Menikah Karena Dijual

Menikah Karena Dijual
MKD-Episode 37


__ADS_3

"Bagaimana dia bisa keluar dari rumah ini tanpa ada yang menyadarinya ?" Teriak Elthan menggema.


"Tadi Nona mengantarkan teh padaku, tapi setelah itu dia mengatakan akan pergi berbelanja" jawab Baron


"Lalu dimana penjaga yang ku tugaskan menjaganya ?" Kembali Elthan melayangkan pertanyaan, berusaha menahan semua amarah yang ia rasakan.


"Kami benar-benar tidak tau Tuan, kapan Nona Nova meninggalkan Mansion" jawab seorang pria yang memakai jas berwarna hitam.


"Apa aku membayar mu untuk bekerja seperti ini" Elthan mengeluarkan senjatanya dan mengarahkan benda itu pada pria berjas hitam, namun sebelum Elthan berhasil menekan pistol itu dengan cepat Gian merebutnya.


"Tenang dulu tuan" ucap Gian


"Jangan meminta aku untuk tenang, kalian semua tahu kalau hidup Nova dalam bahaya. Bagaimana bisa kalian bisa seceroboh ini" teriak Elthan di hadapan Gian.


Tiba-tiba Feza berlari memasuki ruangan, napas wanita itu terengah-engah.


"Lapor bos, saya berhasil melacak keberadaan Nova" ucap Feza.


"Berdoalah semoga dia baik-baik saja, karena kalau sampai dia kenapa-napa kalian semua yang akan membayarnya"


*


*


*


Nova terbangun dari tidurnya, ia meregangkan tubuhnya yang terasa pegal. Kedua matanya masih setengah tertutup membuatnya tidak menyadari kalau ada seseorang dalam ruangan itu.

__ADS_1


"Selamat pagi..."


Senyum Nova langsung mengembang saat mengenali suara itu, tapi beberapa saat kemudian kesadaran menghantamnya, ia mengingat kejadian kemaren, membuat Nova langsung membuka mata dan merubah posisi menjadi duduk.


Disana Elthan duduk dengan keagungan nya, pria itu mengenakan kemeja putih dengan jas berwarna hitam. Rambutnya berantakan namun tetap saja pria itu begitu tampan walau sekarang wajahnya tanpa ekspresi.


"Apa yang kau lakukan disini" tanya Nova dengan nada marah, ia berdiri dari tempat tidur, meletakkan kedua tangan nya di pinggang.


Elthan menarik napas dalam-dalam dan menutup matanya sejenak, kemudian membuka nya lagi dan menatap Nova.


"Kemarilah !" Elthan memberi isyarat pada Nova agar wanita itu mendekat.


Nova menelan ludahnya susah payah, Elthan memang pria yang sangat tampan. Tapi sesaat kemudian Nova ingat kalau pria itu adalah seorang penjahat.


"Apa kau pikir aku akan menuruti keinginan mu" balas Nova. Memang seharusnya ia harus bersikap seperti itu, Elthan adalah seorang pembunuh seperti yang di katakan Baron.


"Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu itu ! Karena tanganmu sudah berlumuran darah seseorang yang tidak bersalah" ucap Nova seraya menatap tajam ke arah Elthan.


Elthan bingung mendengar ucapan Nova "Apa yang kamu katakan ?" Tanya Elthan, ia berusaha menahan untuk tidak menyentuh Nova sesuai keinginan wanita itu.


"Apa kamu pikir aku tidak tau apa pekerjaamu selama ini ?"


Elthan kembali menghela napas, saat ini ia sebenarnya sangat lelah. Semalaman ia tidak tidur demi mencari dan menemukan Nova.


"Kamu membunuh orang untuk mencari nafkah, kamu membunuh orang demi uang, dan kamu juga akan mengambil perusahaan ku, dasar pria brengsek" teriak Nova, jari telunjuknya menunjuk ke arah wajah Elthan.


"Apa yang kamu katakan ?, Aku tidak pernah punya tujuan untuk merebut perusahaan mu, aku sudah banyak uang sekarang" bentak Elthan kemudian, ia sudah muak mendengar omong kosong Nova.

__ADS_1


"Tapi kamu sudah banyak membunuh orang, kamu adalah Mafia" Pekik Nova, membuat Elthan membeku seketika. Elthan tahu kalau Nova pasti akan mengetahui rahasia ini, tapi kenapa harus sekarang ?, Elthan belum siap untuk itu.


"Dengar Nova !, Kamu salah mengartikan semua ini. Aku tidak melakukan--" belum selesai Elthan meneruskan ucapannya, Nova langsung memotong.


"Tinggalkan aku sendiri !" Teriak Nova lagi.


"Aku tidak bisa, dan aku tidak akan melakukan nya"


Nova tersentak, air matanya mengalir membasahi pipi. Bibirnya bergetar. Nova menghela napas, bersama dengan ketakutan nya ia mengusap air matanya.


"Kamu ikut aku ! Dan kemasi barang-barang mu !" Pinta Elthan, kali ini suaranya terdengar lembut, ia tidak kuat melihat wanita yang ia cintai menangis.


"Tidak, aku tidak mau ikut dengan mu"


"Dengar Nova !, Tolong jangan membantah sekarang kamu harus ikut dengan ku"


"Kalau aku bilang tidak mau ya tidak mau"


"Cukup !" Ucap Elthan, ia berjalan mendekati Nova dan mengangkat tubuh wanita itu seperti karung.


Nova terkejut dengan perlakuan Elthan, ia berontak dan berteriak.


"Turunkan aku ! Ku bilang turunkan aku!" Teriak Nova sambil memukul punggung Elthan.


"Diam !" Pinta Elthan dengan tegas.


"Dasar bajingan"

__ADS_1


__ADS_2