Menikah Karena Dijual

Menikah Karena Dijual
MKD-Episode 22


__ADS_3

Malam harinya Nova baru saja akan tertidur setelah hari yang melelahkan. Ia tidur sendiri karena memang Yosi menyiapkan untuk semua orang.


Ia kembali menghela napas saat teringat semua orang membungkuk hormat pada Elthan di Bandara tadi. Dan setiba di rumah juga seperti itu, semua orang menyambut kedatangan pria itu dengan sangat hormat.


Nova pikir Elthan akan tersenyum kepada mereka, namun ternyata salah, pria itu terus berjalan melewati semua orang yang berpakaian hitam tadi. Tapi entah kenapa tatapan Elthan yang tanpa ekspresi begitu manis bagi Nova.


Tring..


Notifikasi dari ponselnya, membuyarkan lamunan Nova. Ia segera meraih benda pipih itu lalu membuka pesan masuk.


Selamat malam sayang ! Semoga mimpi indah dan saya harap aku lah yang kau mimpikan.


Pesan singkat dari nomor yang tidak di kenal, membuat Nova mengerutkan keningnya. Tidak mungkin pesan itu dari Elthan karena ia sudah memiliki nomor pria itu.


Tring.


Apa kau merindukan ku ?, Tunggu sebentar lagi sayang ! Aku akan segera kembali.


Kerutan di kening Nova semakin dalam.


"Menyeramkan, mungkin ini orang salah kirim" gumam Nova berusaha mengabaikan nomor itu, walau perasaan nya di Landa ketakutan yang sangat besar.


Nova memutuskan untuk tidak membalas pesan singkat itu, ia terlalu lelah sekarang untuk meladeni seseorang.


***********


Keesokan paginya, Nova, Yosi dan Feza sedang berkumpul di ruang tamu. Mereka bicara tentang orang-orang yang selama ini mendekati mereka.

__ADS_1


"Nov, siapa Alan bagimu ?" Tanya Feza sambil menggoyangkan alisnya.


"Iya, beri tahu kami tentang pria itu" sahut Yosi kemudian.


"Kalian sedang menceritakan apa ?" Ucap seorang pria yang membuat mereka semua menoleh. Tampak Elthan baru saja keluar kamar dan berjalan ke arah mereka. Satu ciuman Elthan berikan di kening Yosi.


Nova yang menatap hal itu menjadi kagum, ternyata Elthan begitu menyayangi adik perempuan nya.


"Ayo jawab Nova !" Ucap Yosi membuat Elthan mengerutkan keningnya.


"Dulu dia adalah bos ku di tempat kerja sebelum aku mendirikan perusahaan. Tapi sekarang dia adalah teman terbaikku" jelas Nova sambil tersenyum.


"Apa aku punya kesempatan untuk mendekati dia ?" Tanya Feza sedikit berbisik di telinga Nova, mereka memang duduk berdekatan.


"Tentu saja kamu ada kesempatan" balas Nova, bahkan ia sudah membayangkan jika Alan dan Feza menjadi sepasang kekasih. Pasti akan terlihat sangat romantis.


"Aku pegi dulu ! Ada pertemuan dengan salah satu temanku" ucap Elthan pada Yosi sambil mengacak-acak rambut gadis itu. Setelah itu Elthan berjalan keluar rumah.


Feza mengambil satu Potong semangka yang baru saja pelayan berikan pada Nova. Wanita itu mulai mengambil gaya di depan kamera ponselnya dengan semangka di mulutnya.


"Pasti sebentar lagi dia akan memposting foto itu di inst@gramnya" ucap Gian sambil menuruni anak tangga, matanya menatap lurus ke arah Feza dengan tatapan menjijikan.


"Semua orang sudah tau cara makan semangka, jadi kau tidak perlu lagi bikin torurial" sambung Gian lagi sambil mengambil potongan semangka dan satu buah pisang di piring Nova.


Reflek Nova langsung memukul lengan Gian yang kembali menjulurkan tangan nya untuk mengambil buah yang lain.


"Ambil Pring sendiri dan isi dengan buah, jangan menghabiskan punyaku" ucap Nova marah

__ADS_1


"Aku baru mengambil sepotong Nov" jawab Gian seraya memutar matanya.


Feza terus saja terdiam dan terus memotret dirinya yang sedang makan semangka. Ia bahkan tidak menjawab atau berdebat dengan Gian seperti biasanya.


Nova dan Yosi menatap Feza heran, karena tak biasanya wanita itu akan seperti itu. Begitupun dengan Gian, pria itu mengerutkan keningnya.


"Aku sedang bicara padamu" ucap Gian dengan suara lantang di hadapan Feza.


Feza hanya menghela napas, ia tidak menjawab atau menatap wajah Gian seperti biasanya. Wanita itu justru menyibukkan diri dengan membuka akun inst@gram nya untuk mencari hiburan.


Gian kembali mengernyitkan keningnya, alis kanannya terangkat saat merasa sikap Feza sangat aneh.


"Halooo, Feza" ia bahkan melambaikan telapak tangannya di hadapan Feza.


Karena tak kunjung mendapatkan respon, akhirnya Gian berjalan keluar rumah dengan wajah cemberut.


Nova dan Yosi terus saja memperhatikan wajah Feza, masih tidak percaya kalau wanita itu tidak ingin berdebat dengan Gian seperti biasanya. Feza mengangkat kepalanya lalu menatap wajah Nova dan Yosi bergantian.


"Ada apa ?" Tanya Feza.


"Apa yang terjadi dengan mu ?" Yosi balik bertanya.


"Iya, biasanya kamu akan selalu menjawab ucapan Gian, dan ujung-ujungnya kalian berdebat. Tapi kenapa sekarang kau diam saja ?" Sahut Nova kemudian.


"Aku sedang kesal padanya, semalam dia mencuri cokelatku, jadi aku tidak akan berbicara padanya" jawab Feza tampak marah.


"Jadi kau marah hanya karena cokelat ?" Tanya Nova sedikit terkejut.

__ADS_1


"Iya, cokelat adalah makanan kesukaan ku, jadi aku pasti akan marah siapa saja yang mengambil nya dariku" jawab Feza membuat Nova dan Yosi serempak meledakkan tawanya.


__ADS_2