
Setiba di klub, keempat wanita itu duduk di ruang VIP klub tersebut. Sedangkan Elthan tidak ikut karena ada pekerjaan yang harus ia lakukan.
"Nov, ayo kita foto bersama !." Ajak Yosi.
"Tidak, aku sedang tidak mood melakukannya, kalian saja." Jawab Nova kemudian melirik ke arah Gian. "Gi, tolong ambilkan aku air putih" Pintanya pada Gian.
"Ok." Gian berdiri dan berjalan ke bar, namun disana ia melihat Feza sedang berjoget dengan seorang pria. Kemarahan tiba-tiba muncul di dirinya. Jadi setelah mengantar pesanan Nova, ia segera turun ke lantai dansa dan mendekati Feza. Melingkarkan kedua tangannya di pinggang wanita itu.
Sedangkan pria yang berjoget dengan Feza tadi sudah pergi, setelah mendapatkan tatapan tajam dari Gian.
"Apa yang kau lakukan ?, apa kau ingin berjoget juga ?." Tanya Feza, semburat merah muncul di kedua pipinya.
"Hmmmm." Hanya itu balasan Gian, namun sudah berhasi membuat Feza tersenyum.
Sedangkan di sisi lain, entah kenapa setiba di klub Nova merasa tidak enak badan. Kepalanya sedikit pusing. Membuatnya memutuskan untuk ke kamar mandi setelah berpamitan dengan Yosi.
Setiba di kamar mandi, Nova menyandarkan tubuhnya di dinding sembari memegangi kepalanya.
Setelah beberapa saat, Nova keluar dari kamar mandi. Ia begitu terkejut saat melihat seorang wanita yang berdiri di hadapanya.
"Apa kamu baik-baik saja ?." Tanya wanita itu pada Nova.
Kening Nova mengkerut dalam, mungkin bertanya-tanya siapa wanita ini.
"Perkenalkan aku Chica, aku salah satu anak buah tuan Elthan, ini pertama kali kita bertemu. Tadi tuan Elthan menugaskan saya untuk menjaga kalian di klub ini" Jelas wanita yang mengaku bernama Chica itu.
"Oh." Nova menganggukan kepalanya "Aku sedang tidak enak badan, kepalaku sakit sekali".
"Kalau begitu ayo kita pulang." Ajak Chica seraya meraih tangan Nova.
"Tapi Feza belum tiup lilin dan potong kue."
"Nanti aku akan mengirim pesan padanya, dia pasti akan mengerti apalagi sekarang kamu sedang tidak enak badan."
__ADS_1
"Tidak apa-apa, aku bisa menahannya kok. Ini kan hari ulang tahunnya, dia pasti akan sedih jika aku tidak ada." Nova mencoba memprotes.
"Percayalah, Feza tidak akan marah. Aku tidak ingin Tuan Elthan marah karena tidak membawamu pulang dalam keadaan seperrti ini."
Mendengar hal itu, Nova menghela napas sambil mengangguk. Chica meraih tangannya dan membawanya keluar melalui pintu belakang.
"Ini bukan jalan keluar." Ucap Nova.
"Aku tahu, tapi di depan ada banyak media. Jadi aku memilih pintu ini untuk keluar." Jawab Chica. Ia juga mengangguk pada pengawal saat mereka di hentikan dan bertanya hendak kemana.
"Nona Nova sedang tidak enak badan, jadi aku membawanya pulang." Jelas Chica pada pengawal itu.
Karena Chica adalah salah satu anak buah Elthan tidak ada yang curiga padanya. Kedua pengawal itu membiarkan Chica dan Nova pergi.
Setelah memasuki mobil dan menyalahkan nya, Chica mengeluarkan botol minum dan memberikannya pada Nova.
"Minumlah ! Siapa tau pusingmu akan sedikit hilang".
"Makasih." Ucap Nova seraya meraih botol minum itu dan meneguk isinya.
Sebelum menginjak pedal gas, Chica meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Aku akan membawanya kesana, kosongkan kamar untuk tamu kita." Ucapnya dengan tawa keras, ia menatap Nova dan mengambil dompet serta ponsel wanita itu.
Chica melempar ponsel itu dan melajukan mobilnya melewati benda itu sampai rusak parah. "Kali ini Elthan tidak bisa melacakmu, giliran ku yang memegang gelar." Gumamnya menyeringai.
*
*
*
"Dimana Nova ? Tadi dia izin ke kamar mandi tapi sampai sekarang dia belum juga kembali." Ucap Yosi dengan suara lantang.
__ADS_1
Issabele langsung memanggil Gian dan menceritakan tentang Nova.
"Hubungi nomornya Za !. Aku akan memeriksa kamar mandi dan memanggil pengawal ."
Tapi setelah memeriksa kemana-mana, Nova tak kunjung di temukan. Gian kembali dan bertanya apakah Nova sudah di temukan. Tapi serempak ketiga wanita itu menggeleng.
"Kacau" Umpat Gian.
Tidak ada cara lain, Gian pergi keruang CCTV bersama Yosi dan yang lainnya . Disana mereka melihat Nova pergi bersama Chica melalui pintu belakang.
"Syukurlah kalau dia bersama Chica, ku pikir dia di culik" Ucap Yosi menghela napas legah.
Issabele menata video itu dengan seksama "kenapa perasaan ku tidak enak ?" Gumamnya
"Hubungi Chica !." Pinta Gian.
Dengan cepat Issabele menghubungi nomor Chica namun nomor tersebut tidak aktif lagi. "gak aktif." Ucal Issabele.
"Ini kacau, kakak akan membunuh kita kalau terjadi apa-apa sama Nova." Sahut Yosi bingung.
"Kenapa juga Chica tidak menjawab teleponnya" Ujar Feza seraya menghela napas kesal.
Karena tak punya pilihan lain, mereka semua kembali ke mansion dan melupakan acara ulang tahun. Disana Gian meminta Ken menghubungi Chica karena setahunya kalau kedua orang itu menjalin hubungan.
Sebisa mungkin Gian menjelaskan pada Elthan kalau Nova pergi bersama Chica, tapi pria itu tetap marah.
"Kamu tau, aku tidak bisa mempercayai siapapun sekarang." Teriak Elthan dengan marah.
"Apa yang kau katakan bos ?, bukankah kau bilang kalau Chica adalah keluarga kita." Sela Ken yang tak terima tentang ucapan Elthan.
"Kamu akan melihat siapa yang keluarga dan siapa yang bukan....... Lacak mobilnya !." Balas Elthan.
"Dia adalah pacarku, kamu tidak bisa menyalahkannya seperti ini."
__ADS_1
Saat Ken sedang memperdebatkan pacarnya, Issabele mundur kebelakang dengan senyum pedih, ia telah menyukai Ken sejak pertama kali bertemu. Namun pria itu selalu mengabaikannya dan justru menjadikan Chica bagian dari hidupnya.
"Lacak mobilnya !." Kembali Elthan berteriak. Ada alasan lain mengapa ia sangat mencurigai Chica.