
Selesai belanja mereka berdua menuju ke tempat penjual nasi goreng tadi
"kira kira orangnya marah gak ya kita udah tinggal nasi goreng hampir 1 jam"Afgan menoleh sebentar ke arah Alena
"kayak nya gak deh"
Afgan memarkirkan mobil nya di pinggir jalan yang tidak mengganggu pengendara lain lewat
"oh mas yang pesen tadi ya?"Afgan mengangguk
"saya buatkan lebih dulu"Afgan menyuruh Alena duduk sambil menunggu penjual itu membuat nasi goreng nya
"loh tadi aku kira kamu pesan bungkusan"
"gak soalnya aku sudah ngira kalau belanja gak akan mungkin secepat itu jadi aku tadi bilang sama abangnya untuk pesan dulu tapi di buatkan kalau kita kesini, jaga jaga kalau antri agar gak nunggu lama"jelaskan Afgan
"makan sini aja ya sekalian nanti pulang langsung tidur"Alena mengangguk
"kenapa gak bilang kalau pesannya baru aku tadi udah khawatir aku takut abangnya marah"
Afgan terkekeh melihat wajah seseorang yang sudah menjadi istrinya ini khawatir
"hahaha lucu juga lihat wajah khawatir mu"
alena cemberut "nyebelin banget sih"
"ini mas mbak silahkan di makan ,mau minum apa?ada nya teh sama jeruk mau hangat atau dingin juga ada"
"aku mau es teh aja"jawab Alena
"yaudah bang pesen es teh satu sama teh hangat 1"Abang penjual itu mengangguk lalu pergi membuatkan minuman
"ini pesan nya pedes apa sedang?"tanya Alena dirinya tidak suka jika terlalu pedas
"sedang semua"
"ini mas minumannya ,Abang lanjut ke sana dulu" mereka berdua mengangguk .dirinya mulai menikmati nasi goreng
....
alena menguap beberapa kali mendengar adzan subuh.dirinya menatap ke arah samping tidak ada Afgan
kemana laki laki itu tumben sekali tidak ada. Alena terbangun dirinya jarang sekali bangun subuh seperti ini
Alena turun dari tangga mencari keberadaan Afgan tidak biasanya Afgan hilang tiba tiba begini
Alena berfokus pada afgan yang sedang keluar dari arah dapur dirinya melihat Afgan yang menggunakan baju kokoh dengan sarung
Afgan melihat Alena yang baru saja turun dari tangga terdengar dari suara hentakan kaki
"aku mau sholat di masjid ,mau ikut?"Alena menggeleng pelan
__ADS_1
"sedang ada halangan,mau makan apa?biar nanti pagi pagi sudah matang masakannya agar bisa sarapan"
"tumis ayam?"
"boleh juga"
"yasudah aku pergi ke masjid dulu"
Afgan mengendarai motor yang lama tidak terpakai karena sering pakai mobil.dirinya segera menuju ke masjid
Afgan mengambil air wudhu lalu melakukan sholat wajib.ada beberapa orang disana yang sedang melaksakan sholat
meski tidak terlalu banyak hanya sebagian.selesai sholat Afgan berdoa sejenak untuk mendekatkan dirinya pada Allah
selesai berdoa Afgan menoleh ke arah tetangga yang sedang selesai sholat juga "saya duluan ya mas Afgan"
"iya mas"senyum Afgan
"mas Afgan gimana sudah di beri petunjuk ?gimana kabarnya sekarang"tanya ustad Ghofur ketika melihat Afgan yang duduk di luar masjid
Afgan menoleh melihat kedatangan ustad Ghofur"Alhamdulillah baik ustad ,saya sekarang sudah menikah dengan gadis pilihan papah"
ustad Ghofur tersenyum"tidak ada salah nya mencoba lembaran baru ,tapi jangan lupa kewajiban kamu sebagai seorang suami mas"
Afgan mengangguk
"Seperti yang telah di jelaskan surah Yasin ayat 36 yang menjelaskan jodoh setiap insan"
Artinya:
“Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.”
ustad Ghofur tersenyum pada mas Afgan yang terdiam"sayangi istri mas Afgan karena pernikahan bukanlah mainan mas,lupakan yang sudah berlalu.sesungguh nya Allah sudah menentukan jodoh dan takdir setiap insan masing masing"
"iya ustad saya lagi meminta petunjuk supaya bisa menjalani semua ini karena aku yakin Allah akan memberikan kemudahan bagi para umatnya.aku akan berusaha mencintai apa yang sudah di takdirkan untukku"
.....
Afgan berganti pakaian kokoh nya menjadi pakaian kantor.dirinya melihat Alena yang sibuk dengan dapur
"pagi sekali pakai seragam kantor"
"emang kenapa? Bagus juga nanti kalau makan jadi tidak terburu buru karena telat ke kantor"
Alena mematikan kompor.lalu memindahkan tumis ayamnya ke mangkuk
"biar aku bantu"
"gausa kamu duduk aja , aku siapin makanan"
"gakpapa "Afgan membawa kan mangkok berisi tumis di tangan kanannya sedangkan tangan kirinya membawa nasi
__ADS_1
Alena juga membantu membawa dua piring dan gelas untuk di taruh di meja makan
Afgan duduk di meja makan dirinya dapat merasakan bau masakan yang seperti enak
Afgan membiarkan Alena memberikan beberapa ciduk nasi dan tumis ayam di piringnya
Alena duduk kembali melihat Afgan yang sibuk memakan masakannya sambil menikmati
"gimana enak?"
"enak juga aku kira kamu tidak pandai masak"
"aku sudah di ajari masak sama ibu waktu SMA cuman kalau di rumah aku jarang masak karena sibuk kerja tapi sekarang akan jadi kebiasaan"
Afgan menghabiskan makanan di piring begitu juga Alena yang ikut sarapan pagi
"kamu memang tidak mau merubah pikiran?aku nanti biar bicara sama ayah untuk kamu kerja lagi"
dirinya tahu alena pasti sedih.afgan tidak menyalahkan karena memang tidak semua orang siap dengan pernikahan apalagi ini atas dasar perjodohan
Alena tersenyum kecil "kan aku sudah bilang ,aku mau dirumah aja kalau bosan kan bisa kerumah ibu atau mama "
"yasudah ,aku boleh meminta nomer telfon kalau ada apa apa bisa saling menghubungi"Alena mengangguk
afgan menatap Alena yang memegang ponselnya sambil mengetik nomer handphone
Afgan tersenyum kecil dirinya segera mengalihkan pandangan saat Alena selesai dengan ponselnya
"sudah, nanti aku chat dulu biar aku simpan nomer kamu"
"iya ,kamu gak mau ke rumah ibu atau mamah?biar gak bosen dirumah"seru Afgan
"pengen di rumah aja"
"Kalau mau kerumah ibu atau mamah bisa berangkat bareng aku nanti pulang nya aku jemput sekalian"Alena mengangguk
Afgan segera merapikan pakaian nya melihat jam pukul setengah 7.dirinya sekarang berangkat lebih pagi karena akan ada kepentingan dengan giorgino
"yaudah aku berangkat dulu ,kalau ada apa apa nanti telfon aku"Alena mengangguk saja
Afgan tangannya sedikit bergetar ketika melihat Alena yang sekarang menjadi istrinya ini mencium punggung tangannya
dirinya sedikit tersentak ketika kecupan terasa pada tangannya meskipun hanya sekejap
"aku berangkat kerja dulu ,nanti aku telfonkan sakira.kebetulan sakira lagi libur sekolah"
"iya hati hati"
Alena menatap jam dinding yang masih menunjukkan pukul 06.30 .dirinya menuju ke dapur untuk membuat susu hangat itu adalah kebiasaan pagi dirinya
dirinya berfokus pada kandang kucing yang kosong
__ADS_1
Beli kucing kayak nya enak buat jadi temen