Menikah Karena Dijual

Menikah Karena Dijual
MKD~Episode 44


__ADS_3

"Dia pasti akan menemukanmu dan membunuhmu dengan cara yang paling keji." Ucap Nova dengan nada bergetar.


"Siapa ?, pria bajingan itu ?." Tanya Ardan sambil tertawa. "Dia tidak akan tahu kalau aku dalang dari semua ini, dan dia juga tidak akan menyelamatkan mu karena kata Chica kamu hanyalah pelampiasan." Tambah Ardan membuat Nova memalingkan wajahnya.


"Ku rasa Chica mempermainkan permainannya dengan baik" Balas Nova.


"Siapa yang kamu maksud Hah ?." Chica masuk dan menyeringai ke arah Nova.


Nova menoleh ke arahnya, darahnya mendidih karena marah. "Dasar wanita ular," Ucap Nova sambil meludah ke arah Chica.


Chica tertawa terbahak- bahak ia membungkuk ke arah Nova, menatap mata wanita cantik itu dengan intens. Senyum Chica perlahan menghilang.


"Kenapa kamu mengkhianati Elthan?" Tanya Nova, ia takut dirinya tidak akan bertahan lebih lama lagi, jadi sebelum ia meninggal, ia ingin mendapatkan semua jawabannya.


Chica kembalu tertawa terbahak- bahak seperti orang gila.


"Aku tidak mengkhianatinya, aku sangat mencintai Elthan walau aku harus menjalin hubungan dengan Ken. Supaya aku bisa mendekati dia."


Nova tersentak mendengar cara bicara Chica, banyak kemarahan yang dapat ia dengar.


"Tapi sekarang aku akan membunuh siapa saja yang akan menghalangi hubungan ku dengan Elthan. Karena kamu telah menjadi orang ketiga maka aku akan membunuh kamu dengan cara yang paling buruk." Bisik Chica di telinga Nova.


Walau begitu pelan, Ardan tetap mendengar ucapan Chica, membuat kening nya mengkerut dalam.

__ADS_1


"Kamu tidak bisa melakukannya." Ucap Ardan, ia berjalan mendekat dan menarik bahu Chica saat wanita itu semakin mendekati Nova.


"Aku akan tetap melakukannya." Balas Chica marah.


Ardan berbalik ke arahnya dan mengarahkan sebuah pisau. "Kamu lihat ini? Aku akan memotongmu menjadi potongan- potongan kecil jika kamu tidak melepaskannya,"


Chica mengangkat tangannya ke atas kepala seolah- olah ia menyerah. Perlahan ia mundur beberapa langkah, dan Ardab mendekati Nova kemudian memotong tali yang mengikat tangannta. Ardan memegang wajah Nova dengan kedua tangan setelah membebaskannya. "Kamu hanya perlu melalui sedikit rasa sakit untuk menyingkirkan bajingan ini. Lalu, kita akan hidup bahagia selamanya," Ucap Ardan.


Nova tak menjawab ucapan Ardan. Tubuhnya masih gemetar ketakutan, ia merasakan gerakan di belakang Ardan dan melihat Chica berada di ujung ruangan sedang mengarahkan senjatanya ke arah Ardan. Mata Nova terbelalak. Ia berpikir di sinilah hidupnha berakhir.


Ardan melihat ekspresi wajah Nova, ia bingung, dan berbalik untuk melihat apa yang wanita itu lihat.


"Sampai jumpa," Ucap Chica sambil melambai kan tangan. Wajah Nova semakin pucat. Ia menutup matanya rapat- rapat, tidak siap melihat apa yang akan terjadi.


Tapi tunggu !..


Kenapa Chica berteriak ?.


Nova segera membuka matanya, dan terkejut saat melihat Chica sudah tergeletak di tanah dengan darah yang mengalir di tangannya.


Nova mendongakkan kepalanya, ia melihat Elthan dan Gian berdiri disana. Seketika napas kelegaan terdengar melalui bibirnya, namun tanpa terasa air mata mengalir dengan deras.


Elthan menurunkan pistolnya yang baru saja ia gunakan untuk menembak Chica, ia menoleh ke arah Nova dan berbalik dan langsung berlari mendekati wanita itu. Elthan berjongkok dan langsung menarik tubuh Nova kedalam pelukan.

__ADS_1


Sedangkan Gian keluar untuk memanggil anak buahnya, tapi baru berjalan mendekati pintu terdengar suara tembakan lain.


"Aku takut." Ucap Nova, air matanya terus mengalir membasahi pipi.


"Sssttt, tenanglah aku sudah disini." Ucap Elthan menenangkan, ia semakin erat memeluk Nova "Maafkan aku karena tidak becus menjagamu."


Keduanya tersesat dalam gelombang cinta, sampai tak menyadari bahwa Ardan masih berada dalam ruangan itu.


Ardan bersembunyi di bawah meja, ia mengeluarkan pistol dan mengarahkan senjata pada Elthan.


Dor.


Dor.


Dua tembakan menghantam tubuh Elthan, pria itu berteriak kesakitan. Darah segar mengalir di tubuhnya membuat Nova berteriak ketakutan.


Nova mendongak dan melihat Ardan menyeringai, pria itu berjalan mendekati Elthan yang saat ini sudah tak berdaya.


Saat mendengar suara tembakan, Gian masuk bersama anak buahnya. Pria itu menatap Elthan yang sudah tak sadarkan diri, para anak buahnya langsung membantu Elthan dan membawa pria itu pergi.


Sedangkan Nova tak mengikuti, wanita itu berdiri dan menatap Ardan dengan tajam, air matanya terus mengalir membasahi pipi seiring langkahnya mendekat. Nova mengambil sebuah pisau yang tergeletak di lantai, ia mengarahkan pisau itu ke arah Ardan.


"Beraninya kamu melakukan ini pada pria yang ku cintai." Ucap Nova.

__ADS_1


Ardan ketakutan, ia mundur sambil berteriak agar Nova berhenti. Tapi Nova tetap mendekat tanpa menghiraukan teriakan ketakutan Ardan.


__ADS_2