Menikah Karena Dijual

Menikah Karena Dijual
MKD~Episode 45


__ADS_3

Nova menatap ke luar jendela, matanya bengkak dan tubuhnya semakin lemah dari hari ke hari. Wajahnya kusam seperti tak terurus, ia menunduk menatap keindahan kota Jakarta.


Ia tenggelam dalam pikirannya saat mendengar ketukan pintu kamarnya. Ia menoleh saat mendengar pintu terbuka di susul dua pengawal masuk seraya menyeret tubuh Ibunya.


Nova menatap sang ibu yang juga menatapnya dengan senyum sedih dan mata berkaca-kaca.


"Nona, wanita ini mengaku sebagai ibu anda." Ucap salah satu pengawal.


Nova seperti kehilangan kata-kata "Tinggalkan dia disini." Pintanya.


Setelah kedua pengawal itu pergi, air mata yang sejak tadi Nova tahan mengalir dengan deras, ia segera berlari ke arah ibunya sambil menangis.


"Maafkan ibu nak !." Ucap Bu Santia seraya mengelus rambut putrinya.


Tangisan Nova bertambah pecah saat mendengar ucapan sang ibu. "Kenapa bu ?, kenapa aku kehilangan semua orang yang aku cintai ?". Ucap Nova terisak.


Bu Santia membawa putrinya duduk di sofa, telapak tangannya terus mengelus rambut Nova dengan lembut.


"Kenapa selama ini ibu melupakan aku ?, apa ibu tau saat aku menikah dengan mas Ardan, aku sangat terluka. Dia selalu menyiksaku, melecehkan ku dan bertindak kasar padaku. Saat itu aku sangat membutuhkan ibu dan Ayah tapi kalian tidak ada yang bisa di hubungi. Aku tidak marah kalian menikahkan ku dengan mas Ardan, tapi aku marah karena sikap kalian." Jelas Nova mengeluarkan semua rasa sesak yang selama ini ia pendam.


Bu Santia meletakkan telapak tangannya ke mulut untuk meredam tangisannya. Ia tidak tahu kalau Ardan memperlakukan putrinya seperti itu, ia tidak tahu kalau Nova membutuhkan nya, selama ini ia telah di butahkan oleh uang.

__ADS_1


"Aku merasa sendirian bu, tidak ada yang peduli padaku di dunia."


"Maafkan ibu nak, ibu menyesal karena menikahkan mu dengan pria itu. Maafkan ibu !." Balas Bu Santia seraya menggenggam tangan Nova dengan erat.


Nova meraih tangan ibunya lalu mencium tangan wanita itu dengan penuh kasih sayang. "Aku sudah memaafkan ibu." Ujar Nova.


*********


Tujuh hari yang lalu....


Seorang dokter baru saja keluar setelah melalukan operasi pada Elthan. Serentak Gian, Yosi, Logan dan juga Ken berdiri. Sedangkan Nova di rawat di ruangan lain karena keadaan nya yang lemah akibat menyerang Ardan.


"Bagaimana keadaa nya dok ?." Tanya Gian dengan wajah cemas.


"Untungnya peluru itu tidak mengenai jantungnya, saat ini saudara Elthan masih hidup tapi dia mengalami koma. Kami tidak bisa memastikan kapan berapa lama dia mengalami koma, bisa sehari, sebulan, setahun atau bahkan tidak akan pernah." Jelas dokter itu, membuat Yosi berteriak histeris saat mendengar kata-kata terakhir dokter itu, tangan dan tubuh Yosi menggigil, ia memundurkan kakinya sedangkan kepalanya terus menggeleng.


Tubuh Yosi hampir saja jatuh beruntung Logan dengan sigap menangkapnya.


"Tenanglah !, Elthan pasti akan baik-baik saja." Ucap Logan seraya memegangi wajah Yosi, ia mencoba yang terbaik untuk menenangkan wanita itu, entah kenapa melihat Yosi menangis dan kesakitan seperti ini membuat perasaan Logan juga merasakan sakit.


Yosi memegangi tangan Logan yang masih berada di wajahnya "apa kamu tidak dengar ?, dokter bilang kak Elthan tidak akan bangung selamanya" Ucapnya dengan suara bergetar menahan tangis.

__ADS_1


"Apa kamu tidak mendengar ?, dokter juga mengatakan kalau kakak mu akan bangun dalam beberapa hari, percayalah padaku dia pasti akan bangun, Elthan itu seorang pejuang." Balas Logan sambil memeluk tubuh Yosi.


Sementara itu Gian membenamkan wajahnya pada kedua telapak tangannya, sedangkan Ken di liputi rasa bersalah. Ia berpikir semua ini terjadi karena dirinya. Seharusnya ia tahu apa yang di rencanakan oleh Chica selama ini.


Ken melangkahkan kakinya menuju tempat parkir, dan melajukan mobilnya ke suatu tempat dimana Chica di tahan.


Lima belas menit kemudian Ken menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah, pria itu keluar dari mobil dan menutup pintunya dengan keras. Beberapa pria yang berjaga disana menyambut kedatangannya tapi Ken mengabaikan. Ia terus melangkah menuju sebuah ruangan dimana Chica di sekap.


Setelah pintu terbuka Chica mendongak, ketakutan begitu jelas di kedua matanya.


"Sayang, lihatlah apa yang mereka lakukan padaku." Ucap Chica dengan nada manja. Berharap Ken akan melepaskan dirinya dan memberi pelajaran pada semua orang.


Namun tak disangka Ken justru menatapnya dengan tatapan menjijikan, pria itu berjalan mendekat dan menampar pipi Chica dengan keras.


"Kenapa kamu melakukan ini ?". Tanya Ken.


" Dasar brengsek, beraninya kau menamparku" Teriak Chica.


"Aku bertanya padamu, kenapa kamu melakuakan ini ?."


"Karena aku mencintai Elthan, aku akan menyingkirkan siapa saja yang menghalangi hubungan kami" Jawab Chica dengan tegas. Ia pikir Ken akan terluka tapi nyatanya pria itu biasa saja.

__ADS_1


__ADS_2