Menikah Karena Dijual

Menikah Karena Dijual
MKD~Episode 43


__ADS_3

Pintu ruangan terbuka, Logan berjalan memasuki ruang kerja Elthan di ikuti Gian di belakangnya. Logan menarik kursi dan di duduk di hadapan Elthan yang sejak tadi menatapnya namun tak mengatakan apa-apa.


Logan tau betul bagaimana perasaan Elthan saat ini, pria itu pasti sangat sedih dan khawatir karena kehilangan Nova. Ia sudah berusaha mencari Nova dimanapun namun hanya saja belum membuahkan hasil. Tapi menurut firasat Logan kalau Nova masih berada di kota itu, para anak buahnya sudah mengecek semua Bandara dan tidak ada catatan penerbangan atas nama Nova.


"Dengarkan aku !, ini bukan perbuatan Mafia lain, ada seseorang yang memang hanya ingin menyakiti Nova." Ucap Logan seraya menghela napas panjang.


"Panggil dia nyonya Elthan !." Balas Elthan dengan penuh kekesalan, ia tahu bahwa Nova menganggap Logan pria yang cukup tampan, jadi ia tidak akan membiarkan pria itu memanggil Nova dengan sebutan nama.


"Terserah." Kata Logan mengerutkan keningnya, ia heran dalam situasi seperti ini sikapnya masih saja kekanak-kanakan.


"Apakah kau mengetahui sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan pribadinya ?, masa lalunya, mungkin? Atau siapa yang akan mencoba menyakitinya?" Tanya Logan dengan serius.


Elthan mengerutkan kening saat ia mencoba memikirkan siapa orang itu. "Hubungan Nova dengan kedua orang tua nya tidak baik. Tapi tidak mungkin mereka yang melakukan ini. Akan tetapi mantan suaminya adalah seorang psikopat yang kejam namun dia berada dalam tahanan dan rehabilitasi polisi," Jelas Elthan. Selama ini ia tidak bisa berpikir dengan baik — pikirannya mati rasa sejak Nova menghilang karena rasa takut kehilangannya yang terlalu berlebihan..


"Apakah kau yakin kalau mantan suaminya masih dalam tahanan polisi?" tanya Gian kali ini seraya mengerutkan keningnya.


"Ayo kita periksa !." Ucap Logan setelah ia melihat ekspresi tidak yakin di wajah Elthan.


Elthan dan Logan segera memerintahkan para anak buahnya untuk mencari tau tentang keberadaan Ardan.


Tiga jam kemudian Elthan dapat kabar kalau mantan suami Nova kabur dari penjara dan saat ini sedang dalam pengejaran.


Elthan langsung berdiri setelah mendengar semua ini.

__ADS_1


"Bersiaplah untuk mengunjungi rumah mantan suami Nova !." Ucap Elthan.


*


*


*


Sementara itu, Nova baru saja membuka matanya saat merasakan perutnya keroncongan. Sudah tiga hari ia tidak makan nasi, karena pria asing itu hanya memberinya roti dan segelas air putih.


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, karena cahaya yang terlalu terang membuat Nova tidak bisa melihat siapa yang masuk. Wanita itu mendongak, matanya menyipit karena rasa silau.


"Hai, mantan istriku."


Napas Nova semakin cepat saat ingatannya kembali pada kejadian dimana ia hampir mati di tangan Ardan. Apalagi sekarang wajah Ardan semakin jelas ia lihat.


Banyak pertanyaan yang ada di benak Nova, salah satunya kenapa Ardan ada disana padahal pria itu di kurung di pusat rehabilitas.


"Apa kau terkejut ?." Tanya Ardan dengan seringai di wajahnya.


"Tidak." Jawab Nova berusaha tenang, ia tidak ingin memberi tahu pria itu kalau saat ini ia begitu ketakutan.


"Apa kau merindukan ku ?". Ardan kembali bertanya, ia membungkuk dan mendekat kan wajahnya ke wajah Nova.

__ADS_1


" Jawab aku !. Apa kau merindukan aku ?." Bisik Ardan, berharap Nova akan mengatakan iya.


"Ku pikir kau sudah sembuh, tapi ternyata kau semakin gila." Balas Nova sambil tertawa.


Ardan mengerutkan keningnya, ia tidak menyukai jawaban wanita itu. Wajahnya berubah merah karena marah dan tanpa ampun Ardan menampar wajah Nova berulang kali. Nova bisa merasakan darah mengalir di sudut bibirnya.


Dengan kasar Ardan menarik rambut Nova kebelakang hingga wanita itu mendongak, namun Nova tidak menunjukkan rasa sakit apapun, ia bahkan tersenyum mengejek pada Ardan.


"Apakah kemarahanmu hanya sampai disini manusia psikopat ?." Tanya Nova dengan nada mengejek.


"Kau..." Ardan mengarahkan jari telunjuknya ke wajah Nova, sedangkan tangan satunya semakin erat menarik rambut Nova. "Kau akan menyesali semua ini."


"Benarkah ?."


Kemarahan di wajah Ardan langsung sirna saat mendengar pertanyaan Nova. Namun sesaat kemudian senyum sinis terbit di wajah Ardan.


"Apa kau ingat saat aku marah ketika mendengar kau hamil dan aku ingin membunuh anak itu ?. harus kau tau Nova saat itu aku tau kalau kau memang tidak hamil, tapi kali ini aku benar-benar akan membunuh anak di rahimmu." Ucap Ardan


Seketika wajah Nova langsung pucat, apa maksud pria itu ?. Ingatan Nova kembali pada kejadian malam itu dimana ia dan Elthan tak sengaja melakukan hubungan suami istri. Nova tidak menyangka kalau saat ini ia sudah mengandung.


Ardan kembali mendorong tubuh Nova dan mengeluarkan sebuah pisau. Ia mengarahkan benda tajam itu ke perut Nova.


"Kenapa kau terkejut ? Apa kau tidak tau kalau kau hamil ?." Tanya Ardan seraya membolak balikkan pisau itu di atas perut rata Nova.

__ADS_1


Wajah Nova semakin pucat, ia tidak yakin kalau dirinya hamil. Tapi jika itu benar ia harus melindungi anak nya.


__ADS_2