
Afgan dan Alena sama sekali tidak berbicara sedikitpun seharian Afgan melihat jam karena pagi ini akan ada rekan bisnis Afgan
"habis ini akan ada rekan bisnis kerumah ,kamu siap siap dulu aku tunggu di bawah" Alena mengangguk dirinya masih marah dengan Afgan yang membentaknya
.....
"senang bertemu denganmu pak Afgan"seru kedua wanita itu yang menjadi rekan bisnis Afgan
"silahkan masuk kita berbicara di dalam"Afgan sudah menyiapkan ruangan khusus untuk tamu kerja berjaga jaga jika dirinya tidak bisa masuk ke kantor
Afgan tidak tahu mengapa kepalanya sangat pusing dari kemaren.entah apa yang membuatnya sakit
kedua wanita itu tersenyum lalu masuk mengikuti langkah Afgan menuju ke ruangan meeting
mereka berdua duduk sambil mengeluarkan laptop masing masing untuk memulai pembicaraan
"pak renathan menyuruhku untuk bertemu dengan mu karena dia sangat sibuk"
"tidak masalah papah sudah menelfonku tadi pagi"
kedua wanita itu tidak menyangka bahwa anak renathan sangat tampanĀ hidung yang mancung badannya yang bagus dan juga publick speaking yang tak kalah menarik
"pak renathan pasti Bangga memiliki anak sepertimu"seru intan salah satu rekan kerja
"hmm oke kita akan bahas tentang masalah proyek yang sudah aku pantau tiga hari yang lalu apa semua data sudah terkumpul?"tanya Afgan pada mereka berdua
"sudah pak tapi untuk hari ini belum karena memang saya hanya mendapat data terakhir kemaren"seru Sasa membuat Afgan mengangguk saja
beberapa presentasi yang sudah Afgan jelaskan pada mereka berdua
"Ada yang kurang jelas untuk presentasi yang saya jelaskan"Sasa menggeleng
"Sangat jelas pak"senyum mereka berdua.
"pak hidung bapak berdarah"seru Sasa berdiri mengambil tisu dengan cepat membersihkan hidung Afgan
Sasa terbata bata karena lancang melakukann hal itu"ma maf pak saya hanya panik"
"tidak masalah"seru Afgan mengambil posisi untuk membersihkannya sendiri.memang kepalanya juga sedikit pusing
tiba tiba ada seorang perempuan yang mendekat masuk ke dalam ruangan"biar aku bersihkan"
Afgan hanya diam membiarkan Alena membersihkan darah yang keluar dari hidung Afgan meski tidak banyak
"ayo ke rumah sakit?"panik alena
"Darahnya sudah berhenti"
Afgan menatap kedua rekan bisnis itu"maaf jika ada kendala sendikit"
"tidak masalah pak Afgan senang bertemu dengan anda"senyum Sasa dengan penuh
"aku juga pak Afgan senang bertemu denganmu"
__ADS_1
Afgan menatap Alena "kenalkan dia istriku"membuat mereka kaget mereka kira Afgan belum mempunya istri
"aku kira belum punya istri pak Afgan"seru Sasa
"sudah"Afgan memberi isyarat untuk Alena menyapa kedua wanita itu.tapi Alena hanya diam
"kami permisi pak"seru kedua rekan tersebut untuk meninggalkan ruangan
................SAKIT KARENA TERLALU BANYAK FIKIRAN
"jangan terlalu banyak fikiran karena terlalu kelelahan hingga membuat pak Afgan mimisan dan sakit kepala"seru dokter pribadi danuar yang datang kerumah karena Afgan tidak mau ke rumah sakit pasti yang ada akan menginap di sana
"ini resep obatnya untuk di minum.jangan khawatir pak Afgan tidak menderita sakit apa apa hanya kecapean saja.saya permisi"Alena mengangguk
Alena menarik nafas panjang mendekat ke arah Afgan yang tertidur "aku udah bilang minum obat "
"nanti aku minum"seru afgan
"kenapa tidak mau berkenalan dengan rekan kerjaku itu tidak sopan jangan di ulangi lagi hemm"
Alena mengangguk"aku tidak suka perempuan dua tadi melihatku seperti tatapan benci"
"mungkin itu firasatmu"
"Mungkin"
.....
tidak terasa hari ini adalah pernikahan Azka dengan anatasya.sekarang mereka berdua sudah siap
Alena tersenyum kecut melihat Azka yang berdiri menyambut para tamu dengan anatasya sehabat nya dulu waktu sma
"Ayo pulang kalau kamu sedih"Alena menggeleng
"siapa bilang aku gak sedih"kini mereka berdua sedang berjalan untuk mengucapkan selamat pada pasangan yang baru menikah
Azka terdiam melihat Alena yang sedang bergandengan mesra dengan Afgan dirinya tersenyum penuh
"selamat ya Azka"seru Alena membuat Azka hatinya berdenyut kencang
"terima kasih"kini bergantian dengan Afgan yang berada di depan Azka
Azka memeluk erat Afgan"jaga gadisku baik baik aku tahu kamu akan bisa menjadi suami yang baik.jangan sakiti gadis ku aku akan kecewa padamu jika itu terjadi"bisik azka di telinga afgan
"jangan khawatir tanpa kau suruh aku akan menjaga istriku"sambil melepas pelukan
Alena tersenyum kecut menatap anatasya "selamat ya ana aku gak nyangka ke egoisan kamu sekarang membuahkan hasil"senyum Alena lalu melalui mereka berdua di ikuti oleh Afgan
Afgan mengikuti Alena kemanapun istrinya pergi."kamu kok kayak akrab banget sama Azka dia mantan aku yang aku maksud"
"emang gak boleh menambah teman"ucap Afgan lalu mengajak Alena mencari teman temannya
"ayo ikut aku menemui teman temanku"ajak Afgan menuju ke gerombolan
__ADS_1
"wihh mesra banget pasangan suami istri ini"kekeh vino melihat mereka berdua
"iya benar sekali "tambah erdin mendapat tatapan tajam pada Afgan
vino tidak menggubris dirinya menatap Alena"bagaimana di cintai oleh seorang Afgan yang tampan ini Alena?apakah kamu kuat saat di___"
"jika sekali lagi kau mengatakan itu akan kupastika surat pemecatan akan aku kirim kerumah orang tuamu"membuat vino terdiam
"udah deh Vin Lo kayak gak tau aja bos Lo ini sukanya ngancem"kekeh erdin
Mereka berempat berfokus pada seseorang yang tersenyum mulai mendekat ke arah mereka berempat sambil melambaikan tangan
"hallo erdin ,vino ,Afgan gak nyangka kita bertemu disini sangat senang sekali"
Talita adalah teman kuliah dulu mereka sangat akrab.talita bahkan memeluk vino dan erdin dirinya juga memeluk Afgan erat
tanpa melihat ada Alena disana.afgan tidak membalas pelukan itu setelah Talita melepas pelukan
Afgan menarik pelan agar Alena lebih Deket dengannya.talita tak menyadari ada istri Afgan di sana
"cantik banget istri Lo Afgan"
"tentu"jawab Afgan
"lama kita gak ketemu .wajah kalian ternyata tambah tampan tampan juga ya aku baru menyadari nya setelah lulus dari kampus"kekeh Talita
"kau memang suka menggoda orang Talita .jangan sampai aku terpikat denganmu"tawa vino
"idihh gue gak mau sama Lo wlee"
"sama Abang erdin aja gimana udah ganteng ,kaya,manis"membuat Talita ingin muntah
"kayaknya gue salah deh Muji kalian"
"gimana kabar Tante widia udah sembuh?"tanya Afgan pada Talita
terlihat raut Talita yang berubah saat mendengar kata kata yang beberapa bulan ini membuat nya menangis
Talita menatap Afgan "udah sembuh udah gak sakit lagi sekarang mungkin udah tenang hehehe"senyum paksa Talita sambil tersenyum ceria dirinya tidak mau di anggap lemah
"mama udah bahagia di atas .sekarang aku hanya sama papah tapi gakpapa aku gak boleh sedih kok"
erdin memeluk erat Talita dirinya tahu wanita di depannya merasa kuat .mendengar itu membuat sedih memiliki rasa bersalah yang besar"maaf kenapa Lo gak bilang sama kita semuanya Talita ,kita ini sahabat Lo"
Talita melepas pelukan erdin"apasih aku gak mau di kasihani aku gak mau menganggu pernikahan Afgan dengan istrinya waktu itu. maka dari itu aku tidak bilang kalau mamaku tiada"
kenapa sahabat ini tidak bisa melihat Talita masih kepikiran mamanya dirinya pasti akan mengingat kembali kenangan mamanya
"maaf seharusnya gue dateng ke pemakaman Tante widia"Afgan melepas genggaman tangan Alena memeluk talita erat
Talita menangis sesegukan"sudah aku gak mau di kasihani"Talita melepas pelukan nya dari Afgan
"Aku udah dewasa jangan menganggapku aku lemah"Afgan menggeleng
__ADS_1
hati Alena terasa sakit melihat pelukan ke khawatiran Afgan dengan perempuan di depannya ini
kenapa hatinya sakit melihat semua ini