
"Kamu tidur dulu ,pasti capek kerja semaleman lembur"seru alena menyuruh Afgan untuk tidur telihat dari mata Afgan yang terlihat kelelahan
"sini"Afgan menepuk tempat kosong di sampingnya
Alena mendekat duduk di samping Afgan yang sedang menyenderkan punggungnya di ranjang
Alena akui wajah Afgan sangat lah tampan.hidung yang mancung ,kulit yang putih tubuh yang sixpack padahal jarang sekali dirinya melihat Afgan olahraga
"seneng banget ya sekarang natap wajah aku"senyum Afgan karena suka menggoda alena
"siapa juga aku cuman lihat wajah kamu kayak kelelahan gitu ,kamu tidur dulu Afgan nanti sakit semaleman begadang"
Afgan tersenyum "sini main sama aku"
"Afgan mulai dehh ,aku lagi pms"seru Alena membuat Afgan sedikit kecewa.tapi sudut bibirnya tersenyum
"kalau udah selesai ,mau?"pertanyaan yang membuat Alena malu tidak mungkin dirinya akan frontal bilang iya
"hahaha muka nya merah banget gak mungkin kamu mau jawab malu kan pasti"
Alena memukul dada bidang Afgan"kamu sama aja kayak sakira suka banget godain aku"
Afgan terkekeh lalu menatap Alena lekat"aku tidak memaksa jika kamu tidak mau Alena .aku akan menunggu maaf aku terlalu egois untuk meminta hal itu"
Alena terdiam merasa bersalah menyelimuti dirinya .ia tahu Afgan pasti sudah menahan diri berusaha untuk tidak menyentuhnya
"aku Akan secepatnya memberi jawaban maaf jika menunggumu lama"
"tidak masalah ,aku cuma gak mau kamu ninggalin aku alena.hanya itu aja aku cuma mau kamu milik aku maaf jika terdengar egois tapi siapa laki laki yang tidak akan tertarik dengan istri secantik ini"
Alena tersenyum malu
"ayo tidur ,kamu gak ada kerjaan lagi kan?"Alena menggeleng
Afgan tersenyum kecil dirinya merebahkan tubuhnya karena sangat mengantuk menutup matanya rapat.Alena menatap Afgan yang sudah tertidur pulas.dirinya mencium sekejap pipi kiri Afgan
"maafin aku ,mungkin ayah benar aku harus bisa menjadi istri yang baik buat kamu ,aku janji bakal berusaha mencintai kamu Afgan"senyum Alena lalu ikut merebahkan tubuhnya
karena tidak salah membuka lembaran baru pada Afgan,apalagi Azka yang dulu ia cintai sudah memiliki pasangan yang mungkin sudah di takdirkan oleh Allah.alena segera menutup matanya untuk tidur juga
senyum kecil terukir di sudut bibir Afgan dengan mata terpejam sungguh pernyataan Alena membuat hatinya sangat senang
.....
Afgan membuka matanya menunduk ke arah Alena yang sedang berada di pelukannya tertidur
__ADS_1
Afgan turun dari ranjang pelan pelan agar Alena tidak kebangun,dirinya berdecak sebal telfon temannya membuat dirinya kesal
Afgan menyalakan bunyi pada handphone khusus pekerjaan kantor karena memang dirinya takut tidak tahu jika ada informasi penting
sedangkan handphone khusus pribadi nya sendiri tidak nyalakan bunyi nya ketika ada orang telfon mungkin hanya bergetar saja
"ada apa?"seru Afgan
"maaf bosss yaelah nge gas banget sihh ,aku cuma mau bilang boss nanti malam Talita undang kita ke acara ulang tahunnya.dia nyuruh nyampein ke Lo kalau secara langsung takut istri lo berfikir tidak tidak"
"terima kasih tapi jangan pernah menelfon gue di nomer ini jika tidak masalah kantor ,Lo memang bikin gue kesel"
"hahaha emang Lo lagi apa bos sampai sampai gue telfon tiba tiba kesel gitu"
tawa vino membuat Afgan mematikan telfonnya.untung sahabatnya jika tidak Afgan akan membuang nya ke laut
Afgan segera kembali ke kamar meletakkan handphone nya sambil melihat Alena yang masih tertidur,dirinya duduk di pinggir ranjang sambil bermain handphone pribadinya
"kamu udah bangun dari tadi?"tanya Alena yang baru saja membuka matanya lalu duduk sambil menyenderkan punggungnya di ranjang
"sudah dari tadi ,kamu mandi dulu keburu magrib"
"aku masih ngantuk"ucap Alena menguap beberapa kali
Afgan tersenyum gemas melihat wajah Alena yang baru saja bangun tidur .Afgan mendekat ke arah Alena
"ishh....Afgan jangan gitu seneng banget godain aku"
"aku gak godain kalau mau sih ayo"seru Afgan sambil terkekeh melihat Alena yang berlari kecil ke arah kamar mandi
beberapa menit Alena selesai mandi "tadi vino telfon aku"
Alena yang sibuk mencari sisir menoleh ke arah Afgan yang duduk di tepi ranjang
"tadi dia bilang malam ini kita di undang di acara pesta ulang tahun Talita kamu mau?"
Afgan berdiri mengambil sisir yang dia letakkan di atas lemari"aku cariin ternyata kamu taruh situ"
pantas saja sejak tadi Alena mencari tidak ketemu ketemu ,Afgan menggandeng tangan Alena untuk duduk di ranjang
"mau apa nggak datang ke acara talita?"Alena mengangguk
"iya aku mau"Afgan mengangguk lalu menyuruh Alena untuk membelakangi dirinya.betapa telitinya Afgan menyisir rambut Alena
hingga membuat rambut Alena tekepang satu. Dengan sangat rapi membuat Alena tersenyum penuh
__ADS_1
"kamu bisa kepangin rambut?"Afgan mengangguk
"itu hal yang mudah,dulu waktu sakira kecil aku sering kepangin rambutnya"
"kamu sekarang gantian mandi aku mau cari dress dulu buat siap siap ke acara pesta ulang tahunnya Talita"
"iya aku mandi dulu sekalian siapkan baju yang seirama sama dress kamu"
"iya ,sana mandi dulu aku carikan"Afgan menuju ke kamar mandi.alena yang masih sibuk mencari dress yang cocok dan senada dengan baju suaminya
kebanyakan dress Alena berwarna coklat karena itu adalah warna baju kesukaan Alena meskipun warna lain juga lumayan banyak
dirinya membuka lemari sebelahnya menatap baju Afgan yang di penuhi dengan warna hitam ,merah dan putih sedangkan warna lain sedikit sekali bahkan tidak lengkap
Alena hanya memiliki dress hitam 2 saja itupun sedikit terbuka.tapi yasudahlah dress yang dia pakai tidak terlalu terbuka parah
di acara pesta ulang tahun biasanya lebih ke dominan warna hitam.alena berfikir seperti itu karena memang setiap kali teman kuliah dulu merayakan ulang tahun pasti banyak menggunakan warna hitam
Afgan meneguk salivanya melihat dress yang di gunakan,Alena sangat membuat dirinya bergairah
kenapa wanita itu tidak henti hentinya membuat dirinya harus menahan hasratnya.
Afgan tersenyum memeluk Alena dari belakang.membuat istrinya itu sedikit terkejut
"pakaianmu sangat seksi ,apa ingin menggodaku malam ini hemm jika iya lebih baik kita batalkan ke acara pestanya"
"ini gak terlalu seksi Afgan, aku lihat di story Instagram teman temanku kebanyakan menggunakan berbagai dress berwarna hitam"
Afgan melepas pelukannya membalikkan tubuh alena yang sedang mencari kan bajunya
"lihat dadamu sangat terlihat di mataku,apa ini tidak seksi hemm?"Alena menaikkan sedikit dressnya tanpa lengan itu
"sudah tidak terlihat lagi"
"istri nakal aku sudah beri tahu kamu tapi masih saja tidak mau menurutiku.baiklah sayang aku sudah menahannya sejak tadi tapi kamu yang selalu memancingku"Alena gelagapan ketika tahu apa yang akan di lakukan Afgan
"iya aku ganti "Afgan tersenyum kecil melihat ekspresi Alena
"tapi kamu lebih menyukai warna hitam kan?karena di lemari banyak banget kemeja warna hitammu sedangkan aku hanya punya 2 dress hitam seperti ini"
Afgan membuka lemari milik Alena sambil memilihkan dress yang tidak terbuka
"pakai dress ini"sambil memberikan dress berwarna hijau yang polos tanpa hiasan apapun.apalagi warna hijaunya terlalu gelap
"ini jelek dress nya" dress itu adalah pemberian ibunya karena salah membeli jadi menyuruh Alena untuk di simpan
__ADS_1
"tidak ada dress jelek jika kamu yang memakai nya sayang ,aku akan menelfon Giorgino untuk mengambilkan ku kemeja berwarna senada ,kamu ganti dulu sebelum aku berubah pikiran untuk memakanmu"