
Didalam ruangan itu ada berbagai senjata disana, Nova bertanya-tanya untuk apa Elthan menyimpan semua ini.
Sebelum pikiran negatif menyerangnya, Nova segera berbalik dan keluar dari ruangan itu. Ia kembali menyusuri lorong dan kembali menemukan sebuah ruangan yang pintunya sedikit terbuka. Karena penasaran Nova membuka pintu itu semakin lebar.
Sama seperti ruangan tadi, disana juga ada banyak senjata yang berbaris di dinding. Sebenarnya apa yang Elthan sukai, dan Nova perlu mendapatkan jawaban dari pria itu. Takut dan bingung ia kembali keluar, namun sebelum mencapai pintu ia ingat harus memberikan teh kepada Baron. Jadi Nova kembali masuk keruangan tersebut.
"Ruangan apa ini sebenarnya ?" Tanya Nova pada diri sendiri.
Nova berjalan mendekati meja, ia meletakkan secangkir teh itu di atasnya. Matanya tiba-tiba menatap sebuah berkas membuat jiwa penasaran Nova meronta-ronta hingga membuka berkas tersebut.
Seketika air mata Nova menetes dengan deras setelah membaca berkas tersebut, disana tertulis pekerjaan Elthan selama ini yaitu sebagai pembunuh bayaran dan perdagangan organ manusia. Hati Nova sakit seperti mendapat pengkhianatan.
Sebelum Nova membaca lebih banyak tiba-tiba terdengar suara seseorang terbatuk, ia berbalik dan melihat Baron berdiri tak jauh darinya.
"Kenapa kamu membaca semua itu ?" Ucap Baron menatap wajah Nova "Tapi berhubung kau sudah tau, maka izinkan aku menjelaskan semuanya"
Air mata Nova semakin banyak keluar walau ia sudah berusaha menahan nya "Jadi kamu tau semua ini ?"
__ADS_1
"Tentu saja Nova, aku bekerja untuknya. Aku membunuh siapapun yang dia inginkan dan aku mendapat bayaran" jelas Baron seraya mengangkat kedua bahunya.
"Apa kau tau kalau tuan Elthan itu sangat mengerikan, dia akan membuat seorang wanita jatuh cinta, dan setelah ia mendapatkan wanita itu dia akan membunuhnya" tambah Baron sambil duduk di sebuah kursi.
"Kau pasti berbohong" teriak Nova
"Terserah kau mau percaya atau tidak, Lagi pula kau sudah membaca berkasnya. Kalau kamu mau membaca lebih banyak silahkan !"
Nova seperti merasakan benjolan di tenggorokan nya, ia menahan diri agar tidak menangis lebih kencang. Sambil menggelengkan kepalanya, Nova menatap Baron yang tersenyum ke arahnya.
Nova merasa tidak percaya dengan semua ini, ia mengusap rambut panjangnya.
"Terus apa yang harus aku lakukan ?" Tanya Nova berusaha tenang.
"Kamu harus segera mengemasi barang-barangmu dan keluar dari rumah ini, tapi kamu jangan kembali kerumahmu karena Tuan Elthan pasti akan menemukanmu disana. Aku akan memberimu alamat jadi pergilah kesana !"
Nova mengangguk kemudian segera berlari keluar untuk segera bersiap pergi sebelum ada orang yang melihat.
__ADS_1
******
"Semuanya berjalan sesuai rencana, dia akan segera pergi dan dia menjadi milikmu sepenuhnya. Pastikan mereka tidak dapat menemukannya !" Ucap Baron di sambungan telepon.
Setelah mengatakan hal itu, Baron menutup telepon dan menyeringai.
"Permainan sudah di mulai, Tuan Elthan yang tampan" batinnya kemudian.
Sementara itu Nova sedang berkemas untuk meninggalkan mansion milik Elthan. Tidak ada yang mencurigai gerak-geriknya. Ia sudah membeli tiket untuk pulang ke Indonesia, walaupun Baron memberikan alamat lain tapi tetap saja Nova pulang ke tanah airnya, ia merindukan kenyamanan di apartemennya.
Nova sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau ia tidak akan kembali pada Elthan, pria itu monster menurutnya, dia adalah Mafia terkejam.
Tapi tunggu !!
Sepertinya Nova mengingat sesuatu ?
Bukankah waktu itu Elthan pernah mengatakan tentang mafia, Nova tidak menyangka kalau mafia yang Elthan ceritakan adalah dirinya sendiri.
__ADS_1