
Alzam tersenyum bahagia setelah mengetahui jika Istrinya menikmati makanannya dengan lahap bahkan memujinya.
"Bismillahirrahmanirrahim, semoga makanan ini membuatku semakin bertenaga dan bersemangat untuk menjalani kehidupan sehari-hariku, bayiku juga sehat," lirihnya Anin sembari menyantap makanannya itu dengan lahapnya tanpa peduli dengan keadaan sekitarnya.
Padahal seseorang tersenyum bahagia melihat reaksinya Anin," Alhamdulillah kamu suka dengan masakanku,besok atau mungkin malam aku akan masakin lagi apa yang kamu inginkan," cicit Alzam yang menutup rapat pintu kamarnya dengan sangat pelan agar kebersihannya tidak diketahui oleh Anindita istrinya itu.
"Alhamdulillah aku bersyukur karena Anindira menyukai masakanku, insya Allah sebentar malam aku akan masakin makanan yang lebih spesial dari itu," Gumamnya Alzam yang tersenyum penuh kebahagiaan.
Alzam menuruni tangga rumahnya itu dan berjalan ke arah dapur,ia ingin bertemu dengan asisten rumah tangganya sebelum berangkat ke kantor.
"Mbak Mayang dan Mbak Sri Mulyani juga belum balik dari kampung halamannya,berarti hanya Mbak Lia dengan Mbak Aisyah yang ada di rumah," cicitnya Alzam.
__ADS_1
Alzam terus berjalan ke arah dalam rumahnya itu dan mendapati kedua asisten rumahnya sedang bekerja. Ada yang membersihkan lantai, ada yang membersihkan perabot furniture rumahnya.
Mbak Aisyah yang dipanggil segera berjalan tergesa-gesa ke arah tuan mudanya itu.
Aisyah menyimpan peralatan bersih-bersihnya itu, "Iya Tuan Muda," balasnya Aisyah.
"Mbak Aisyah tolong dijaga baik-baik nyonya muda jangan biarkan dia melakukan pekerjaan berat apapun itu, dan satu hal lagi jika ingin makan makanan apapun tolong cepat penuhi keinginan dan permintaannya, karena saya tidak ingin calon penerusku ngeces nanti," jelasnya Alzam.
Mbak Aisyah tersenyum penuh bahagia mendengar perkataan dari Tuan mudanya.
"Iya istriku hamil, tolong jaga dia baik-baik, karena mungkin malam baru saya balik dari kantor," ujarnya Alzam kemudian segera meninggalkan dapur.
__ADS_1
Mbak Aisyah dan Mbak Lia berpelukan saking bahagianya mendengar berita gembira, jika Anindira akhirnya setelah tiga bulan menunggu akhirnya Anindita hamil juga.
"Pasti Nyonya Renata jika mengetahui anak menantunya hamil pasti akan sangat bahagia,ingat kita harus menjaga baik Nyonya agar aman dan nyaman dalam masa kehamilannya," ujarnya Mbak Lia.
"Itu sudah pasti dan harus dilakukan," timpalnya Mbak Aisyah yang kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
Alzam mengemudikan sendiri mobilnya menuju perusahaannya yang masih berstatus perusahaan papanya itu. Alzam juga sudah memiliki perusahaan sendiri,tapi belum saatnya dipublikasikan ke hadapan publik karena ada beberapa alasan yang dipertimbangkan oleh Alzam.
"Anin aku semakin mencintaimu sayang, saya tidak akan biarkan siapapun dan apapun yang membuat kamu sedih, saya akan membalas orang-orang yang telah menyakiti orang tuamu, satu persatu mereka akan menerima hukumannya," geramnya Alzam.
Anin menghabiskan semangkuk buburnya dengan penuh kenikmatan. Anin bersendawa saking nikmatnya dan lezatnya makanan yang disantapnya itu.
__ADS_1
"Saya sepertinya belum kenyang, masih pengen nambah, kalau gitu dedek kita ke dapur yuk mencari bubur ayam yang sangat bunda sukai, apa kalian juga suka Nak?" cicitnya Anin sambil mengelus perutnya yang agak buncit diusia kehamilannya yang masuk bulan ke empat apalagi dia hamil anak kembar sehingga perutnya lebih besar dari ibu-ibu hamil lainnya.
Anin hendak berdiri dari duduknya itu,tapi upayanya terhenti ketika mengangkat mangkok buburnya ada kertas yang jatuh ke atas lantai. Anin yang penasaran segera mengambil kertas itu lalu membacanya.