
Alena kini tersenyum senang ,memakai baju yang indah dengan lipstik sedikit merah ke pink an karena akan bertemu dengan Azka
perasaan bersalah terdapat pada raut wajah Alena dirinya sudah membohongi Azka terus menerus
Alena kini sudah berada di cafe moci itu adalah cafe favorit dirinya dan azka.alena tersenyum melihat Azka yang sedang menunggunya
"aku kangen banget"
"sama-sama sayang ,makin cantik ya pacar aku"senyum Azka mengusap pipi Alena sambil tersenyum
"aku boleh ke rumah ayahmu?"Alena terkejut mendengar apa yang di katakan azka.apakah Azka serius ingin melamar nya sekarang?
"kenapa sayang.aku udah janji sama kamu bakal ngelamar kamu sekarang aku udah siap aku tidak peduli ayahmu akan marah padaku tapi aku sangat sayang sama kamu"
Alena terdiam kaku tidak mungkin akan bertemu dengan ayahnya apalagi posisi Alena sekarang adalah istri orang
"kamu kenapa nangis ,jangan kayak gini aku gak suka sayang"Azka segera mengusap air mata Alena yang membasahi pipi
"Gakpapa kok"
"yakin?bilang sama aku apa yang terjadi akhir akhir ini aku lihat kamu setiap telfon atau vidiocall kamu pasti mau nangis ada apa?apa kamu di marahi ayah?"
"maaf bikin kamu khawatir"
"Aku selalu khawatir jika gadisku jauh dari ku ,jujur apa yang membuatmu seperti ini aku tidak suka wajah sedihmu sayang ,aku suka kamu yang ceria bukan kayak gini"ikut sedih Azka melihat alena gadis kesayangan nya
Alena menggeser kursinya menangis sesegukan tidak peduli banyak orang yang menatapnya dan berfikir seperti apa
"aku takut kalau ayah gak setuju dia akan usir kamu"
"aku tidak masalah jika di usir sayang aku akan coba lagi hari lain sampai ayahmu suka sama aku"alena tetap menangis sambil memeluknya
Azka melepaskan pelukan Alena melihat wajah cantik Alena yang merah karena menangis Azka mengusap air mata Alena supaya tidak keluar terus
"Jangan nangis sayang ,aku jadi kepikiran sama kamu kalau kayak gini tanpa mau cerita sama aku"
"udah jangan nangis gimana kalau aku ajak jalan jalan mau kan?udah beberapa bulan loh kita gak pernah jalan jalan"senyum Azka agar pacar nya ini tidak sedih lagi
Alena mengangguk dirinya tersenyum meskipun matanya sedikit sembab
"udah jangan nangis aku jadi ikut sedih kalau tahu kamu kayak gini"
"maaf"
"gakpapa sayang ,ayo kita jalan jalan"
"tapi ini makanan nya gimana"
"tinggalin aja udah aku bayar kok ,ayok jalan jalan aja sambil cari makanan lain biar kamu gak lapar"
"ish aku udah makan"
__ADS_1
"gak mungkin kalau nanti gak lapar .udah ayo jangan banyak tanya"
Alena tak percaya dengan keromantisan Azka yang memesan sebuah meja makan di dekat pantai
"kamu yang pesen"
Azka mengangguk dirinya menggenggam erat tangan Alena menuntun pacarnya untuk duduk di kursi putih yang saling berhadapan
"kamu yang pesen ini?"
"tentu sayang ,siapa lagi kalau bukan aku .udah lama aku gak pernah pesen kayak ginian sama kamu biar romantis"
Alena tersenyum senang mereka berdua mulai menikmati makanan yang sudah Azka pesen khusus untuk mereka berdua
selesai makan Azka meminta fotografer untuk memotret pasangan tampan dan cantik itu
Alena melihat hasil foto yang indah ,romantis sekali tapi senyum Alena sedikit pudar ketika mengingat apa yang akan terjadi dengan Azka jika tahu semuanya
"kenapa liatin aku terus?"seru Azka sambil tersenyum
"aku takut gak bisa lihat wajah senyum kamu kayak gini lagi"
Azka mengenggam erat kedua tangan Alena .lalu menatapnya dengan lekat"Apa yang kamu omongin sih sayang jangan kayak gitu aku gak suka,aku bakal tetap senyum terus apalagi sama kamu senyum ku gak akan pudar karena melihat wajah yang cantik ini membuat aku jatuh cinta"
"karena aku cantik kan"
"gak sayang ,aku nerima kamu apa adanya kamu cantik menurut ku sendiri bahkan cantik nya sama dengan bunda kalian berdua adalah harta paling berharga yang harus aku jaga"
Alena khawatir jika Azka sampai ke rumah ayahnya perasaan sedih terus berada di dalam hatinya
"ayo pulang aja ,besok kita main lagi aku lagi datang bulan hari pertama jadi perutku sakit"
"ayo aku antar pulang ,aku gak mau kamu kenapa kenapa"
Azka segera mengantarkan Alena pulang"kok turun di sini bukannya rumah kamu masih kesana"
"iya sayang aku mau ke rumah Dinta dulu itu rumahnya sudah kelihatan"sambil menunjuk untuk memperlihatkan rumah Dinta
"mau aku anter sampai dinta keluar?"
"gak usah kan Deket sayang ishh"
"Hahaha yaudah hati hati sayang"
.....
"Hallo ayah"
"kamu dimana?"
"Dirumah ayah ada apa?"
__ADS_1
"yasudah ayah sama mama mau ke Bandung ke rumah kerabat ayah nanti ayah titip kunci rumah ya biar mpok Wati kalau bersih bersih gak kebingungan"
"iya ayah Alena di rumah kok"
Tit tit
kini Alena dan Dinta sedang memasak.karena memang Alena menyuruh Dinta untuk tinggal dirumahnya selama Azka pergi
"kamu nanti kerja Din?
"masuk siang Alen ,ayahmu jadi kesini titip kunci?"Alena mengangguk sambil mencicipi sayur asem nya
Alena menyuruh Dinta untuk mencicipi sayuran buatan Alena"enak Alen"
"terima kasih Dinta"
"oh ya kalau ayah kamu ke Bandung jadi Azka gak jadi ketemu ayah kamu dong"Alena mengangguk
"iya Din Alhamdulillah"
"syukurlah kal____"ucapan Dinta terhenti saat mendengar suara mobil dan gerbang yang di buka oleh seseorang
"mungkin itu ayah"Alena segera mematikan kompornya menuju ke pintu di ikuti oleh Dinta
Alena dan Dinta dapat melihat ayahnya dan ibunya sedang keluar dari mobil"bunda"
peluk Alena lalu memeluk ayahnya sebentar
"hallo om ,Tante gimana kabar nya"Dinta bersalaman dengan kedua orang tua Alena
"Tante sama om baik ,makasih Dinta udah mau nemenin anak om sendirian di rumah"seru danuar
"hehehe iya sama sama om"
"oh ya ayah sama ibu buru buru ini kuncinya nanti siang Mpok wati kesini ambil kunci .ayah mau ke Bandung"
Mpok wati adalah asisten rumah tangga danuar dan Anita meskipun tidak setiap hari Mpok wati kesana hanya tiga hari sekali saja Mpok wati akan bersih bersih rumah
"gak mau masuk dulu yah "seru Alena
"ayah sama ibu buru buru sayang udah jam segini"
"hati hati ya yah jangan ngebut ngebut kalau bawa ibu ke luar kota nanti aku marah"danuar terkekeh
"siap tuan putri ,udah ya ayah sama ibu mau berangkat"Alena mengangguk .dirinya mendapat pelukan dari Anita
"Ibu berangkat dulu sayang ,kalau ada apa apa telfon ayah sama ibu ya daa sayang ,om sama Tante juga pergi dulu ya Dinta"
"Iya om Tante hati hati"
"Hati hati juga ayah ,ibu"
__ADS_1