Menikah Karena Dijual

Menikah Karena Dijual
MKD-Episode 31


__ADS_3

Elthan dan Nova sudah tiba di tempat pesta, seorang pria berjalan mendekati mereka dan menjulurkan tangannya.


"Tuan Elthan, senang bertemu dengan anda di sini" ucap pria itu pada Elthan, namun matanya menatap Nova dari atas sampai bawah.


"Senang juga bertemu dengan mu Thomas" balas Elthan dengan wajah tanpa ekspresi, ia pun membalas jabatan tangan Thomas.


"Sekali lagi kau menatapnya aku akan mengubur mu di sini" ancam Elthan pada Thomas.


Mendengar hal itu dengan segera Thomas mengalihkan pandangan nya, ia menatap Elthan dengan ekspresi kaget dan juga bingung.


Dulu Thomas dan Elthan pernah bekerja sama, namun hubungan mereka tidak terlalu baik hingga akhirnya Thomas berhenti bekerja dengan Elthan.


Nova menatap wajah Elthan, ia menelan ludahnya dengan susah payah saat melihat ekspresi pria itu.


"Maaf ku pikir dia hanya teman biasa bagimu" ucap Thomas sambil menunduk gugup.


"Dia kekasihku, dan bukan wanita sembarangan"


Mendengar hal itu membuat Nova membeku seketika, ia ingat dulu seseorang pernah mengatakan hal serupa namun kalimatnya berbeda 'Dia istriku, dan bukan orang spesial'.


Perlakukan Elthan dan Ardan memang jauh berbeda dalam memperlakukan Nova, jika dulu Ardan akan selalu menyiksa dirinya maka Elthan akan memberinya kasih sayang yang besar. Kata 'kekasihku' yang Elthan ucapkan terus terngiang di ingatan nya.


"Saya permisi dulu" Thomas akhirnya pergi meninggalkan Elthan sebelum pria itu benar-benar menguburnya.


********


"Pestanya membosankan Za, ayo kita berdansa saja" ucap Yosi pada Feza.


"Tapi lantai dansa nya masih kosong" jawab Feza namun matanya menatap sekeliling pesta itu untuk mencari seseorang.

__ADS_1


"Terus apa Yang akan ki---" suara Yosi harus terputus karena seseorang menabrak tubuhnya.


"Maaf saya tidak sengaja" ucap seorang pria yang berada di belakang mereka.


Mereka berdua berbalik untuk melihat siapa orang yang sudah menabrak tubuh Yosi tadi, ternyata dia seorang pria tampan namun sepertinya masih seperti anak-anak, pria itu menundukkan kepalanya karena takut.


"Tidak apa-apa" balas Feza sambil tersenyum.


Mata Yosi terus menatap sekeliling tanpa menghiraukan anak laki-laki itu, hingga tatapan matanya bertemu dengan sepasang mata cokelat yang juga sedang menatap Yosi, tapi anehnya sepasang mata cokelat itu langsung mengalihkan pandangannya saat Yosi menatapnya.


Yosi langsung tersenyum saat melihat kalau tadi Logan menatapnya, ia pun berjalan mendekati pria tampan itu.


Logan tau kalau Yosi berjalan ke arahnya, namun ia lebih memilih mengabaikan. Logan membalikkan tubuhnya dan menyeruput segelas anggur merah yang sejak tadi ia pegang. Hingga akhirnya Logan merasakan tepukan di bahunya, ia pun berbalik dan menatap Yosi yang sedang tersenyum.


"Hai" sapa Yosi sambil melambaikan tangannya, membuat alis Logan terangkat seolah-olah Logan tidak mengenali Yosi, membuat wanita itu mengerutkan keningnya.


"Saya Yosi adiknya Elthan" ucap Yosi lagi dan senyumnya terus mengembang.


"Ya" jawab Yosi, ada perasaan sakit yang Yosi rasakan saat Logan tak mengenalinya seperti ini, padahal mereka sudah pernah bertemu dan lagian Logan adalah teman kakaknya. Tidak bisakah pria itu bersikap ramah padanya.


Logan tidak mencoba untuk memulai percakapan lagi, ia menatap sekeliling seolah disana tidak ada Yosi.


"Apa kau datang sendiri kesini ?" Tanya Yosi untuk mencoba lebih dekat dengan Logan.


"Ya aku datang sendiri" jawab Logan singkat.


"Kenapa tidak membawa teman kencan mu ?"


Tapi kali ini pertanyaan Yosi tak di gubris oleh Logan, membuat wanita itu meringis menahan malu, karena sikap dingin Logan padanya.

__ADS_1


Yosi tak ingin kehabisan akal, tiba-tiba sebuah ide muncul di benaknya "maukah kamu menemani ku berdansa ?" Tanya Yosi sembari mengulurkan tangan nya pada Logan.


Logan menatap tangan Yosi begitu lama, sampai akhirnya pria itu menatap wajah Yosi sembari berucap "aku tidak bisa berdansa"


"Kamu bisa belajar padaku"


Logan menjadi kesal pada Yosi "Aku tidak mau" jawabnya dengan nada dingin


"Oh ayolah kak, sekali ini saja !" Yosi terus saja merengek pada Logan, tidak peduli walau pria itu sudah kesal padanya


"Bisakah kau tinggalkan aku sendiri ? Aku sedang tidak ingin di ganggu" bentak Logan membuat Yosi tersentak.


Sementara itu, sejak tadi Elthan terus mengawasi Yosi dan juga Logan. Sejak pertama adiknya mendekati Logan, Elthan tak bisa mengalihkan pandangan nya.


Elthan melihat bagaimana Yosi mencoba untuk berbicara pada Logan, Tapi Logan terlihat menghindar. Elthan tidak ingin Logan menyakiti adik nya , ia pun berjalan ke arah Yosi dan Logan sementara Nova berjalan ke tempat lain untuk ke toilet.


"Apa yang kau lakukan ? Jangan pernah kau bentak adikku !" Ucap Elthan geram, membuat Logan memutar matanya malas.


Yosi mengangkat kepalanya dan menatap sang Kakak "Tidak apa-apa kak, dia tidak membentak ku" jawab Yosi , sebelum berjalan meninggalkan Logan dan menuju dimana Feza berada.


Logan menatap kepergian Yosi, dan entah kenapa ia merasa kesal dengan dirinya sendiri karena membuat wanita itu pergi. Melihat hal itu Elthan menyeringai, ia pun menepuk bahu Logan dengan sedikit keras.


"Jangan macam-macam dengan adikku !" Ucap Elthan kemudian berjalan pergi meninggalkan Logan


Logan langsung meminum minumannya sampai habis, kemudian berjalan kembali ke arah meja untuk meminta minuman lagi. Ia meminta lebih banyak minuman sebelum matanya menatap ke arah Yosi.


Sedangkan di tempat lain, seorang pria tampan mendekati Yosi dan mengajak wanita itu berdansa. Sebelum menerima tawaran pria itu, Yosi melirik ke arah Logan yang sedang menatapnya dengan penuh amarah. Ia pun menyeringai kemudian menerima tangan pria itu dan keduanya berjalan menuju lantai dansa.


Semua ini berhasil membuat Logan begitu marah.

__ADS_1


"Beraninya dia" gumam Logan tanpa sadar.


__ADS_2