
Afgan menghampiri teman temannya disana juga ada Azka yang mengobrol dengan vino dan erdin
"wihh boss tampan sudah datang juga ternyata"sambil vino dengan kekehan melihat Afgan yang mendekat pada mereka bertiga
"sendirian?"tanya Azka pada Afgan yang dijawab dengan gelengan
"sama Alena ,lagi ngobrol sama dinta"membuat mereka bertiga mengangguk
mereka berempat kini menatap Talita yang sedang memakai gaun simple tapi mewah itu berjalan mendekat ke arah mereka berempat
"datang juga para ingusan ini"seru talita terkekeh
"bener bener Lo tal,ngomong ngomong selamat ulang tahun jangan lupa buka kado dari gue yang tampan ini"seru vino dijawab kekehan dari Talita
"Ya karena Lo udah dateng ke acara ulang tahun gue jadi gue akui Lo tampan tapi untuk malam ini aja sih gue mujinya"membuat gela tawa dari mereka semua
"selamat ya talita"seru Azka di angguki oleh Talita dengan senyuman
"anatasya kemana?"tanya Talita
"katanya mau samperin temen kuliahnya"membuat Talita mengangguk dengan jawaban azka
anatasya adalah saudara sepupu talita oleh sebab itu dirinya mengundang ana bersama dengan suaminya
"aku pergi dulu ya kalian lanjutin acara ngobrolnya aku mau kesana"tunjuk talita pada segerombolan teman teman perempuan nya
"iya hati hati"seru vino sambil menatap punggung Talita yang mulai menghilang
vino menyodorkan minuman pada teman temannya.afgan menggeleng dirinya tidak mau minum berakohol
"ayo lah af sedikit aja gak mungkin mabuk juga"seru erdin membuat Afgan mengangguk dirinya meneguk hanya setengah gelas
mereka bertiga juga meneguk minuman itu hanya dua gelas saja masing masing tidak mau terlalu banyak karena jika mabuk berat bisa merepotkan satu sama lain apalagi ini acara pesta
"gue pergi dulu mau cari alena"
"iya ,hari hati"
Afgan menuju ke tempat dimana mereka pertama kali bertemu dengan dinta.tapi disana sudah tidak ada siapapun
Afgan berjalan mencari keberadaan istrinya meskipun sedikit susah karena banyak nya orang disana
mata Afgan tertuju pada Alena yang sedang berbincang bincang dengan seorang laki laki
Alena tersentak ketika seseorang merangkul nya dari samping melihat Afgan yang sudah menatapnya tajam
__ADS_1
"Afgan kenapa gak telfon aku"
"Aku gak bawa handphone aku kan udah bilang jangan jauh dari tempat dimana temen temen aku kumpul"
Afgan melihat laki laki tampan ini yang baru saja berbincang bincang dengan akrab bersama istrinya
"ternyata suamimu tampan juga,kenalkan aku bryan teman sekolah Alena dulu"
Afgan membalas salaman bryan singkat.dinta yang datang menemui mereka bertiga,kaget karena sudah ada Afgan disana
"maaf ya lama di toiletnya"seru Dinta karena meninggalkan Alena dan Bryan berdua takut Afgan salah paham
"gakpapa"seru bryan pada dinta
"ini sudah malam ,besok aku harus kerja ayo pulang"ajak Afgan dingin membuat Alena mengangguk
dengan sedikit tak enak dirinya terpaksa berpamitan pada mereka berdua.
selesai pulang dari pesta Afgan menatap nya dingin, bahkan laki laki itu langsung tidur tanpa mau berbicara sepatah kata pun
Alena menarik nafas panjang melihat tingkah Afgan yang terlihat sekali cemburu padanya membuat dirinya tersenyum
dirinya akan meminta maaf besok saja apalagi melihat Afgan yang sudah tidur pulas.alena menuju ke kamar mandi membersihkan kakinya dan tangannya sebelum tidur
*******
mungkin karena tugasnya sebagai istri dirinya harus memasak pagi pagi apalagi afgan berangkat kerja dijam tak menentu
Alena jam 6.30 sudah mempersiapkan masakan nya tinggal bangunkan Afgan saja pasti suaminya itu masih tidur
alena terhenti ketika melihat Afgan yang sedang menonton televisi di ruang tamu
"kamu gak berangkat ke kantor?"tanya Alena mendekat ke arah Afgan tapi sama sekali tidak di gubrisnya
Alena tahu pasti laki laki ini masih cemburu dengannya"kemaren malam itu Bryan dia temen sekolah SMA aku bukan siapa siapa"
Afgan sedikit tidak suka tatapan laki laki seperti menyukai istrinya"aku sudah bilang kan jangan jauh jauh dari tempat aku"
Alena memeluk Afgan dari samping "iya maaf aku gak ulangi lagi"
perlakuan lembut Alena membuat Afgan tersenyum kecil padahal dirinya akan berpura pura marah besar tapi hanya dengan pelukan alena saja dirinya sudah terhipnotis bagaimana jika melakukan itu
Afgan segera menggelengkan kepala mengusir pikiran kotor itu.dirinya harus bisa menahan diri sebelum Alena sendiri yang meminta
"aku habis ini mau mandi"
__ADS_1
"iya, habis ini aku siapin baju kantor kamu"membuat Afgan mengangguk
******
Afgan memakai setelan jas berwarna hitam menambahkan kesan tampan banyak perempuan kantor yang memujinya bahwa anak dari CEO renathan
tatapan dingin selalu Afgan tunjukkan dirinya tidak terlalu tertarik dengan wanita di kantor ini
"pak Afgan,tuan renathan mamanggil anda di ruangannya"seru Giorgino membuat Afgan mengangguk lalu menuju ke ruangan papa nya
"iya pah ada apa tumben manggil aku"seru afgan duduk di depannya ayahnya
"gimana masalah kamu sama Alena?udah selesai sepenuhnya"
"sudah pah ,maaf kemaren sempat membuat kekacauan sama ayah juga"sedikit bersalah Afgan karena dirinya tahu hubungan papa nya dengan danuar sangat lah baik
"tidak masalah tapi usahakan jika ada masalah selesai kan dengan kepala dingin Afgan ,papa juga pernah muda pasti tahu semua hubungan berumah tangga tidak semudah itu bakal banyak rintangan yang harus kamu lalui.tapi ingat pesan papa jika ada masalah sebesar apapun rundingkan dengan Alena jangan pernah mengambil keputusan sepihak supaya hubungan kalian kuat.papa tidak bisa membantu banyak papa hanya berdoa anak papa ini bisa hidup bahagia"
"iya pah aminn"
"gimana laporan proyek sudah selesai?"
"sudah, kemaren aku lembur sampai pagi buat nyelesaikan semua laporan"renathan mengangguk karena dirinya juga sibuk
"terima kasih sudah membantu papa ,kamu harus belajar bahwa menjadi boss tidak mudah harus memegang tanggung jawab yang sangat besar.salah sedikit bertindak yang terkena imbasnya adalah puluhan karyawan"
"aku mengerti pah"
Afgan pamit pergi dari ruangan papa nya.
"giorgino ikut aku sebentar aku ada buku laporan nanti kasihkan ke papa"Giorgino mengangguk mengikuti langkah Afgan menuju ke ruangannya,
Afgan berjalan tegap mengambil sebuah buku laporan di meja lalu memberikannya pada giorgino"terima kasih"
"sama sama pak saya pamit permisi dulu"seru Giorgino lalu keluar ruangan.
Afgan melepas jas hitamnya menyampirkan di senderan kursi kantor.dirinya sekarang hanya memakai kemeja berwarna putih,Afgan memencet remot menambahkan suhu AC agar sedikit dingin lagi
"permisi pak Afgan"seru dio.dia adalah sekertaris baru yang di pilih oleh papa nya sendiri
"ada apa dio?"
"ini pak saya minta tanda tangan dari staf tentang laporan keuangan ,bisa pak afgan cek terlebih dahulu"sambil menyodorkan berkas itu
"nanti saya panggil kamu lagi "ucap Afgan menerima dengan baik berkas itu.
__ADS_1
"baik pak arga terima kasih"seru dio lalu pergi keluar ruangan