Menikah Tanpa Cinta (New)

Menikah Tanpa Cinta (New)
bab 14 penolakan


__ADS_3

Anita khawatir dengan keadaan putrinya, dirinya menyuapkan bubur pada alena


"ibu udah, Alena kenyang"Anita mengangguk menurut dirinya memberikan air putih pada putrinya lalu memberikan obat


"Minum obat dulu" Alena mengangguk meminum obat yang di berikan pada ibunya


Anita khawatir jika terjadi apa apa pada anak semata wayangnya mendengar kabar kalau Alena sakit dirinya langsung kesini


"kamu jaga kesehatan biar cepet sembuh ,jangan makan makanan sembarangan atau telat makan"tegur Anita pada anaknya


"udah buk jangan di marahin anak kita biar istirahat dulu"seru Danur


"kamu tidur dulu ibu sama ayah mau ngobrol ngobrol di luar sana suami kamu"Alena mengangguk badannya sangat lemas sekali matanya tertutup ketika sudah tidak melihat ibu nya keluar kamar


"jangan lupa suruh Alena minum obat teratur ya ,kalau gak di ingetin anak itu sering lupa"seru Anita pada Afgan


"iya buk nanti Afgan ingatkan"


"ayah sama ibu pamit dulu ya ,soalnya ayah mau ada urusan penting ayah titip Alena ya"seru danuar


Afgan mengangguk


......


Afgan menatap jam dinding sudah pukul 05.00 sore dirinya ingin membangunkan Alena untuk jangan tidur karena mau adzan magrib


tapi tiba tiba melihat Alena yang baru saja keluar dari dapur


"kok gak di kamar ,kalau butuh apa apa minta bantuan aku ,kamu masih sakit takut terjadi sesuatu"


"udah gakpapa ,suhu badan aku udah reda kok .udah gak mual juga"Alena memegang tangan Afgan menempelkan pada keningnya


"tuhkan gak panas" Afgan dapat melihat wajah Alena yang begitu dekat.beberapa saat dirinya segera mengalihkan muka nya


"aku mau ketemu sama klien dulu sebentar mungkin cuma satu jam ,kalau ada keperluan apapun langsung telfon aku aja"Alena mengangguk


sebenarnya tidak tega meninggalkan Alena sendirian tapi dirinya hanya keluar sebentar apalagi klien nya sangat penting sekali


......


Alena membuka pintu melihat Afgan bersama dengan temannya.kaget Alena melihat darah yang mengalir di pelipis Afgan


"Afgan kenapa?"


"tadi gak sengaja nabrak trotoar"seru vino sambil membantu membopong afgan


Alena mengambil kotak p3k untuk membantu membersihkan pelipis Afgan yang berdarah


"bawa ke rumah sakit aja ya?"tawar alena pada vino karena takut terjadi apa apa


"di rumah aja aku gak terlalu nyaman kalau di rumah sakit"seru Afgan membuat Alena menoleh


"aku bersihin luka kamu dulu kalau gitu"Alena mengambil kapas dengan revanol membersihkan darah yang mengalir pada pelipis Afgan

__ADS_1


vino duduk di sebelah kiri Afgan sambil melihat Alena yang sibuk membersihkan pelipis Afgan yang berdarah


"gimana kejadiannya sampai bisa kecelakaan kayak gini"


"tadi aku sama Afgan mau ketemu sama klien mbak tapi tadi gak sengaja ada sepeda motor lewat tiba tiba, akhirnya Afgan banting stir"


"lain kali lebih hati hati lagi"seru Alena ,dirinya menatap vino teman Afgan


"tapi kamu gakpapa?"vino menggeleng.


"Alhamdulillah aku gakpapa mbak"


"panggil Alena aja,kan umur kita sama"membuat vino mengangguk


"Gue mau ketemu sama klien tadi,keburu telat ,gakpapa kan af gue tinggal"


"gakpapa"seru afgan.vino mengangguk dirinya langsung pamit pada mereka berdua


Alena menatap Afgan "hati hati untung cuma pelipis kamu yang berdarah, kalau fatal gimana?"


"salahin sepeda motor nya dia lewat mendadak jadi aku gak tau"


"Ya terserah kamu"Alena mendengus kesal menatap Afgan terkekeh menatap dirinya


"gak lucu"


"Iya aku salah ,udah jangan gitu muka nya"Alena memukul pelan pundak Afgan karena menjahilinya


"kamu tidur dulu sana ,aku mau masak nanti aku anterin sarapan kamu"


....


Alena mendekat ke arah kulkas melihat bahan makanan apa saja yang masih tersisa.berhubung bingung mau masak apa dirinya masak sayur SOP aja dengan isi sosis


Alena mulai memasak sayur SOP.dirinya tidak menyangka harus menjalani semua ini tapi bagaimana lagi sudah takdir .dirinya tidak mau memikirkan hal kedepan karena tentunya pasti akan sangat berat


Alena mulai memasukkan sosis ke dalam sup sayur menunggu hingga matang.beberapa menit tercium bau bau sedap membuat Alena terkekeh


dirinya juga melihat nasi di magicjar apakah sudah matang apa belum .sore ini dirinya memasak nasi sedikit karena sudah sore


Alena mematikan kompor ,dirinya mencicipi sedikit sayur SOP yang terlah dirinya buat


"enak juga"gumam Alena


dirinya juga melihat nasi yang sudah matang.


Afgan menyenderkan bahunya di tepi ranjang kepalanya sedikit pusing karena tadi menatap stir mobil


melihat Alena yang masuk membawakan nasi dan lauk untuk dirinya.melihat Alena yang duduk di sampingnya


"gimana keadaan kamu, masih sakit"


"agak lumayan ,tapi sekarang udah gak"

__ADS_1


"cepet banget"


"kan aku cowok ,ini cuma kecelakaan kecil jadi gak berasa"


"jangan gitu ,udah kamu makan dulu kalau gitu"


"suapin"


"yang sakit kan kepala kamu bukan tangan kamu"


"makan nanti aja kalau gitu ,aku masih pusing"


"nyebelin banget"membuat Afgan terkekeh dengan tingkah Alena, segera alena mengambil satu suap nasi lalu menyuapi Afgan yang sedang duduk di sampingnya, Alena menyuapi Afgan hingga makanan yang di bawa Alena tadi habis tidak tersisa sedikit pun


"sebentar aku mau ke dapur buat cuci piring dulu"


tangan Alena di tarik oleh Afgan ketika ingin berdiri meninggalkannya membuat Alena bertanya tanya.mata kedua nya saling berpandangan bahkan tubuh alena bertubrukan di dada bidang Afgan


mambuat Alena terkejut,padahal laki laki di depannya ini baru saja kecelakaan


"lepasin Afgan aku nanti kesini lagi ,kamu istirahat dulu"


tatapan Afgan yang begitu berbeda dari biasanya membuat Alena bergedik ngeri.afgan tersenyum penuh tangannya makin mempererat Alena membuat wanita itu tidak bisa berkutik


"aku mau minta hak aku"


seketika Alena kaget tidak di sangka Afgan bisa meminta hal yang menurutnya tidak akan terjadi


Alena menggeleng ,dirinya tidak siap melakukan itu apalagi Afgan adalah orang yang baru saja masuk ke dalam hidupnya .tidak ada cinta yang tercipta pada hubungan mereka berdua


"aku gak bisa Afgan ,lepasin aku"


tatapan kecewa terlihat pada mata Afgan yang berharap lebih untuk semuanya


"kenapa?"


"aku gak bisa melakukan hal itu dengan orang yang sama sekali tidak aku cintai Afgan,aku baru kenal kamu ,aku gak bisa maaf "lirih alena


"kita sudah menikah ,aku juga melakukan ini supaya hubungan kita menjadi lebih baik lagi siapa tahu kedepannya bakal ada cinta di antara kita"


Alena menggeleng pelan "aku gak bisa maaf"Alena tertunduk


"kenapa..?"


"aku punya pacar Afgan aku gak bisa melakukan itu dengan kamu"tangan yang semula memegang Alena seketika terlepas begitu saja


"aku sudah melakukannya dengan pacar aku, apa kamu mau bekasan seperti ku"


Deggg


afgan tidak menyangka semuanya ,berfikir apa yang dikatakan gadis itu salah


melihat Alena menangis membuktikan bahwa gadis itu mengatakannya dengan benar

__ADS_1


Afgan bangkit dari duduk nya.hatinya begitu sakit kenapa di saat dirinya ingin membuka hati dengan istrinya. malah mendapat pernyataan pahit di luar dugaan nya sendiri.amarah,sakit hati begitu menyelimuti hatinya mendengar semua perkataan pahit itu


__ADS_2