Menikah Karena Dijual

Menikah Karena Dijual
MKD-Episode 33


__ADS_3

Seminggu telah berlalu sejak kejadian dimana Nova hampir saja di culik seseorang. Akhirnya para anak buah Elthan berhasil menangkap pelakunya.


"Kita sudah sampai tuan"


Elthan berjalan menyusuri lorong bawah tanah, menuju sebuah tempat dimana pelakunya di sekap oleh Gian. Setiba disana Elthan melihat seorang pria terikat di atas batu besar, dengan kedua tangan di atas kepalanya. Sementara di sisi kanan pria itu ada Gian yang sedang duduk dengan palu di tangan nya.


Elthan menatap tajam pria itu, pria yang sudah membuat kekasihnya ketakutan. Dan karena pria itu Nova selalu mengalami mimpi buruk setiap malam.


Dengan melambaikan jarinya ke arah Gian, membuat pria itu langsung mengerti apa yang Elthan inginkan. Gian pun langsung berdiri supaya Elthan bisa duduk di kursi itu. Pria tampan dengan sorot mata tajam itu duduk di kursi tempat Gian tadi, kaki kanannya ia tumpu di atas kaki kiri.


"Siapa yang menyuruhmu ?" Tanya Elthan berusaha menahan amarah nya.


"Aku tidak akan memberi tahumu apapun" jawab pria itu dengan suara serak.


"Kau mau saya bunuh sekarang hah ? Jawab pertanyaan tuan Elthan" sahut Gian yang sejak tadi geram karena pria itu tidak mau menjawab siapa yang sudah menyuruhnya.


Elthan mengangkat tangannya untuk menghentikan Gian.


"Bawa istri dan anaknya kesini !" Pinta Elthan dengan kedua mata terpejam. Untuk mengistirahatkan pikirannya sejenak.


"To-long ja-ngan ba-wah mere-ka ke-sini" dengan suara terbata-bata pria itu menjawab, wajahnya menampakan ketakutan saat mendengar kalau anak dan istrinya akan di bawah kesini.


Tapi Elthan mengabaikan, ia kembali mengangkat tangannya dan kali ini ia memberi isyarat pada Hugo. Agar pria itu segera membacakan sesuatu yang ia minta kemaren.

__ADS_1


"Nama lengkapnya Ken Marno, usianya 42 tahun. Memiliki seorang anak gadis yang saat ini berusia 14 tahun. Pria ini sudah banyak memperkosa para gadis yang ia temui, bahkan beberapa waktu lalu ada seorang gadis yang bunuh diri karena di perkosa olehnya" jelas Hugo.


Rahang Elthan mengeras, tatapan tajam semakin tertuju pada pria yang bernama Ken Marno itu. Mendengar kalau pria itu sudah banyak memperkosa para wanita membuat kemarahan Elthan semakin bertambah.


Ia sangat membenci hal keji itu, karena pemerkosaan membuatnya kehilangan salah satu adiknya.


"Tuan mereka sudah ada disini" ucap Gian membuyarkan lamunan Elthan, ketika peristiwa masalalu menyerbu pikirannya.


Elthan berdiri dari duduknya, berjalan sedikit menjauh dari pria terikat itu. Seorang anak buahnya menyiapkan kursi yang lain untuk tempat duduk Elthan lagi, pria tampan itu duduk disana hingga tak berapa lama dua orang wanita masuk.


Elthan menatap dua wanita itu bergantian, ketakutan begitu kentara di wajah mereka. Apalagi di wajah gadis belia itu.


"Kemarilah !" Pinta Elthan pada gadis itu.


Gadis cantik itu hendak mendekat, namun ibunya langsung memegangi tangannya. Membuat gadis itu menoleh dan menatap wajah sang ibu.


"Siapa namamu ?" Tanya Elthan.


"Ulfi"


Elthan menganggukan kepalanya "Boleh aku tau, bagaimana sikap Ayah mu selama ini ?"


"Jika suamiku melakukan sesuatu pada kalian, tolong maafkan dia ! Dan jangan sakiti dia !" Sahut wanita paruh baya yang berdiri di belakang Ulfi. Kedua tangan wanita itu terkantup di depan dada sebagai bentuk permohonan. Sementara air matanya sudah membanjiri kedua pipinya.

__ADS_1


Tapi Elthan tak menjawab, ia mengabaikan ucapan wanita paruh baya itu. Dan lebih fokus menatap Ulfi.


"Ayah ku jarang pulang kerumah, dan aku jarang bicara padanya" jawab Ulfi dengan kepala menunduk.


"Apa kamu tau tentang penculikan ?" Kembali Elthan bertanya dan di jawab anggukan oleh Ulfi.


"Jadi apa yang harus di berikan pada seorang penculik ?"


"Hukuman yang setimpal".


Elthan menganggukan kepalanya lagi "Kalau tentang pemerkosaan apa kamu tau ?"


Ulfi mengangguk lagi sebagai jawaban, sementara wanita paruh baya itu menutup kedua matanya, karena ia sudah tahu seperti apa suaminya selama ini.


"Lantas hukuman apa yang pantas di berikan pada seorang pemerkosa ?" Tanya Elthan dengan nada tegas.


"Hukuman mati, itulah yang pantas dia dapatkan" jawab Ulfi. Matanya menatap lurus ke arah Elthan.


"Dan aku akan memberi tahumu kalau Ayah mu telah memperkosa banyak gadis"


Kedua bola mata Ulfi membulat sempurna, ia tidak menyangka kalau sang Ayah melakukan itu. Seketika kemarahan, kekecewaan dan kesedihan beradu menjadi satu, sedangkan matanya sudah mengeluarkan cairan bening.


"Bunuhlah Ayahku dengan cara paling keji sekalipun" ucap Ulfi dengan suara serak.

__ADS_1


Elthan menyeringai "sekarang kalian pergilah !" Usir nya pada Ulfi dan wanita paruh baya itu.


Sepertinya sudah cukup memberi tahu anak gadis Ken Marno tentang kelakukan bejat nya selama ini.


__ADS_2