Menikah Karena Perjanjian

Menikah Karena Perjanjian
Bab. 21


__ADS_3

Anindira yang tidak sabar menunggu papanya lepas dari penjara,saking tak sabarannya menunggu pak Mahendra terbebas dan menghirup udara bebas yang sudah hampir tiga bulan mendekam dibalik jeruji besi.


"Kak Aswin kok papaku lama banget yah, apa jadi nggak papa bebas hari ini atau jangan-jangan papa enggak jadi dibebaskan lagi," khawatiran dan kecemasan melanda hatinya itu.


"Kamu harus sabar, insyaAllah pasti bebas kok hari, lagian apa alasannya pihak kepolisian untuk menahan pak Mahendra sedang beliau sama sekali tidak bersalah dan semua bukti sudah membuktikan bahwa beliau sama sekali tidak terbukti bersalah sedikitpun, pengacara keluarga yang ditugaskan oleh Tuan Muda Alzam dan Tuan Besar Mahawira bukanlah pengacara kacang-kacangan," tuturnya Azwin yang berusaha membujuk Anin adiknya yang baru diketahuinya dua minggu lalu.


"Non Muda Anin apa enggak capek dan lelah mondar mandir ke sana kemari, jujur saja kamu yang mondar-mandir malah aku yang capek melihatnya," candanya Azwin.


Anin segera menghentikan langkahnya itu dan menatap jengah ke arah pria yang sejak menikah dengan Alzam menikahinya selalu menjadi supir pribadinya itu.

__ADS_1


"Kamu nanya?! Kamu bertanya-tanya!?" Ketusnya Anindira.


"Kamu ternyata selalu update kata-kata seperti itu juga rupanya," balasnya Aswin pria yang ternyata adalah kakak kandungnya Anin yang terpisah dengannya sejak Anin berusia kurang lebih dua tahun kala itu.


"Harus dong supaya enggak ketinggalan apa saja yang menjadi trend dan yang lagi viral," pungkasnya Anin yang kembali berjalan ke arah depan pintu.


Untungnya berkat bantuannya Alzam, walaupun dia membantu istrinya dengan cara tarik ulur untuk mencari bukti tidak keterlibatannya Pak Primus Mahendra dalam kejahatan yang dituduhkan kepadanya. Tetapi, berkat cintanya kepada Anin perempuan yang awalnya dinikahinya karena alasan perjanjian mereka setelah dua tahun dan memiliki anak barulah mereka akan bercerai secara otomatis.


Anin berlari kecil ke arah papanya dengan penuh suka cita saking bahagianya sampai-sampai menangis tersedu-sedu memeluk tubuh papanya itu. Dia tidak ingin membahayakan nyawa dan keselamatan kedua bayi kembarnya jika, dia berlari kencang.

__ADS_1


"Alhamdulillah akhirnya Papa juga bisa terbebas, aku senang banget pa bisa dipertemukan kembali dengan papa," imbuhnya Anin dengan air matanya yang masih setia menetes membasahi pipinya itu.


Pak Primus pun membalas pelukan putri tunggalnya sekaligus anak sulungnya itu.


"Papa juga sangat bahagia dan gembira akhirnya Allah SWT kembali mempertemukan kita lagi, semoga kamu selalu dalam lindungan Allah SWT dan bahagia tanpa ada papa yang mendampingimu beberapa bulan ini," ungkapnya Pak Primus yang juga ikut meneteskan air matanya saking bahagianya karena masih diberikan kesempatan dan waktu untuk bertemu kembali dengan putrinya itu.


"Papa baik-baik saja kan selama tinggal di dalam tahanan, enggak ada kan yang g gangguin papa selama di dalam sana?" Tanyanya Anin yang takut jika ada yang jahatin dan melakukan kekerasan terhadap papanya itu seperti mungkin memukuli dan juga membully papanya itu.


Anin segera melepas pelukan Papanya itu sambil mulai memutar-mutar tubuhnya pak Hendra seperti seseorang anak kecil saja yang baru pulang dari bermain dengan teman sejawatnya. Pak Primus Mahendra hanya tersenyum menyikapi dan menanggapi perkataan dari mulut anaknya itu.

__ADS_1


__ADS_2