Menikah Karena Perjanjian

Menikah Karena Perjanjian
Bab. 29


__ADS_3

Anindira Mahika Mahendra cukup terkejut dengan rombongan tamu yang datang bertamu ke rumahnya yang tidak lain adalah keluarga dari pihak suaminya sendiri yaitu Alzam Khair Dirgantara.


Bu Renata sungguh bahagia mendengar berita bahagia jika putranya akan segera memiliki penerus dan keturunan dari istrinya itu. Walaupun hubungan mereka hanya sebatas mama sambungn saja.


"Alhamdulillah Nak Anin, Mama sangat bahagia mendengar berita gembira jika kamu sudah hamil jalan empat bulan, aku akan memberikan hadiah kepada orang yang telah memberitahukan kepada kam informasi ini," ucapnya penuh antusias Bu Renata ibu sambungnya Alzam istri keduanya pak Dirgantara Mandala.


"Apa kami tidak dipersilahkan untuk masuk Nak? Kami sudah lansia loh terlalu lama berdiri enggak baik bagi kesehatan kami," candanya Bu Helma neneknya Alzam istrinya pak Mandala.


Anin terkekeh mendengar candaan dan perkataannya kedua orang tuanya itu yang sangat berjasa dalam kehidupannya.

__ADS_1


"Maaf, aku hanya terkejut dengan kedatangan kalian semua yang begitu banyaknya barang bawaan padahal kalian datang berkali-kali ke sini tanpa membawa apapun itu sudah membuatku bahagia," tukasnya Anindira.


Mereka semua berjalan masuk ke dalam apartemen pribadinya Alzam,. Anin mempersilahkan ketiga wanita elegan dan cantik diusianya masing-masing.


"Mbak Aisyah, Mbak Lia! Tolong ke sini!" Teriaknya Anindira.


"Sini Nak duduk, kamu itu lagi hamil jadi jangan sekali-kali banyak gerak atau bekerja yang berat sehingga menganggu kehamilanmu ingat baik-baik jika anakmu itu adalah penerus tunggal keluarga Dirgantara Mandala jadi kamu harus merawat dan menjaganya dengan baik, tapi kamu tidak perlu khawatir kami bertiga sudah berjanji akan bergantian menjaga kamu dan calon cucu kami, ini sudah kami sepakati dan kamu tidak boleh menolak ataupun menentang keputusan kami semua," ungkapnya Bu Regina adik ipar Papa mertuanya.


Anin merasa sangat beruntung mendapatkan anggota keluarga dari suaminya yang luar biasa super perhatiannya itu.

__ADS_1


"Makanya setelah kami mendengar kamu hamil betapa bahagianya kami akan kenyataan ini,kami berharap kamu selalu bahagia untuk selamanya apapun yang terjadi kedepannya kamu harus kuat dan tahan mental dalam menjaga kesehatan bayimu nak, karena Ibu hamil itu banyak cobaannya, butuh kesabaran ekstra terutama bagi khusus suami," tuturnya Bu Renata Naomi Hamish.


"Syukur Alhamdulillah aku sangat bahagia dengarnya Mama, Nenek Aunty Mami, Bunda sudah meninggal dunia tapi, seakan beliau hidup dalam diri kalian bertiga, aku sangat terharu mendengar perkataan kalian dan sikap kalian yang sungguh baik padaku," ucapnya Anin yang terharu mendapatkan perlakuan dan perhatian yang sungguh tulus dan besar dari keluarga ibu mertuanya itu.


Bu Renata menarik tubuhnya Anin kedalam dekapan hangat pelukannya itu," astaghfirullahaladzim,kamu itu sudah jadi bagian anggota keluarga kami, jadi kamu pantas mendapatkan perlakuan istimewa kami semua, kamu istrinya puteraku jadi kami wajar saja memperhatikan kamu sebaik-baiknya, Mama akan berusaha yang terbaik untuk kamu dan calon cucu dan cicit kami ini, asalkan menurut dengan pengaturan kami itu sudah cukup kok," jelasnya panjang lebar oleh Bu Renata.


"Alzam sangat beruntung punya istri secantik, sebaik kamu nak, memang hanya kamu yang pantas jadi menantu kami bukan perempuan enggak jelas," ketusnya Bu Renata.


Bu Helma dan Bu Regina segera memberikan kode kepada Renata agar tidak meneruskan perkataannya itu.

__ADS_1


__ADS_2