Menikah Karena Dijual

Menikah Karena Dijual
MKD-Episode 28


__ADS_3

Gian berdiri di dekat sebuah pantai, ia menyandarkan tubuhnya ke mobil. Padahal sekarang sudah lewat tengah malam tapi Gian tidak pulang setelah menyelesaikan misinya bersama Elthan tadi. Ada sesuatu yang mengganggu pikirannya yaitu tentang Feza yang tidak mau bicara padanya.


Ini semua karena sepotong cokelat sialan itu.


Feza marah karena Gian mengambil cokelatnya, padahal Gian hanya ingin mengerjai Feza dan tidak benar-benar ingin mengambil cokelat itu, namun ternyata ide nya justru menjadi bomerang untuknya sendiri.


Dengan menarik napas panjang Gian membuka pintu mobil dan masuk kedalamnya, ia menyandarkan kepalanya dengan kedua mata terpejam. Hingga tiba-tiba sebuah ide muncul di otaknya. Dengan cepat Gian menyalahkan mesin mobil dan melajukan kendaraan beroda empat itu dengan sangat kencang.


*******


Sementara itu Feza sedang duduk di atas tempat tidurnya sambil memutar-mutar rambutnya, sedangkan pikirannya entah kemana.


Meskipun ia menikmati mendiamkan Gian seperti ini, tapi entah kenapa ia merasa tidak nyaman. Feza merasa ada bagian tubuhnya yang sedih karena mendiamkan Gian seperti ini, namun ia tidak bisa menjelaskan nya.

__ADS_1


Feza baru saja akan tertidur ketika pintu kamarnya di ketok dari luar. Ia mengerutkan keningnya dan bertanya-tanya siapa yang menemuinya malam-malam begini ?. Feza bangkit dan membuka pintu, senyumnya langsung mengembang saat melihat siapa yang berdiri di hadapannya. Ia hampir saja lupa bahwa saat ini ia sedang marah pada Gian seharusnya Feza menahan agar tidak tersenyum.


Gian yang melihat senyuman Feza merasa sangat lega, ia yakin kalau wanita itu sudah memaafkan dirinya. Namun saat melihat Gian tersenyum juga dengan cepat Feza merubah ekspresi.


Feza pergi dan hendak menutup pintu kamar nya lagi, tapi Gian langsung menahan nya. Pria itu mendorong pintu kamar Feza dengan kuat sehingga kembali terbuka lebar. Ia pun segera menyusul Feza ke atas tempat tidur.


"Apa yang kau lakukan ? Pergilah ! Aku ingin istirahat" ucap Feza kesal, tapi Gian tak menghiraukan ucapan Feza karena saat ini ia ikut duduk di atas ranjang.


"Maukah kamu memaafkan aku ?" Tanya Gian dengan lembut, ia menatap wajah cantik Feza.


"Aku akan mengganti cokelatmu dengan seember cokelat penuh" ucap Gian sambil berbalik untuk mengambil seembar cokelat yang tadi ia beli.


Kedua mata Feza saat melihat seember cokelat yang masih berada di tangan Gian. Ia menelan ludah dengan cepat karena merasa ngiler melihat cokelat yang begitu banyak itu. Feza ingin merebutnya dari Gian tapi pria itu langsung menjauhkan nya.

__ADS_1


"Aku akan memberikan cokelat ini, tapi kau harus minta maaf dulu karena telah mendiamkan aku"


"Apa ?" Feza langsung kehilangan kata-kata "Ini curang" sambungnya lagi.


"Apanya yang curang ?"


"Kau yang mengambil cokelatku, kenapa aku yang harus minta maaf ? Harusnya kau yang melakukan itu"


"Ya sudah aku tidak akan menyerahkan cokelat ini kalau kau tidak mau minta maaf" ucap Gian.


Mendengar hal itu Feza begitu kesal, ia menatap Gian dengan tajam seperti nya pria itu sengaja memutar balikkan keadaan. Harusnya pria itu yang meminta maaf bukan Feza.


Melihat Feza yang terdiam, Gian tak kehabisan akal lain "Aku akan memakan seember cokelat ini" Ucapnya sambil berdiri dan hendak pergi, tapi Feza langsung menahan tangan nya.

__ADS_1


"Ok aku minta maaf" ucap Feza yang akhirnya mengalah, ia pun langsung merebut ember cokelat itu dan memeluknya begitu erat. Gian tersenyum senang mendengar ucapan Feza.


__ADS_2