
"Saya pun awalnya menentang keputusan kedua orang tuaku untuk menerima perjodohan ini dan tidak kuduga jika calon istriku itu adalah teman kuliahnya Anindira Adinda namanya gadis yang datang ketika kamu syukuran pernikahan kalian berdua," ungkapnya Arion.
Perbincangan mereka terhenti ketika kedatangan rombongan kakak dan papanya Anin. Mereka segera bergabung dengan mereka di ruang tamu.
Walaupun mereka baru kali ini bertemu, mereka seperti bukan baru bertemu. Anindira sebagai tuan rumah segera memerintahkan kepada para maid atau asisten rumah tangganya itu untuk menyiapkan beberapa masakan memang khusus dimasak untuk menyambut kedatangan kakak dan papanya itu serta kakak iparnya yang semuanya belum ada yang hamil.
"Alzam kamu sebentar lagi akan punya anak dua orang sekaligus kalau maunya kamu mau anak kembarnya maunya jenis kelaminnya perempuan atau cowok?" Tanya pak Mahendra yang sengaja ingin mengetahui apa kemauannya Alzam anak menantunya itu.
Biasanya setiap pria atau ayah itu kebanyakan menginginkan anak yang jenis kelaminnya sama, begitu pula sebaliknya dengan seorang perempuan.
Tanpa banyak pikir panjang, Alzam langsung menjawab pertanyaan dari ayah mertuanya itu.
"Aku terserah mau perempuan atau laki-laki sama saja yang paling penting dia lahir dengan selamat, istriku juga selamat itu sudah cukup bagiku," jawabnya Alzam dengan mantap.
Semua saling berbincang-bincang santai siang itu, kebetulan hari itu bertepatan dengan hari minggu. Sehingga mereka memiliki banyak waktu luang untuk bersantai dan berkumpul bersama.
Hanya kedua mertuanya,tante cantik dan neneknya Alzam yang tidak hadir di tempat karena berangkat haji bulan ini sehingga minus mereka berempat.
"Mbak Ani apa makanannya sudah siap semuanya?" Tanyanya Anin yang berjalan memegangi perutnya yang semakin membuncit dan besar saja.
"Alhamdulillah semuanya sudah siap Nyonya Muda, apa saya bantu Nyonya panggil mereka semua?" Pintanya Mbak Ani.
__ADS_1
"Tidak perlu repot-repot, insya Allah aku masih sanggup berjalan ke arah depan kok," ujarnya Anin sambil tersenyum tipis.
Tapi, baru beberapa langkah kakinya melangkah. Anin tiba-tiba berteriak kencang menahan rasa sakit yang tiba-tiba datang.
"Abang Alzam!" Pekik Anin sambil memegangi perutnya yang berjalan tertatih ke arah sofa ruang tengah.
Semua orang spontan langsung berdiri bersaman dan seperti orang-orang yang sedang berlomba saling mendahului menuju tempatnya Anin berada.
"Sayang! Istriku! Pujaan hatiku apa yang terjadi padamu?" Tanyanya Alzam yang mulai panik, takut, cemas dan khawatir melihat sudah ada darah yang merembes keluar membasahi sekujur pahanya Anin yang hari itu hanya memakai daster selutut.
"Mas Alzam sepertinya Mbak Anin akan melahirkan," tebaknya Arinda calon istrinya Arion.
Alzam bukannya menolong secepatnya Anin untuk ke rumah sakit malah ia mengamati bercak darah tersebut.
"Ya Allah.. itu darah apa?" Hebohnya Alzam.
"Abang bukannya Mbak Anin ditolongin segera di bawah ke rumah sakit bersalin tapi, malah mengamati hal yang seharusnya tidak Abang lakukan," ketusnya Ayunda adik tirinya Alzam beda bapak itu.
Semua orang saking banyaknya di dalam apartemen itu sampai-sampai tidak tahu harus berbuat apa lagi. Alzam menggendong tubuhnya Anin yang sudah banyak mengeluarkan darah segar itu.
Untungnya RS khusus ibu dan anak jaraknya hanya beberapa meter saja sehingga mereka segera sampai di tempat tujuan.
__ADS_1
"Dokter tolong!!" Teriaknya Alzam yang menggendong tubuh berat istrinya yang sudah ngos-ngosan dibantu oleh Arion dan Arvin.
Bangkar rumah sakit segera didorong oleh beberapa perawat. Awalnya Anin ingin melahirkan normal, tapi dikarenakan sudah pecah ketuban dan banyak darah yang sudah keluar sehingga ditempuh jalan operasi.
Alzam mondar mandir di depan pintu operasi menunggu kedua anaknya lahir ke dunia ini. Semua orang nampak cemas hingga berselang beberapa menit kemudian terdengarlah suara tangisan bayi yang begitu nyaring saling bersahutan.
"Alhamdulillah sepertinya itu anakmu Alzam sudah lahir ke dunia ini," imbuh pak Mahendra.
Betapa bahagianya Alzam mengetahui hal tersebut, ia pun buru-buru menerobos masuk ke dalam ruang operasi.
Alzam mengadzani silih berganti kedua anaknya yang berjenis kelamin perempuan dan laki-laki. Anak pertamanya lahir dengan jenis kelamin perempuan dan keduanya anak laki-laki dengan sempurna.
Semua bergembira menyambut kelahiran dan kehadiran baby twins anak pertama dari pasangan Anindira Mahalika Mahendra dan Alzam Kheis Dirgantara.
Satu persatu masuk ke dalam ruangan khusus bayi yang begitu sehat dan montoknya. Lucu dan menggemaskan kedua bayi tersebut. Mereka mengucapkan rasa syukur dan doa untuk kedua putra putrinya Alzam yang terlahir sempurna.
Anin yang mengetahui kedua harta berharganya di dunia ini telah lahir, membuatnya begitu bahagia karena akhirnya sempurnalah kebahagiaan sebagai seorang perempuan sekaligus sebagai seorang istri.
"Syukur Alhamdulillah kasih banyak ya Allah atas segala resky dan anugerah terindah yang Engkau berikan untukku dan kepada keluargaku," cicitnya Anindira.
...--------TAMAT--------...
__ADS_1