Menikah Karena Perjanjian

Menikah Karena Perjanjian
Bab. 8


__ADS_3

Tatapannya tertuju pada perempuan yang baru sekitar setengah jam yang lalu menjadi istrinya itu," Anindira Mahika Mahendra gadis yang cukup cantik, lumayanlah tidak malu-maluin saya jika mengajaknya keluar ke acara perusahaan," batinnya Alzam.


Arion Khaizan tersenyum penuh maksud melihat ke arah kakak sepupunya yang hanya terpaut satu bulan dari usianya itu.


"Hemm! Sepertinya ada seorang suami yang diam-diam mengagumi kecantikan alami yang dimiliki oleh istri sendiri,tapi menurut aku sih itu hal yang wajar saja terjadi mengingat sang istri memang pantas mendapatkan tatapan memuja dari suaminya," kelakarnya Arion.


"Aku sepaham denganmu Arion, aku perhatikan juga sejak tadi jika pria itu mencuri perhatian khusus dari istrinya,tapi sayangnya sang istri sama sekali tidak merasakan dirinya begitu diperhatikan dan dipuja-puja oleh suaminya sendiri," timpalnya Andra Ramadhan.


Adli,duo kembar Ayunda dan Ayudia tidak ikut campur dengan percakapan mereka. Karena berada di sampingnya Anin dengan kedua sahabatnya itu. Alzam segera berjalan ke arah Anindira setelah memperhatikan jam yang ada di pergelangan tangan kirinya.


"Sudah hampir waktu buka, ini saatnya kita harus berangkat ke rumah kakek," ucapnya Alzam ketika sudah berdiri di depan beberapa perempuan muda yang menatap Alzam dengan takjub.


"Ya Allah… aku sungguh terpana melihat ciptaan Allah SWT yang begitu tampannya," celetuknya Azkia yang mengagumi keindahan sosok Alzam Khair Mahawira.


Aurellia Dewinta segera menutup wajahnya Azkia Permatasari yang berbicara tanpa memakai filter itu.


"Azkia tutup mulutmu, ini nih gara-gara kebiasaan setiap kali melihat pria ganteng pasti reaksinya seperti ini," sarkasnya Aurellia.


"Sudah mau berangkat yah Abang?" Tanyanya Ayudia.


"Iya, takutnya tidak keburu waktu bukanya," jawabnya Alzam.


"Kalau gitu kami juga akan bersiap mengantarkan kalian hingga sampai dengan selamat di kediaman utama," pungkasnya Ayunda.


"Kalau gitu Adli persiapkan beberapa mobil karena semua yang hadir di sini akan ikut bareng kita ke rumah utama untuk menemui kakek dan nenek," pintanya Alzam.

__ADS_1


"Siap Tuan Muda," jawabnya Adli sambil melempar senyuman dan pandangan ke arah gadis pujaan hatinya itu Ayunda.


Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di depan pintu utama kediaman Tuan Besar Mahawira dengan beberapa mobil yang mengikuti mereka di belakang. Bagaikan iringan rombongan pengantin yang sudah berjejer menunggu giliran untuk turun.


"Kenapa hatiku dag dig dug tidak karuan yah, padahal kami ini hanya menikah karena perjanjian saja yang hanya butuh dua tahun untuk menjalaninya, apa kedua orang tuanya dan juga Kakek neneknya baik,gimana kalau sikap mereka seperti kebanyakan orang kaya yang terlihat di dalam sinetron televisi yang angkuh," batinnya Anindira yang ketakutan jika kehadirannya tidak diterima di dalam keluarga besar itu.


Alzam melihat perubahan raut wajahnya Anin, spontan dia menyentuh dan menggenggam punggung tangannya Anin.


"Kedua orang tua dan kakek nenekku baik kok, jadi tidak perlu takut dan panik seperti itu juga, santai saja kalaupun mereka menanyakan banyak hal, ijinkan aku saja yang menjawab semuanya,kamu cukup diam saja," usulnya Alzam.


Anim menatap ke arah dalam bola matanya Alzam," iya," ucapnya singkat.


"Kenapa setelah melihat ke dalam bola matanya dan mendengar perkataannya hatiku langsung damai dan tenang, tidak khawatir lagi dengan apa yang terjadi kedepannya," bathinnya Anin.


Alzam terkejut melihat anggota keluarga besarnya sudah berdiri di depan ambang pintu menyambut kedatangan mereka.


"Dari mana mereka tahu jika saya akan pulang membawa istriku?" Gumamnya Alzam.


Nyonya Fadia tersenyum sumringah menyambut kedatangan Anindira dan yang lainnya.


"Selamat datang sayang di rumahnya Nenek," sapanya Bu Fadia yang menyambut kedatangan cucu mantunya itu.


Anindira segera meraih apa tangan kanannya Bu Fadia kemudian mengecup punggung tangannya Bu Fadia dengan penuh takzim. Bu Fadia terharu dengan perlakuan yang dilakukan oleh Anindira. Bu Fadia mengelus puncak rambutnya Anin dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.


"Semoga kamu dan suamimu selalu bahagia dan menjadi keluarga yang harmonis sakinah mawadah warahmah," imbuhnya Bu Fadia.

__ADS_1


"Amin ya rabbal alamin, makasih banyak Nek atas doanya," ucapnya tulus Anin.


"Anak menantuku cantik banget deh, ternyata putraku pintar cari istri dan menantu untuk kami," ujarnya Bu Kania Mama sambungnya Alzam ibunya Alvaro Khalif Mahawira, sedangkan Mama kandungnya Alzam sudah bercerai dan menikah lagi dengan pria lain dan melahirkan Ayunda dan Ayudia.


"Benar sekali, Alzam sangat cerdik dan begitu bagus rezekinya dapat istri yang sholehah, semoga dia bisa menjadi istri yang selalu bisa diandalkan dan menempatkan dirinya dalam keadaan apapun," sahutnya Bu Karina maminya Arion.


"Sudah-sudah bincang-bincangnya, hampir waktu buka puasa yuk semuanya kita masuk untuk menyantap masakan khas Indonesia," imbuhnya Bu Fadia sambil menggandeng tangannya Anin yang salah tingkah diperlakukan seperti itu.


Mereka kemudian duduk di depan meja makan yang bisa menampung mereka semua. Azkia dan Aurellia terkagum-kagum melihat bentuk penampakan rumah keluarga dari suaminya Anin.


"Subhanallah sungguh megah dan besarnya rumahnya mertua Anin yah," pujinya Azkia yang berjalan dengan terus memuji keindahan rumah itu.


"Benar sekali apa yang kamu katakan, sahabat kita begitu beruntung yah mendapatkan pria pengusaha muda yang tajir melintir sampai hartanya tidak akan habis sampai tujuh turunan pun," timpal Aurelia.


"Yuhui, semoga saja kita kecipratan rezeki nomplok dari Anin yah bebs, mungkin nanti selesai kuliah Tuan Muda Alzam bisa menerima kita bekerja di perusahaannya yang pastinya akan mendapatkan gaji yang cukup banyak dan besar tentunya," imbuh Azkia yang sengaja berjalan paling di bagian belakang karena ingin menikmati keindahan rumah besar nan megah itu dengan fasilitas penunjang yang cukup memadai.


Bu Kania menaruh beberapa makanan ke atas piringnya Anin yang hanya mengambil makanan yang sangat sedikit.


"Anin,kalau makan kamu sedikit seperti ini tubuhmu akan semakin tipis, kamu harus makan yang cukup agar tubuhmu lebih berisi,apa kamu lupa artis yang dibanting dan dicekik sama suaminya saking kurusnya hingga mudah dibanting tak mampu membalas sedikitpun perlakuan suaminya itu," jelasnya Bu Kania istri kedua dari papanya Alzam Khair.


"Makasih banyak Ma, tapi emang saya makannya seperti ini selalu dikit, enggak mampu makan banyak," tampiknya Anin yang tersenyum tipis menanggapi sikapnya ibu mertuanya itu.


"Pantesan kau kurus sayang,lihat Mama sama nenek dan juga Aunty Karina, sudah tua tapi berat badan kami terjaga dengan baik, jadi mulai detik ini kamu harus menyesuaikan diri agar body kamu lebih bahenol dan hot," jelasnya Kania.


"Maafkan Aunty Kania memang gitu sifat aslinya selalu mengomel jika ada yang tidak menjaganya bobot tubuhnya itu," pungkasnya Arion.

__ADS_1


__ADS_2