Menikah Karena Perjanjian

Menikah Karena Perjanjian
Bab. 6


__ADS_3

"Jangan bicara lagi, aku mohon aku akan penuhi semua permintaanmu dan aku setuju, selama bisa membebaskan papa, aku akan melakukannya,"


Alzam segera melirik sekilas ke arah pria yang sejak tadi berdiri tidak jauh darinya. Pria itupun mengerti dengan arti dari tatapan dan lirikan dari tuan mudanya itu.


Adli Melviano maju dan menyimpan sebuah map yang berisi beberapa kertas itu ke atas meja.


"Sebelum itu, tanda tangani perjanjian ini," pintanya Alzam.


Anindira segera meraih kertas itu dan kembali dibuat terperangah dengan tulisan yang tertulis tertera di atas kertas itu.


"Ini surat perjanjian cerai?" Cicitnya Anindira.


"Perjanjian cerai!?" Cicitnya Anindira.


"Surat pindah perjanjian ini bertujuan untuk memastikan sesuatu hal, jika ketika sejusnusy sudah selesai,bisa mengurangi keterlibatan yang tidak perlu terjadi,agar kamu bisa bebas seperti sedia kala,"


Anin menggenggam erat kertas itu dan perlahan membacanya, "Jika anak laki-laki yang lahir dalam waktu dua tahun, dia akan menjadi milik Tuan Muda dan jika perempuan aku boleh memilih untuk membawanya atau meninggalkannya," lirihnya Anin.


Anin dengan seksama membaca setiap tulisan itu dengan baik seksama.


"Saya akan menandatangani surat perjanjian ini, tapi tuan Muda juga harus berjanji untuk membebaskan secepatnya papaku dan membersihkan namanya secepat mungkin," pintanya Anin.


"Hal ini bukan aku yang akan memutuskan, tetapi pihak kepolisian yang memutuskan segalanya apa papamu bersalah sungguh korupsi atau tidak," tampik Alzam.


Anindira reflek berdiri dari duduknya itu," apa!? Tuan Muda sebenarnya ingin mempermainkan aku saja atau kah serius? Tadi Anda sendiri yang mengatakan akan mengeluarkan papaku dari tahanan?" Ucapnya Anin dengan ucapannya yang bernada emosi itu.

__ADS_1


Alzam tersenyum tipis melihat reaksinya Anindira yang diluar dugaannya itu.


"Dengarkan aku baik-baik dulu sebelum kamu memotong pembicaraanku dan menanyakan hal-hal yang tidak penting, dengarkan aku sampai selesai, saya bisa menjamin keselamatan Pak Mahendra di dalam penjara, tetapi untuk membebaskan beliau saya harus menyelidiki semua beberapa bukti dengan perlahan, bagaimana apa kamu sudah paham dengan perjanjian kerjasama kita ini, Intinya kamu tidak rugi akupun tidak dirugikan,kita sama-sama saling menguntungkan," terangnya Alzam panjang lebar.


"Baiklah saya akan menandatangani kontrak perjanjian kita ini,tapi kapan kita akan menikah Tuan Muda Alzam Khair Mahawira?" Tanyanya Anin sambil membubuhkan tanda tangannya di atas materai.


"Persiapkan dirimu saja, hari ini kita akan menikah," jawabnya Alzam.


Anin terduduk di atas sofa buludru berwarna putih itu dengan tatapan matanya yang kosong mewakili perasaannya yang bercampur aduk menjadi kacau balau dalam waktu sekejap.


"Adli segera atur semuanya pak penghulu, penata rias pengantin dan juga pakaian pengantin yang akan kami pakai sore ini juga, cepat laksanakan sebelum magrib,saya ingin memperkenalkan istriku kepada keluarga besarku pada saat buka bersama!" Perintahnya Alzam.


"Siap laksanakan perintah dari Tuan Muda," balasnya Adli Melviano.


Hanya dalam waktu yang singkat, semua orang yang akan terlibat di dalam pernikahan keduanya sudah hadir termasuk penata rias pengantin profesional dan terbaik di ibu kota Jakarta.


"Baik Tuan Muda," jawab kelima orang itu dengan serentak dan bersamaan menundukkan kepalanya itu.


Anin segera diseret oleh beberapa perempuan jadi-jadian dan setengah dewa itu. Hanya dua diantara lima orang itu tersebut yang asli dan ori perempuan tulen.


"Ehh kalian tidak perlu menarik aku seperti ini juga kali,saya masih sanggup berjalan!" Cegahnya Anindira yang sangat jengkel dengan sikap laki-laki setengah Dewi itu.


Anindira segera dimake over secantik mungkin. Mulai dari perawatan tubuh luar dalam hingga ujung kaki dan ujung rambut dalam waktu yang sangat singkat itu. Anin baru hendak ingin protes, tapi segera dicegah oleh salah satu dari mereka yang memakai perhiasan emas yang cukup banyak.


"Diamlah Nona, Anda kami akan rubah dalam waktu dua jam menjadi Cinderella modern melalui tangan ajaib kami, Tuan Muda Alzam pasti akan tergila-gila, terpesona dan terpana serta takjub melihat hasil kreasi kami di atas tubuh Nona, jadi kami mohon patuhlah dan bekerja sama dengan kami," ujarnya orang yang disapa Nonny itu yang nama aslinya Johnny.

__ADS_1


Anin pun pasrah saja dan mengikuti semua rangkaian serentetan proses yang dilakukan oleh tim make tersebut. Sedangkan di tempat lain, Adli dan Alzam sedang berbincang-bincang dengan serius.


"Apa kamu sudah mendapatkan bukti tidak keterlibatannya Pak Mahendra?" Tanyanya Alzam yang menatap ke arah luar jendela kamarnya itu yang langsung mengarah ke tugu Monas Jakarta.


"Saya sudah mendapatkan semuanya Tuan Muda, Pak Mahendra sama sekali tidak bersalah, tapi ada seseorang yang sengaja mengambing hitamkan dirinya agar terbebas dari jeratan hukum," jelas Adli.


Alzam melirik sepintas ke arah Adli," maksudnya?"


"Pelakunya adalah Pak Adam Ismail adik sepupunya sendiri yang menginginkan jabatan kepala dinas tersebut menjadi miliknya," jawab Adli.


Alzam tersenyum penuh maksud," sungguh kedudukan dan jabatan membuat seseorang gelap mata dan rela melakukan apapun demi kepentingan dan ambisinya semata, dunia memang penuh dengan drama kehidupan yang tidak ada habisnya,' ujarnya Alzam.


"Begitulah sebagian manusia yang sudah dibutakan oleh harta jabatan dan kedudukan sehingga membuat mereka tamak dan tidak punya perasaan bahkan kelurga sendiri pun akan menjadi korbannya,"


Adli berdiri di samping atasannya sekaligus sahabat semasa putih abu-abunya itu yang sudah seperti saudaranya sendiri.


"Apa Anindira Mahika sudah selesai berpakaian?" Tanyanya Alzam tanpa mengalihkan perhatiannya dari langit sore itu.


"Alhamdulillah,dia sudah siap Tuan Muda, penghulu dan mahar sudah siap serta Andra, Arion dan kedua adik kembar Tuan Muda juga sudah hadir Ayudia dengan Ayunda pun yang siap sebagai saksi pernikahan sudah hadir dan membuat kehebohan di bawah," imbuhnya Adli.


"Adli bawa kemari pakaianku,saya akan berganti pakaian jangan buat mereka menunggu terlalu lama, tapi semua sudah sesuai yang aku perintahkan kan?"


"Insya Allah… semuanya sudah seperti yang Tuan Muda perintahkan," ucap Adli.


Alzam tersenyum simpul sembari menepuk pundaknya Adli Melviano," tidak perlu berbicara formal seperti itu di depanku, lagian kita tidak lama lagi menjadi kakak adik ipar," tuturnya Alzam lalu berjalan ke arah dalam kamar ganti pakaiannya.

__ADS_1


Adli terkejut mendengar perkataan dari Alzam," kenapa dia mengetahui apa yang terjadi dengan kami berdua, apa jangan-jangan Alzam sudah mengetahui sejak dulu hubunganku dengan Ayudia?" Bathin Adli yang berdiri mematung memikirkan perkataan tersebut.


__ADS_2