
Alena menatap kaca melihat matanya yang sembab dirinya merogoh saku celananya saat mendapat telefon dari ibunya
"assalamualaikum sayang"
"waalaikumsalam Bu"
"kenapa suaramu berbeda ,kamu habis nangis?"
khawatir Anita karena mendengar suara anaknya seperti menangis.
"gak ibu aku gakpapa, buk aku matikan dulu ya aku mau ada acara reuni sama teman kuliah daa buk"
Alena meletakkan handphone di meja dirinya bernafas pasrah.afgan juga sama sekali tidak pulang padahal ini sudah siang
Alena menuju ke ruang depan .langkahnya terhenti ketika melihat Afgan yang sedang berbincang bincang dengan seorang wanita
Alena tahu itu adalah Talita yang waktu itu bertemu di acara pernikahan azka.terlihat mereka berdua sangatlah akrab sekali
tiba tiba Talita melihat Alena yang berdiri tak jauh dari tempat itu.talita segera memanggil Alena karena tahu itu adalah istri Afgan
Alena ragu dirinya tetap berjalan mendekat ke arah Talita dan Afgan yang sedang asik berbicara
Afgan hanya melirik sedikit.talita menatap Alena sambil menepuk tempat duduk di sampingnya menyuruh Alena duduk
Alena duduk dengan ragu"maaf aku tidak tahu kalau ada tamu,mau aku buatkan apa?"
Talita menggeleng"tidak usah repot repot ya Alena,oh ya kamu tahu namaku gak?nama aku Talita siapa tahu lupa atau belum kenal"Alena menerima uluran perkenalan talita di balas dengan baik
"oh ya talita kamu sekarang kerja di kantor papa kamu?"tanya Afgan membuat Talita menoleh reflek ke arah depan menatap Afgan
"iya bener ,sambil bantu papa juga di sana aku belajar banyak aku bisa presentasi bia buat dokumen semuanya aku udah di ajarin sama papa"
Afgan terkekeh "sekarang sudah tahu caranya kerja kan?bukan bisanya ngrepoti orang Mulu"
"hehehe iya sih dulu kan kalau ada pelajaran selalu nyontek ke kamu atau gak ke erdin sama vino"senyum Talita
"mangkaknya jadi orang jangan terlalu pendiam sama aku"
"kan gara gara kamu pacaran sama Niya meskipun kita temen Deket tapi aku menghargai perasaan sesama wanita lah"
"haha iyain aja"
Alena kesal karena sejak tadi Afgan sama sekali tidak menghiraukannya.bahkan melirik hanya beberapa detik saja
Alena berdiri"aku permisi"lalu pergi menuju ke kamar
"ken_"belum sempat mencegah Alena .wanita itu sudah langsung pergi langsung
Talita menatap Afgan kesal"tuh istri kamu marah kamu sih gak kamu aja bicara"
"biarin aku gak peduli juga"
__ADS_1
Alena kesal bisa bisanya Afgan seperti itu dengan dirinya padahal terlihat jelas dirinya itu istrinya memang laki laki semua saja
ingin saja Alena mau keluar kamar sudah ada Afgan yang ingin masuk ke dalam kamar
Alena terhenti menatap Afgan yang hanya melirik nya saja.alena sudah mengepal kesal
"dimana pakaian warna coklat yang biasa aku pakai?"tanya Afgan
"gak tau cari aja sendiri toh itu baju kamu"lalu pergi keluar kamar.saat di ruang tamu Talita sudah tidak ada di sana mungkin sudah pulang
Alena menuju ke dapur membuat es susu.dirinya mengambil tempat duduk di meja makan meneguk air susu itu sampai habis
karena hari ini dirinya malas untuk memasak nanti saja membeli makan diluar.nanti juga pasti Afgan akan beli di restorant
Alena menuju ke kamar mandi melihat kan wajahnya di kaca.
"kelihatan banget gak ya kalau sembab malu kalau sampai Afgan tahu"batin Alena sambil memegangi kedua pipi nya meyakinkan kalau Afgan tidak melihat mata sembabnya yang masih sedikit merah
Alena menoleh ke belakang di kagetkan dengan Afgan yang sudah berdiri di belakangnya
"siap siap kita akan kerumah papa,aku tunggu di ruang tamu seperti janjiku kemaren aku akan urus semua surat jika papa ku dan ayahmu sudah mengetahuinya bagaimanapun mereka orang tua kita berhak tahu"
Alena seketika menjadi berkeringat mendengar apa yang di katakan afgan.menggeleng pelan
"gak ada cari lain aku mohon jangan lakuin hal itu Afgan"pinta Alena mendekat ke arah Afgan
Afgan menatap Alena dengan senyum kecil dirinya memegang dagu Alena"hem sayang ini harus aku lakukan bukannya kamu hanya cinta sama Azka bukan sama aku?untuk apa hubungan kita di lanjut kalau aku saja yang berjuang bahkan kamu sama sekali tidak mau membuka hati kamu"
"aku tidak yakin karena aku tahu betspa besarnya cinta kamu sama Azka alena.jangan membuat aku jatuh sejatuh jatuhnya harga diriku sudah rendah bahkan aku dengan berani mengatakan kalau aku udah buka rasa sama kamu meski kamu harus nolak dengan mentah mentah.bahkan hal yang di inginkan seorang suami pada istripun juga kamu tolak mentah mentah alena.aku juga laki laki aku ini suamimu aku hanya ingin memenuhi keinginanku agar kita bisa bersatu dan saling mencintai tapi apa yang kamu lakukan kamu sama sekali seperti tidak menganggap aku ada"
"sekarang bersiap lah kita kerumah sudah ada ayah dan papa di sana aku sudah mengundang mereka"tambah Afgan lalu pergi
Alena menarik nafas panjang dadanya sesak tidak apa yang harus dia lakukan
.....
Alena pucat seketika melihat di sana hanya terdapat renathan dan danuar saja.dirinya meremas celana dengan sedikit gemetar lalu duduk bersamaan dengan Afgan
Alena menunduk tidak berani untuk menatap kedua orang tua itu
"tumben sekali menyuruh kita bertemu ada apa afgan apa yang ingin kamu bicarakan sepertinya penting"seru danuar
Afgan menatap dua orang tua itu "pah ,yah maaf jika Afgan mengatakan semua ini karena kalian berdua lah yang menjodohkan kami tapi maaf Afgan tidak sanggup jika harus memperlanjut pernikahan ini"
renathan menatap tajam anaknya"apa yang kamu katakan?pernikahan bukanlah mainan Afgan apa kamu masih cinta sama mantan kamu itu"
"aku sudah bilang kalau aku sudah melupakan Niya pah ,aku tidak bisa melanjutkan ini karena mungkin saja kita tidak jodoh"
kedua orang tua itu saling menatap tajam sakit hati pada anaknya masing masing dengan perkataan itu.padahal hubungan renathan dan danuar sangat lah baik
"Alena apa kamu ingin bercerai dengan Afgan?coba jelaskan alasannya pada ayah"karena danuar takutkan Alena masih mencintai Azka karena keduanya saling di kaitkan dengan masa lalu
__ADS_1
Alena hanya diam dirinya menggeleng pelan sambil meremas tangannya karena takut ayahnya marah
"Tatap ayah jangan menunduk jika kamu seperti papa tahu pasti kamu yang menyebabkan Afgan berkata seperti ini"Alena menangis pelan menatap ayahnya yang sudah ingin marah
"jelaskan pada ayah apa yang sebenarnya terjadi aku tahu kamu anak yang tidak pernah berbohong sama ayah"Alena menatap Afgan karena takut dengan ayahnya
"sudah lah yah kita memang tidak di takdirkan berjodoh ayah"sela afgan
"berhenti berbicara dulu Afgan biar ayah bicara dengan Alena 2 mata jika memang kamu menutupi apa yang terjadi"
danuar mengajak Alena keluar dari ruangan untuk mempertanyakan kepada putrinya
"apa yang sebenarnya terjadi kamu tahu ayah tidak pernah mendidik kamu berbohong"
"hikss ayah maafin Alena hikss alena gak bisa jadi istri yang baik ayah.maaf Alena udah buat surat perjanjian sama ibu untuk menceraikan Afgan jika sudah menikah selama satu tahun.alena juga menolak untuk di sentuh Afgan hiksss"
Plakk
Alena menangis sesegukan mendapat tamparan dan amarah dari ayahnya
"ayah tidak pernah mendidik kamu seperti itu sekarang ikut ayah pulang. ayah akan marah sekali dengan kamu sama ibu karena telah menyembunyikan semua ini"
Alena bersujud dengan di depan ayahnya "hikss ayah jangan marahin ibuk aku yang salah hikss"
Afgan sedikit berlari kecil membantu alena untuk berdiri yang menangis sesegukan dirinya sudah telat.
melihat wajah yang di penuhi air mata dan pipi yang merah bekas tamparan dari danuar
"jangan ikut campur Afgan ini masalah ayah dan anak.biar ayah kasih peringatan pada putri ayah dia selalu ayah manja tapi sama sekali masih bersifat kekanak Kanakan"seru danuar menyuruh Afgan minggir
"hikss hikss" Alena memeluk Afgan gemetar takut, menyembunyikan wajahnya di dada bidang Afgan sambil menangis
"Afgan kenapa kamu tidak bilang kalau putri ayah bisa merendahkan kamu seperti itu"marah danuar
Afgan memijat kepala.kenapa gadis ini bisa terlalu jujur padahal sebelum berangkat tadi Afgan sudah memberitahu Alena untuk tidak mengatakan hal tentang privasi mereka berdua
Alena semakin mempererat pelukannya dengan Afgan"ikut ayah pulang .ayah akan interogasi bersama dengan ibumu.kamu bikin papa malu Alena di depan sahabat papa sendiri"
"hikss hikss"
renathan menghampiri mereka bertiga .menatap sahabatnya "sudah jangan terlalu keras dengan anak perempuan danuar dia bukan laki laki hatinya tidak sekuat itu"
"dia udah bikin malu aku Nathan betapa malunya aku melihat anakmu di rendahkan seperti itu"
"Urus surat perceraian ayah setuju dengan semua ini.dia anakku aku tahu sifat anakku seperti apa!menikahlah menjadi istri kedua Azka ayah akan mempersilahkan tapi jangan pernah temui ayah lagi .ayah sudah memilihkan mu laki laki tepat tapi kamu malah seenaknya"danuar menarik tangan Alena untuk ikut pergi
"ikut ayah pulang kemasi semua pakaian di rumah ayah habis ini kemasi juga barang di rumah yang kamu singgahi,setelah ini ayah tidak akan menganggapmu sebagai seorang putri pergilah dari rumah jika kamu cuma bikin ayah malu alena"
Degg
"hiksss hiksss Afgan tolong aku"ucap pelan alena.saat pergi mengikuti langkah ayahnya yang cepat
__ADS_1
Renathan menatap afgan yang terlihat sendu dan sedih.renathan menepuk pundak anaknya"bicarakan baik baik"