Menikah Karena Perjanjian

Menikah Karena Perjanjian
Bab. 24


__ADS_3

Alzam sangat bahagia setelah mendengar kabar baik tentang kehamilan Istrinya itu. Dia segera menghubungi keluarga besarnya agar mengadakan syukuran untuk menyambut kedatangan calon anggota baru di keluarga besarnya.


"Arion tolong atur acara penyambutan anakku, jangan biarkan ada kekurangan ataupun kesalahan sedikit saja, tapi ingat jangan terlalu besar karena acaranya hanya keluarga inti saja akan aku undang," ucapnya Alzam ketika telponnya tersambung.


"Ngomong-ngomong Abang acaranya kapan dan maksud acara ini apa? Anak siapa yang punya anak?" Tanyanya Arion balik.


"Usahakan besok jam 11 harus sudah beres, aku akan memiliki anak,kamu akan jadi Uncle apa kamu bahagia?" Tanyanya Alzam.


Arion sungguh bahagia mendengar berita gembira tersebut," syukur Alhamdulillah ternyata saudaraku termasuk pria dewasa yang normal karena akhirnya punya keturunan juga," candanya Arion.

__ADS_1


Arion tertawa terbahak-bahak mendengar perkataannya sendiri, dia sudah membayangkan wajahnya Alzam yang digoda olehnya itu.


"Sepertinya cabang perusahaan aku yang dua Afrika butuh tenaga kerja seperti kamu, apa kamu siap ke sana!?" Alzam yang balik mengerjai adik sepupunya itu.


"Oke… oke baik saya tidak akan berbicara apapun lagi, tapi aku ijin keluar dulu mungkin sekitar dua jam saja, kamu tidak apa-apa kan kalau aku pergi dulu? Takutnya mama akan memarahiku lagi jika tidak datang ke acaranya," ucapnya Arion Khaizan yang meminta ijin terlebih dahulu.


"Baik saya berikan kami ijin tapi, ingat setelah acaramu selesai harus balik lagi, saya tidak ingin mendengar kata kesalahan, satu hal lagi bawa pulang calon istrimu dan katakan pada yang lain bersiaplah untuk mempersiapkan diri untuk menyambut pesta kemenangan karena aku berhasil membuat istriku hamil, semoga kalian bertiga bisa menepati janji yang sudah kalian buat sendiri, ingat bagi yang melanggarnya atau berpura-pura lupa hukumannya lebih besar dari itu," gertaknya Alzam sebelum menutup sambungan teleponnya itu.


Alzam tersenyum penuh kemenangan karena akan mendapatkan hadiah mobil terbaik keluaran tahun ini.

__ADS_1


"Hahaha rasain kalian, sekarang baru kapok, coba kalian tidak memancingku untuk bertaruh pasti tidak akan seperti ini," gumam Alzam yang tersenyum penuh maksud.


Arion memukuli setir mobilnya," sial! Abang Alzam ternyata berhasil menghamili istrinya, jika waktu itu aku cukup cerdik untuk melihat situasi dan kondisi yang terjadi pasti ujungnya tidak akan berubah seperti ini," Kesal Arion.


"Saya harus menghubungi nomor hpnya Abidzar untuk membeli beberapa perlengkapan barang-barang yang dibutuhkan untuk berbagi kebahagiaan di hari jumat dan berhubungan dengan kehamilan istriku, semoga saja keduanya sehat dan selamat hingga lahirannya nanti," gumam Alzam.


Arion segera mengemudikan mobilnya menuju jalan protokol ke kafe tempat kencan buta yang sudah diatur oleh mamanya Bu Regina. Tatapan matanya tertuju pada mobil seseorang yang memasuki lobi perusahaan.


"Dia siapa, kenapa penampilannya dan cara berjalannya seperti aku kenal, iya apa yang aku lihat itu bukan khayalan tapi itu benar-benar Jesika, kalau Abang Alzam tahu entah apa yang akan dilakukannya sedangkan dia sudah menikah dengan Mbak Anindira," cicitnya Arion yang terus memperhatikan gerak gerik seorang perempuan yang sangat jelas dikenalnya.

__ADS_1


Jessika Andini adalah mantan kekasihnya Alzam yang sekitar dua tahun lalu putus kontak dengan Alzam.


__ADS_2