
Alzam sudah mengatur semuanya pernikahan yang awalnya mereka menikah karena atas perjanjian yang sudah keduanya sepakati dan tanda tangani.
Di depan langsung Anindita istrinya tersayang dia merobek semua berkas perjanjian itu sehingga keduanya sudah seutuhnya menjadi pasangan suami yang tanpa ada perjanjian kesepakatan yang mengikat keduanya itu.
Anin berdiri dari duduknya sambil berhamburan memeluk tubuh sixpack suaminya itu dengan erat walaupun perutnya sudah semakin membuncit dan kesusahan untuk berjalan
"Makasih banyak sayang,saya sangat gembira atas apa yang Abang lakukan, akhirnya aku resmi menjadi satu-satunya istri dan nyonya dari tuan muda Alzam Kheir Dirgantara, jujur ini adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupku Abang," ucapnya Anin dengan penuh haru bahagia.
Alzam menyeka air matanya Anin dengan penuh kelembutan," kamu berhak mendapatkan kebahagiaan karena kamu istri yang sholeha,baik hati, penyayang serta perempuan paling cantik di dalam keluarga besar Dirgantara, marilah kita sama-sama mengarungi bahtera rumah tangga kita ini dengan penuh kebahagiaan dan saling jujur satu sama lainnya,"
Keduanya larut dalam kegembiraan dan bahagia yang tidak terkira karena akhirnya mereka bisa mengungkapkan segala perasaannya yang selama ini terpendam.
"Jadilah pendamping hidupnya Abang untuk selamanya dalam keadaan apapun tetaplah berdiri di sampingku menemaniku dalam suka maupun duka," ucap Alzam.
"Insya Allah aku akan selalu berdiri disampingnya Abang hingga akhir waktuku dan hanya akan mencintai satu pria di dalam hidupku yaitu hanya Alzam Khair Dirgantara seorang," timpalnya Anin.
Tiga hari kemudian…
Hari ini Pak Hamka Salim Mahendra ayahnya Anindira Mahalika berkunjung ke rumah anak menantunya itu dengan membawa beberapa parcel buah dan sebuket bunga mawar putih khusus untuk putri tunggalnya.
__ADS_1
Beliau sangat bahagia karena kedatangan putranya yang akan menetap kembali di Jakarta setelah setahun lebih tinggal di daerah perusahaan tempat mereka bekerja.
Kebetulan hari ini adalah hari kepulangan kedua kakaknya dari luar daerah dan luar negri bersama pasangan istri mereka masing-masing. Yaitu Attar Aldiano dan Aidan Alfian. Istrinya Attar bernama Karmila Alinda Wijaya asli dari daerah kota S dan istrinya Aidan asli Malaysia yang bernama Aisyah Khaerunnisha.
Rencananya mereka akan mengajak Anin ke makam ibunya Bu Haniya tapi, karena kondisinya Anindira yang hamil tua dan besar sehingga mereka saja berlima yang pergi ke TPU setempat untuk berziarah ke makam ibunya mereka. Sebelum berkunjung ke apartemennya Anin, mereka berlima ke makam terlebih dahulu.
Attar dan Aidan masing-masing menikah di tempat asal istri mereka beberapa bulan lalu setelah papa mereka terbebas dari jeratan hukum dan penjara yang hampir empat bulan dijalani oleh pak Mahendra atas kesalahan adik sepupunya sendiri.
Alzam Kheir Dirgantara membantu papa mertuanya itu untuk membantu membebaskan Pak Mahendra dari penjara dan menemukan banyak bukti yang menjatuhkan hukuman kepada Pak Hamid Melviansyah pamannya sendiri Anin yang sudah melakukan kejahatan korupsi di tempat ia bekerja dan menumpahkan kejahatannya itu kepada orang yang sama sekali tidak bersalah sedikitpun.
Berkat kemampuan, koneksi dan keahlian Alzam mampu mengumpulkan bukti sehingga Pak Hamid sudah dijatuhi vonis oleh hakim ketua yaitu hukuman selama sepuluh tahun lebih dan denda juga dengan nominal yang cukup banyak jumlahnya.
Atas desakan dari ketiga anaknya, Pak Hamka juga memutuskan untuk berhenti resign dari perusahaan anak menantunya mengingat jika usianya tidak muda lagi. Pak Hamka menghormati dan menerima keputusan anak-anaknya tanpa menentang keputusan tersebut sedikitpun.
"Apa kalian sudah siap ke rumahnya Anin?" Tanyanya pak Hamka setelah masuk ke dalam mobil dari makam almarhumah istrinya.
"Kami siap Pa, sudah hampir setahun kami tidak pulang ke Jakarta pasti sangat rindu,"
"Iya saya juga pengen lihat langsung adik ipar ku yang cantik itu dan semoga kelak kami punya anak semoga anak kami nanti cantiknya seperti tantenya, amin ya rabbal alamin," imbuhnya Karmila.
__ADS_1
Mobil mereka meluncur membelah jalan protokol Ibu kota menuju apartemen elit dan mahal yang ada di tengah jantung kota Jakarta.
Mereka sampai di kediaman kedua pasangan suami istri itu yang menunggu kelahiran kedua buah hatinya yang diprediksi akan melahirkan dua hari lagi dengan anak kembarnya.
"Assalamualaikum, Anin Papa datang Nak," ujar Pak Hamka setelah Mbak Siti membuka pintu rumahnya Anin yang berdaun dua itu.
Lima orang duduk santai di dalam bar mini apartemen mewahnya Alzam sambil saling berhadapan satu sama lainnya dengan memilih minuman dingin non alkohol yang mereka pilih. Mereka tidak mungkin berani minum bir dan semacamnya yang berbahan dasar alkohol karena Anin akan memarahi semuanya siapapun yang minum alkohol tanpa terkecuali.
Adli dan Ayunda cinta diam-diam mereka akhirnya ketahuan juga. Semua ini karena ulahnya Arion Kheizan Hermansyah sepupunya Alzam.
"Kamu seharusnya tidak seperti ini, kenapa tidak jujur saja dengan Alzam dan paman Dirgantara mereka pasti akan merestui hubungan kalian buktinya sekarang mereka sudah memutuskan untuk menjodohkan kalian berdua dan rencananya satu minggu lagi kalian akan menikah," ujarnya Arion.
"Kalian kan tahu siapa saya, pekerjaan saya seperti sekarang ini hanya karena bantuan dan pertolongannya Tuan Muda Alzam makanya aku tidak mungkin berani melamar Ayunda mengingat statusku aku hanya rakyat biasa saja," keluhnya Adli Ananta Halim.
"Tapi keraguan, ketakutan dan kecemasanmu itu tidak terbukti papa dan mama merestui hubungan kalian jadi mulai sekarang persiapkan dirimu untuk menikah itu saja," sahutnya Alzam.
Ayunda dan Ayudia hanya memperhatikan ketiga pria tampan itu saling berbincang-bincang santai. Mereka saling berbagi curhatan satu sama lainnya mengenai hubungan mereka dengan orang yang mereka cintai. Bahkan Arion pun tidak menyangka jika calon istrinya adalah sahabatnya Anin yaitu Adinda Joli Aldianto.
"Saya pun awalnya menentang keputusan kedua orang tuaku untuk menerima perjodohan ini dan tidak kuduga jika calon istriku itu adalah teman kuliahnya Anindira Adinda namanya gadis yang datang ketika kamu syukuran pernikahan kalian berdua," ungkapnya Arion.
__ADS_1
Perbincangan mereka terhenti ketika kedatangan rombongan kakak dan papanya Anin. Mereka bergabung dengan mereka di ruang tamu.