
Keesokan harinya Nova terbangun dari tidurnya, ia duduk di atas ranjang sementara matanya menatap ke arah Elthan yang masih tertidur pulas di atas sofa.
Bibir Nova melengkung membentuk senyuman, pria itu begitu tampan walau dalam keadaan tertidur seperti ini, rambut nya yang acak-acakan justru menambah kesan tampan di wajahnya.
Perlahan namun pasti Nova bangkit dari atas tempat tidur, ia hendak kembali ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian. Namun baru selangkah kakinya melangkah suara Elthan membuatnya terhenti.
"Mau kemana ?" Tanya pria itu dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Aku mau kembali ke kamar, aku mau mandi dan berganti pakaian" jawab Nova sambil membalikkan tubuhnya lagi, ia menatap ke arah Elthan yang kini beranjak dari tidurnya.
Elthan mendekat dan berdiri di hadapan Nova "Kenapa tidak mandi di sini saja ?"
"Kita ini masih pacaran El, aku tidak ingin melampaui batas"
"Kalau kamu mau aku akan segera menjadikan mu istriku"
Nova terdiam menatap mata Elthan dengan intens, ia mencari keseriusan dari pandangan pria itu. Menikah lagi memang menjadi keinginan Nova namun entah kenapa rasa trauma itu masih ada. Perbuatan Ardan dahulu begitu menimbulkan luka terdalam di hidupnya.
"Kenapa diam ? Apa kamu tidak ingin menjadi istriku" tanya Elthan seraya membelai pipi Nova dengan lembut.
"Aku belum bisa menjawabnya, biarkan aku berpikir dulu".
"Silahkan sayang, aku akan menunggu jawaban darimu"
Nova mengangguk, hatinya memang ingin mengatakan 'iya' namun bibirnya seakan terkunci untuk mengucapkan semua itu.
__ADS_1
"Sekarang izinkan aku kembali ke kamar ! Aku ingin mandi"
"Iya sayang"
********
Selesai mandi dan berganti pakaian, Nova turun ke bawah. Disana sudah ada Feza bersama dengan seorang pria yang belum Nova kenali.
"Mana Yosi ? Tumben dia tidak ada disini ?" Tanya Nova saat tak melihat adik dari kekasihnya itu.
"Dia sedang ke Gym" jawab Feza.
Kening Nova mengkerut "Bukankah di rumah ini ada Gym ? Kenapa harus keluar ?"
"Dia sedang menjalankan misi"
"Yosi ingin membuat Logan menyesal karena sikapnya" jawab Feza menyeringai.
Nova mengangguk-anggukan kepalanya, ia tau masalah yang Yosi hadapi. Sikap dingin Logan berhasil membuat wanita itu kesal.
Tatapan mata Nova tertuju pada pria yang sejak tadi memperhatikannya. Beberapa detik kemudian pria itu pergi dari sana membuat Nova mengangkat bahu tak peduli.
Namun baru saja Nova hendak membuat minuman, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Segera Nova melihat benda persegi miliknya.
Ada sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak di kenal.
__ADS_1
"Saya Baron salah satu anak buah Tuan Elthan, bisakah saya minta tolong pada nona untuk membuatkan saya teh dan antarkan ke ruangan yang paling ujung"
Pesan singkat itu membuat kening Nova mengkerut dalam, apa pria tadi yang bernama Baron, tapi kenapa ia meminta Nova membuatkan teh ? Kenapa tidak meminta salah satu pelayan di rumah ini. Padahal jumlah pelayan begitu banyak
"Ada apa ?" Tanya Feza saat melihat Nova terdiam sambil menatap layar ponselnya.
Nova mengangkat kepalanya "Tidak ada apa-apa, aku mau bikin teh dulu"
"Oh" setelah mengatakan itu Feza segera berlalu dari hadapan Nova.
Usai membuat secangkir teh, Nova berjalan menuju sebuah ruangan yang Baron katakan. Tapi saat di ujung rumah itu ada banyak ruangan membuat Nova bingung. Hingga akhirnya ia bertanya pada petugas keamanan yang berjaga disana.
"Apa kamu tau dimana ruangan yang Baron masuki ?" Tanya Nova.
"Ruangan sebelah kanan Nona ? Tapi untuk apa nona mau kesana ?"
"Saya ingin mengantarkan teh ini, tadi Baron meminta saya membuatkan teh"
Wajah petugas itu terlihat terkejut dan kebingungan.
"Ya sudah silahkan masuk sana nona ! Letakkan saja tehnya di atas meja setelah itu Nona harus cepat keluar"
Walau bingung Nova tetap menganggukan kepalanya, ia pun berjalan menuju sebuah ruangan yang di maksud penjaga itu.
Ceklek.
__ADS_1
Saat pintu terbuka, Nova langsung terkejut saat menatap bagaimana ruangan yang baru saja ia masuki.