Menikah Karena Perjanjian

Menikah Karena Perjanjian
Bab. 27


__ADS_3

"Siapa yang nyimpen kertas ginian terus simpan di meja, kurang kerjaan banget," cicitnya Anindita.


Anindira berjalan ke arah tangga karena ia hendak ke dapur untuk meminta bubur semangkuk lagi. Kertas yang tadi dipungutnya tanpa dibaca terlebih dahulu dan langsung meremas kertas berwarna pink itu ke dalam tong sampah yang ada di sudut kamarnya itu.


"Buburnya enak dan lezat banget, kebetulan banget kedua anakku tidak rewel saat makan, padahal biasanya kalau makan pasti muntah sedikit," gumamnya Anin dengan suka cita sambil mengelus puncak perutnya yang sedikit mulai membuncit karena hamil anak kembar.


Anin terus menyunggingkan senyumnya itu sembari menuruni tangga satu persatu. Mbak Aisyah dan Mbak Lia tanpa sengaja melihat apa yang dilakukan oleh nyonya mudanya itu.


"Selamat siang nyona Muda," sapanya Mbak Lia asisten rumah tangganya itu.


"Siang hehehe aku lambat bangun pantesan rumah sudah sepi banget, pasti suamiku Tuan Muda Alzam sudah berangkat kerja," balasnya Anin.


Mbak Lia terkekeh, "Hehe ternyata Nyonya Muda sadar diri rupanya, iya Nyonya suaminya Nyonya sudah berangkat ke kantornya,"

__ADS_1


"Hampir saja lupa, boleh saya minta lagi buburnya, saya masih lapar dan juga buburnya sangat enak Mbak, apa itu buatannya Mbak Aisyah yah?" Tebaknya Anin dengan seulas senyumannya itu.


Mbak Lia dan Mbak Aisha saling bertatapan satu sama lainnya.


Aisyah menautkan kedua alisnya itu, "Bukan saya yang masak kok Nya, apa mungkin Lia yang masakin untuk Nyonya," sanggahnya Aisya.


Aisyah menatap ke arah Lia, Lia juga melempar pandangan karena ia juga tidak mengerti dan bukan dis yang buat bubur ayam yang dimakan oleh majikannya itu.


"Apa David Nyonya yang masak?" Tebaknya Lia dengan asal nebak saja.


"Kamu tuh asal nebsk saja, mana mungkin David Hermansyah Wijaya yang masak, masuk dapur saja kagak pernah apalagi mau pegang panci dan spatula pria seganteng itu saya rasa itu tidak mungkin banget," imbuhnya Aisyah.


Mereka bertiga terdiam memikirkan siapa pelaku orang yang masak itu . Mereka sibuk dengan pemikirannya masing-masing hingga kembali berceletuk membuat suasana siang itu semakin ramai.

__ADS_1


"Apa jangan-jangan itu hantu penghuni apartemen ini yah," celetuknya Lia yang langsung memeluk tubuhnya Aisiah dengan mengedarkan pandangannya ke sekeliling sudut ruangan dan penjuru apartemennya.


Puk!!


Pukulan dengan memakai kemoceng itu itu langsung mendarat di pundaknya Lia.


"Hey!! Sadar woi siang bolong gini mana ada hantu! Yang ada itu hantu perempuan yang mirip kamu," sarkasnya Aisya yang gemes melihat sikapnya teman kerjanya itu.


Anin menatap jengah ke arah kedua artnya," ya Allah… kalau siang itu tidak ada hantu, lagian mana ada hantu yang bisa masak,ini nih efek gara-gara suka nonton film animasi dan horor," cibirnya Anin.


Lia sesekali mengelus pundaknya yang terkena pukulan itu. Ia tertawa cekikikan dengan melihat reaksi dari kedua orang yang sudah membantunya membersihkan seluruh ruangan rumahnya dan memasak makanan untuk penghuni rumahnya itu.


Alzam segera mematikan mesin mobilnya sambil bersenandung saking bahagianya dengan berita gembira akan kehamilan istrinya yang sudah jalan empat bulan itu.

__ADS_1


__ADS_2