semua orang begitu hormat pada pria itu.


Setelah selesai Nova berjalan keluar, tapi baru saja dua langkah ia keluar dari toilet tiba-tiba seseorang langsung membekap mulutnya menggunakan sapu tangan.


Nova berontak untuk melepaskan tangan pria yang membekap mulutnya, tapi tangan nya justru di pegangi begitu kuat.


"Aammmmpphhh" Nova ingin berteriak, tapi yang keluar dari mulutnya hanya jeritan yang teredam. Namun Nova tidak ingin kehabisan akal ia langsung menancapkan kuku panjangnya ke lengan pria itu membuat pegangannya sedikit mengendur barulah Nova berontak hingga terlepas dari pria itu.


"Aaahhhh" pria itu berteriak saat Nova berhasil menendang kaki nya, segera Nova berlari, tapi baru empat langkah ia langsung jatuh pingsan karena sapu tangan yang pria tadi gunakan untuk menutup mulut Nova sudah di beri obat bius.


****


Saat ini pria itu sedang di selimuti amarah yang begitu besar, bahkan dua puluh orang pria di hadapan tak berani bersuara, mereka semua menundukkan kepalanya.


"Tadi saat saya menemukan Nona Nova, ia sudah pingsan bos. Dan tidak ada orang lain disana, saya sudah mencari petunjuk tetapi tidak menemukan apapun" jelas Hugo dengan suara penuh ketakutan.


"Itu bukan jawaban atas pertanyaan ku" bentak Elthan menggema membuat Hugo tersentak lantas mundur ke belakang.


"Aku ingin bajingan itu ada di depan mataku dalam waktu 24 jam" pinta Elthan berusaha untuk tidak berteriak lagi.

__ADS_1


"Lakukan sekarang !" Ucap Gian membuat Hugo dan yang lainnya meninggalkan ruangan nya, sehingga menyisakan Elthan dan Gian.


"Siapa yang menemani Nova sekarang ?" Tanya Elthan sambil memijat pelipisnya, berusaha meredamkan amarahnya.


"Dia bersama Yosi sekarang, dan sebaiknya Tuan istirahat sekarang ! Jangan khawatir saya pasti akan menemukan sesuatu" ucap Gian sambil menepuk pundak Elthan.


"Kamu memang yang terbaik" ujar Elthan, lalu berjalan meninggalkan ruangan itu untuk melihat keadaan Nova.


Pintu kamar Elthan buka dengan pelan, disana ia melihat adiknya sedang menemani Nova.


"Yosi" panggil Elthan seraya memberi isyarat agar adiknya pergi.


Yosi langsung mengerti isyarat sang kakak, ia pun segera berdiri dan meninggalkan kamar itu. Setelah kepergian Yosi, dengan langkah pelan Elthan masuk dan menghampiri Nova.


"Kamu baik-baik saja kan ?" Tanya Elthan.


"Aku takut sekali, aku pikir saat aku bangun, aku sudah terikat di tempat lain" jawab Nova dengan nada bergetar, membuat rahang Elthan mengeras. Ia berjanji pada dirinya sendiri kalau dirinya bisa mendapatkan pelakunya, ia akan membunuh orang itu.


"Tenanglah sayang ! Aku pasti akan menemukan pelakunya" ucap Elthan sambil memeluk tubuh Nova dengan erat.

__ADS_1


__ADS_2