
Kebahagiaan jelas terpancar dari raut wajahnya Alzam Pria yang awalnya menikahi Anindira Mahika hanya sekedar perjanjian semata saja.
"Alhamdulillah akhirnya istriku hamil juga, semoga saja calon anak dan istriku sehat dan selamat sampai lahiran," gumam Alzam Khair Mahawira.
Alzam yang awalnya sedang melakukan rapat dan pertemuan penting dengan beberapa kliennya yang dari luar negeri segera menghentikan meetingnya setelah mendapatkan informasi dari asisten pribadinya.
Andra Ramadhan tanpa sengaja menemukan secarik kertas yang teronggok di atas lantai keramik sebelum masuk ke dalam ruangan CEO perusahaan tempat ia bekerja. Andra segera membaca tulisan dari atas kertas itu dengan seksama dan seulas senyuman tersungging di sudut bibirnya itu.
"Saya yakin Tuan Muda Alzam pasti bahagia setelah mendengar dan mengetahui jika Nyonya Muda Anin hamil," gumamnya Andra yang segera berputar arah menuju ruang rapat yang tujuan awalnya mengambil sebuah berkas yang dibutuhkan oleh Alzam menghadapi rapat yang cukup penting itu.
Andra masuk ke dalam ruangan rapat tanpa mengucapkan salam ataupun meminta ijin kepada semua orang yang hadir di dalam ruangan itu saking bahagianya dengan kenyataan yang baru diketahuinya itu.
__ADS_1
Andra berjalan tergesa-gesa ke arah kursi kebesaran dimana Alzam berada tanpa peduli dengan tatapan tajam dari beberapa orang yang memperhatikan kedatangannya itu. Andra tanpa ragu memperlihatkan sepucuk kertas tersebut tanpa ragu ataupun takut sedikitpun.
"Tolong dicek dan dibaca dengan baik,saya yakin apa yang tertulis di atas sini akan membuat Anda sangat bahagia," ujarnya Andra dengan senyuman smirknya.
Alzam tanpa pikir panjang segera mengambil kertas tersebut dari atas meja dan tanpa ragu segera membaca dengan seksama setiap tulisan yang tertera di atas kertas putih itu.
Air matanya menetes membasahi pipinya saking bahagianya sekaligus terkejut dengan berita kehamilan istrinya itu. Semua orang kembali dibuat tercengang melihat reaksi dan sikapnya pria yang tegas dan tidak kenal ampun menghadapi Iawan dan pesaing bisnisnya itu.
"Awalnya saya kira Tuan Muda hanya sekedar menikah karena perjanjian bersama dengan Nona Anindira,tapi hari ini aku tersadar jika Tuan Muda begitu tulus menyayangi dan mencintai istrinya," bathinnya Andara.
Alzam segera menyeka air matanya itu," maafkan saya yang sebesar-besarnya, meeting kita untuk hari ini saya tunda sampai besok siang, saya ada urusan yang sangat penting," ujarnya Alzam.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Tuan Alzam kami sangat memakluminya lagian kami di Jakarta masih ada sekitar satu minggu jadi santai saja," timpal Pak Albert perwakilan delegasi dari Jerman itu.
"Syukur Alhamdulillah makasih banyak atas pengertiannya Tuan Albert, saya permisi dulu," imbuhnya Alzam yang segera meninggalkan ruang rapat tersebut.
Alzam berjalan dengan terburu-buru menuju lift khusus petinggi perusahaan. Sehingga perjalanannya ke arah parkiran lebih cepat dibandingkan menaiki lift biasa yang dipakai oleh karyawan dan tamunya itu.
"Aku harus segera menghapus perjanjian pra nikah kami dan aku harus berusaha untuk meyakinkan Anin jika saya menikahnya, karena aku benar-benar tulus mencintainya sepenuh hatiku bukan karena anak," Alzam membatin sambil berjalan tanpa henti hingga dia sudah duduk dibalik kemudi mobilnya.
Ketika keluar dari jalan utama mobilnya berpapasan dengan mobil adik sepupunya yaitu Arion Khaizan.
"Tumben banget melihat kedatangan kami tanpa menggubris suara klakson mobilku? padahal biasanya ia balas," Arion keheranan dengan sikap dari kakak sepupunya itu.
__ADS_1