
Alzam duduk dengan tegak di hadapan pak penghulu perwakilan dari KUA setempat.
"Apakah Tuan Muda sudah siap untuk saya nikahkan dan mengucapkan ijab kabulnya?" Tanyanya Pak Penghulu sambil menatap ke arah Alzam.
"Saya siap Pak Penghulu," jawabnya Alzam.
"Baik karena ayah kandungnya Nona Anindira sedang di penjara dan tidak bisa hadir di sini sehingga mewakilkan kepadaku sebagai perwalian nikahnya Anindira, kalau begitu ikuti apa yang saya ucapkan," Saya nikahkan dan kawinkan engkau ananda Alzam Khair Mahawira dengan Anindira Mahika Mahendra binti Mahendra Abdi Prayoga dengan mas kawin uang sebesar 400 juta, seperangkat emas 24 karat dan alat sholat dibayar tunai!" Ucapnya pak Penghulu.
Alzam menatap tajam ke arah dalam bola matanya Pak Alfinatul Aldiansyah sebagai penghulu yang ditunjuk sebagai wali nikah yang bertugas menikahkan Alzam dan Anin.
"Saya terima nikah dan kawinnya Anindira Mahika Mahendra binti Mahendra Andi Prayoga dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," ucapnya Alzam dengan penuh kesungguhan dalam sekali tarikan nafas.
"Bagaimana apakah sah?" Tanyanya Pak Alfi sembari mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan tersebut yang hanya dihadiri sekitar dua puluh orang saja.
"Sah!?" Jawabnya mereka semua yang terdiri dari adik kembarnya, sepupu, sahabat terbaiknya dan juga asisten pribadinya Alzam yaitu Adli Melviano,
Andra Ramadhan, Arion Khaizan, Ayudia Khaira dan Ayunda Khaura Mahardhika mengucapkan kata sah dengan suara yang cukup tinggi sehingga menggema memenuhi seluruh sudut ruangan tersebut.
"Syukur Alhamdulillah," ucapnya Pak Alfi sambil membaca beberapa doa untuk pernikahan keduanya dan mengucapkan beberapa kata nasehat pernikahan tentang tanggung jawab seorang suami dan bagaimana berhubungan dengan istri sesuai tuntunan Rasulullah Saw dan syariat Islam.
"Ya Allah… semoga keputusanku kali ini tepat, dan pernikahan kami bahagia walaupun hanya pernikahan perjanjian saja tapi saya berharap akan bahagia nantinya," bathinnya Anin yang langsung menggelengkan kepalanya dan sesekali menepuk keningnya itu.
Art yang melihat apa yang dilakukan oleh istri dari Tuan Mudanya saling bertatapan satu sama lainnya sembari menautkan kedua alisnya mereka.
__ADS_1
"Ahh kenapa aku bisa berharap dan berfikiran seperti itu seharusnya aku tidak boleh sampai terlalu berharap pada pernikahan ini, aku takut jika seperti ini akan selalu membuat aku terjatuh ke dasar jurang kesedihan," gumam Anindira.
Duo kembar Ayunda dan Ayudia segera berjalan ke arah dalam kamar untuk menjemput kakak iparnya itu dengan berjalan cepat agar tidak membuang moments dan waktu baik.
Ayudia dan Ayunda terpesona dan takjub melihat istri dari kakak sulungnya itu. Mereka sungguh terpana akan pesona dan kecantikan alami yang ditujukkan oleh Anindira Mahika gadis berusia 21 tahun itu yang baru saja menyandang status sebagai seorang istri pengusaha muda paling berpengaruh di dalam negeri.
"Masya Allah… kakak ipar sangat cantik, pantesan Abang tidak mau dijodohkan dan sangat menentang perjodohanya dengan siapapun ternyata secantik ini istrinya rupanya," pujinya Ayunda yang sudah berdiri di depan Anin.
"Subhanallah cantiknya, Mbak Anin sangat membuatku pangling loh, padahal kita sama-sama perempuan cantik,tapi pesona Mbak hari ini melebihi dari kami berdua dan semua perempuan yang hadir di dalam apartemennya kakak," timpalnya Ayudia sambil menangkupkan kedua tangannya di pipinya Anin.
"Hush! sudah mujinya sudah saatnya kakak ipar di bawah ke depan menemui suaminya sang pangeran tampan Abang Alzam Khair Mahawira," cegahnya Ayunda sambil memegang kedua tangannya Anin yang berperan sebagai bridesmaid.
Anin tersipu mendengar perkataan dan pujian dari adik sambung suami perjanjiannya itu.
"Kakak ipar bisa saja, kalau kami bilang cantik pasti cantik,selama ini penilaian kami itu tidak pernah salah dan meleset, Iya kan Ayudia?" Ayunda sudah berjalan menggandeng dan mengapit tangan pengantin baru itu sembari berbincang-bincang santai bersama.
"Yoi betul pakai banget malah, Mbak ini cantik dari sononya kok jadi dipoles dengan make senatural mungkin pasti akan tetap terpancar kecantikannya Mbak," imbuhnya Ayudia.
Anin hanya tersenyum tulus menanggapi segala bentuk pujian dari orang-orang yang melihatnya itu.
"Alhamdulillah adik-adiknya baik padaku, semoga saja kedepannya bisa bersahabat denganku," batinnya Anin.
Anin sudah duduk di sampingnya Alzam pria yang baru dalam hitungan menit menjadi suaminya itu. Alzam masih belum mengalihkan perhatiannya dari pembicaraannya dengan pak Alfi sang penghulu mengenai beberapa hal tentang pernikahannya.
__ADS_1
Anin sudah duduk dengan tenang di sampingnya Alzam tanpa berniat untuk mengusik dan menggangu aktifitas dari suaminya itu. Hingga perkataan dari adik sepupunya mampu menghentikan perbincangan keduanya.
"Tuan Muda Alzam sungguh tidak peduli sedikitpun dengan kehadiran seorang perempuan cantik yang betul-betul mampu membuat pesona Arion Khaizan menyeruak dan aku sampai meleleh melihat begitu indah senyumannya itu," imbuhnya Arion yang memang terkenal pria casanova itu.
Pletak!
Kepalanya Arion terkena pukulan mesra dari Andra Ramadhan.
"Auh sakit loh! Dipukulin seperti itu juga tetap sakit," keluhnya Arion yang membuat semua orang tertawa terbahak-bahak termasuk Anindira.
Alzam spontan langsung mengalihkan perhatiannya ke arah tepat wajahnya Anindira gadis cantik yang memang memiliki pesona kecantikan alami yang bagi siapapun melihatnya pasti akan jatuh hati padanya dengan terkagum-kagum.
Alzam menatap tak jemu wajah istri perjanjiannya itu dengan seksama," memang benar apa yang dikatakan mereka, setelah dimake over dia berubah dari angsa buruk rupa menjadi itik emas," bathinnya Alzam yang tidak menampik akan hal itu.
"Ya Allah… aku sungguh malu diperhatikan seperti ini dari banyak orang, ternyata seperti ini rasanya menjadi pengantin baru, padahal semua ini hanya pernikahan selama dua tahun saja dan setelah saya bisa memberikan dia anak laki-laki kami secara otomatis sudah cerai," Anin membatin.
Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah mendapatkan begitu banyak pujian dan ucapan selamat serta doa restu dari sekitar lebih 20an orang itu. Anin dan kedua adik ipar kembarnya saling bercengkrama dengan beberapa tamu undangan yang sengaja dihadirkan oleh Alzam termasuk sahabatnya Anin yang dua orang itu.
Anandita dan Azkia sahabat sejak mereka duduk dibangku sekolah menengah atas hingga sampai perkuliahan masih menjalin hubungan yang cukup baik dan akrab.
Sedangkan di tempat lain, "Bang, kenapa sih meski pernikahannya dirahasiakan segala dari Kakek nenek dan Mama, apa sebaiknya mereka tahu kalau mendapatkan anak dan cucu mantu yang sangat cantik dibandingkan dengan mantan abang dan beberapa gadis yang dijodohkan kepada Abang?" Tanyanya Arion Khaizan.
"Aku ingin memberikan mereka kejutan pas buka nanti, tapi tolong masalah mantanku Aurellia jangan sekali-kali menyebut namanya di depan Anindira istriku ini berlaku untuk kalian semua!" jawab Alzam dengan tegas yang tersenyum penuh maksud.
__ADS_1