Menikah Karena Dijual

Menikah Karena Dijual
MKD-EPISODE 21


__ADS_3

aSetiba di Bandara seorang pria botak yang mungkin pengawal Elthan membukakan pintu mobil. Nova membangunkan Yosi dan Feza karena keduanya terus tertidur di perjalanan.


"Ada apa ?" Tanya Feza dengan suara serak.


"Bangun tuan putri ! Kita sudah sampai di Bandara" jawab Gian sinis. sambil tersenyum kaku.


Feza langsung membuka matanya dan menatap Gian dengan tatapan jijik "ya tuhan, pasti sekarang hariku akan jauh lebih menyebalkan" ucap Feza, sementara Nova menahan tawanya saat melihat ekspresi Gian.


"Kenapa ?" Tanya Gian begitu polos.


"Karena aku mendengar suaramu saat aku bangun tidur" teriak Feza di wajah Gian, sebelum akhirnya keluar dari mobil dan berjalan menuju jet.


Nova menghela napas, tersenyum kemudian menepuk pundak Gian. Saat ini pria itu masih berdiri di sampingnya dengan raut wajah penuh kebingungan.


"Apa hubungan nya suaraku dengan harimu yang menyebalkan ?" Gumam Gian.


Detik itu juga tawa Nova meledak, sementara Yosi menatap Gian seperti pria bodoh.


"Kau benar-benar bodoh kak Gian" ucap Yosi kemudian ia dan Nova berjalan menuju jet.


Ada dua jet disana, yang satu dengan ukuran yang besar, sementara satunya tampak seperti jet keluarga tapi tidak terlalu kecil.


"Siapa pemilik jet ini ?" Tanya Nova pada Yosi.


"Kedua jet ini milik kakak ku" jawab Yosi sambil tersenyum.


"Kamu, aku, kak Gian, Kak Elthan dan Feza akan naik di jet itu" Yosi menunjuk salah satu jet itu menggunakan jarinya.


Nova menaiki tangga jet yang tadi di beritahu oleh Yosi. Di dalam sana ia terpanah karena penampakan jet itu sangat mewah.


"Ini menakjubkan" gumam Nova.


"Aku mau tidur lagi" ucap Yosi kemudian berjalan ke arah pintu dan membukanya, mungkin itu adalah kamar tidur pikir Nova.


Nova duduk bersama dengan Feza, ia memilih kursi di dekat jendela. Nova bingung saat melihat Feza dengan raut wajah kesal.

__ADS_1


"Kamu kenapa ?" Tanya Nova


Feza menatap Nova sambil cemberut "kenapa tadi kamu tidak membangunkan ku, suara Gian yang keras dan menyebalkan masih terngiang di kepalaku"


"Oh itu masalahnya" Nova kembali tertawa saat mendengar ucapan Feza "lagian kenapa kalian selalu bertengkar ?"


"Karena dia yang selalu mencari masalah dengan saya " jawab Feza sambil menunjuk ke arah Gian yang saat itu sedang berdiri.


"Apakah semua orang sudah masuk ?" Tanya Gian dengan suara lantang.


"Dasar buta" gumam Feza sambil memutar matanya.


"Apa katamu ? Coba katakan lagi !" Kata Gian yang rupanya mendengar gumaman Feza.


"Ternyata selain buta kamu juga tuli" ucap Feza Sambil tersenyum manis ke arah Gian.


"Kau----" Gian tampak mengepalkan tangannya untuk menahan amarah, ekspresi nya justru terlihat sangat lucu sekarang.


"Gian duduk ! Pesawat nya akan segera lepas landas" pinta Elthan dan langsung menuju tempat duduk tepat di seberang kursi yang Nova duduki.


*******


Salah satu alasan kenapa ia membawa semua orang ke Italia memang untuk merayakan ulang tahun Yosi. Tapi ia juga sedang ada pekerjaan lain, Elthan harus bertemu dengan salah satu mafia terkuat yang ternyata teman dekat nya.


Sambil menghela napas, Elthan menutup laptopnya, ia menoleh ke samping dan ternyata Feza sudah tertidur. Tapi tidak dengan Nova, wanita itu sedang menatap keluar jendela sambil mengigit bibir bawahnya.


"Dia hanya milikku" batin Elthan.


******


Beberapa jam kemudian jet mendarat di Bandara Italia, mereka semua keluar dan disana sudah menunggu dua mobil untuk menjemput. Yosi tersenyum sambil meregangkan tubuhnya.


"Akhirnya aku pulang" ucap Yosi.


"Apa maksud mu ?" Tanya Nova bingung.

__ADS_1


"Italia adalah tanah kelahiran ku dan kak Elthan, dan lagipula Kak Elthan orang yang paling berkuasa di negara ini"


"Kenapa aku tidak tahu hal ini ?" Tanya Nova lagi, ia benar-benar bingung.


"Ah kau terlalu banyak bertanya Nova, ini bukan urusan mu" ucap Yosi kemudian.


Nova terdiam, benar apa yang di katakan Yosi kalau ini bukan urusan nya. Tapi ia benar-benar tidak tahu kalau Yosi dan Elthan adalah orang berkuasa di negara Italia.


"Apa aku akan satu mobil dengan mu Yos ?" Tanya Nova saat Yosi sudah memasuki sebuah mobil.


"Tidak, karena kamu punya mobil sendiri" jawab seseorang di belakang Nova.


Nova langsung menoleh ke belakang, ia menatap Elthan bingung "Yang mana ?" tanya nya


"Itu" tunjuk Elthan pada sebuah mobil mewah berwarna hitam.


"Ok" ucap Nova tanpa menunjukan kekaguman nya pada mobil mewah itu. entah siapa yang menyiapkan semua itu, namun siapapun orangnya Nova ingin berterima kasih karena orang itu tau selera Nova.


Ketika Nova dan Elthan berjalan menuju mobil mereka, banyak pria yang berpakaian serba hitam membungkuk hormat pada Elthan, mungkin sekitar 30 orang disana. yang membuat Nova semakin yakin kalau Elthan benar-benar berkuasa di negara ini.


"Oh sayang ku" Nova langsung menghentikan langkahnya saat mendengar suara Gian mengatakan kata sayang. ia penasaran kepada siapa pria itu mengatakan hal itu.


Nova segera berbalik, ia melotot saat melihat Gian sedang memeluk sebuah mobil hitam seperti sedang memeluk kekasihnya.


"Dasar lebay" ucap Feza dengan nada mengejek.


Namun Gian tak peduli, ia memang sangat merindukan mobil kesayangan nya itu. sudah lama Gian tidak mengendarainya.


*****


Sementara itu di tempat lain, seorang pria sedang duduk di sebuah kursi sambil menatap anak buahnya.


"Dimana dia sekarang ?" tanya nya, ruangan itu begitu gelap karena hanya ada satu bola lampu yang menyala.


"Di Italia Tuan, dia bersama keluarga Tuan Elthan sekarang" jawab anak buahnya.

__ADS_1


"CK, kamu salah jika berada disana, karena kehidupan mu yang sebenarnya akan segera di mulai" ucap orang itu.


"apapun yang ingin kau lakukan, maka lakukanlah dengan cepat, aku sudah tidak sabar lagi"


__ADS_2