
Alena mengucek matanya sambil menguap beberapa kali .menoleh ke samping melihat Afgan yang masih tertidur pulas
setelah lama memandang suami nya sendiri.alena mendengar bel tossa penjual sayur langsung menuju ke lantai bawah karena dirinya hari ini ingin membuat Bali ayam
Alena tersenyum kecil mengambil dompet kecil yang lucu memasukkan nya ke dalam saku baju
Alena yang keluar dengan pakaian tidur dengan wajah yang masih terlihat habis bangun tidur.
Alena mendekat ke arah penjual sayur di sana terdapat beberapa ibu -ibu yang mengantri untuk membeli bahan makanan
"mau beli apa neng?"seru pak jejeng melihat Alena yang mendekat ke arah nya
"ayam potong nya ada pak?"
"ohh ada tunggu sebentar ya antri dulu neng ini masih di potong"Alena mengangguk karena di sana terdapat banyak ibu ibu yang sudah antri dari tadi
"mbak tinggal di perumahan yang tengah itu ya mbak?"Alena mengangguk ketika ada ibu ibu bertanya
"iya bu benar"
"Oalah iya mbak soalnya saya jarang lihat mbak Alena ,biasanya saya lihat suami mbak yang baru pulang kerja"mungkin karena Alena jarang keluar rumah
"yasudah mbak saya mau pulang dulu ya"pamit ibu-ibu itu
sambil menunggu ayam nya dirinya juga memilih beberapa sayuran di rombong pak jejeng siapa tahu ada menu tambahan
Alena samar samar mendengar celotehan ibu ibu pembeli yang ada di sana sedang ngerumpi entah apa itu
"iya bener jeng kasihan banget ya mbak sheren padahal suaminya terlihat ganteng dan baik begitu kok bisa sampek selingkuh"ucap ibu-ibu itu
"bener ,tapi mungkin suaminya juga pengen punya keturunan jeng,sudah menikah 4 tahun tapi belum di karuniai anak .sedangkan adiknya sheren baru menikah lima bulan yang lalu sudah langsung hamil"sahut yang lainnya
"iya jeng ,mas Akbar juga ganteng jeng namanya orang beda beda pasti pengen punya anak, jaman sekarang mah kalau gak punya anak ,suami bakal cari istri lagi "sahut ibu satunya
"bener ya jeng aku gak tega lihat mbak sheren sebelum pindah ke perumahan ini mukanya kayak sedih banget tahu suaminya selingkuh gara gara belum punya anak"
"Doakan yang terbaik aja jeng kita gak tau latar belakang mereka kayak gimana siapa tahu apa yang kita lihat tidak sama dengan apa yang terjadi di keluarga mbak sheren"
"neng neng..."panggil berkali kali alena dirinya tersentak melihat pak jejeng yang memanggilnya sejak tadi
"ehh maap pak ,berapa semuanya?"tanya Alena karena terlalu asik mendengar celotehan ibu ibu perumahan yang sedang ngerumpi di pak jejeng
Alena mengambil dompet dari saku mengeluarkan satu lembar uang biru"kembalinya ambil aja pak"
__ADS_1
"tapi neng ini masi..."
"gakpapa pak ,rezeki gak boleh di tolak"senyum Alena
"makasih mbak "alena mangut mangut lalu berjalan menuju ke perumahannya hanya memerlukan waktu tiga menit saja karena hanya melewati lima perumahan
Alena mendorong pintu rumahnya .lalu masuk menuju ke dapur untuk membersihkan ayam yang sudah dirinya beli tadi untuk ia masak
pikirannya masih teringat dengan rumpian ibu-ibu tadi .apa benar jika suami tidak punya anak bakal cari istri lagi??
Alena segera menggeleng kepala kuat .apa Afgan bakal melakukan hal yang sama seperti suami yang di bahas tadi di pak jejeng
Alena tak mau memikirkan banyak hal dirinya lebih baik memasak Bali ayam saja mumpung masih pagi biar nanti bisa di buat sarapan oleh suaminya
Alena melihat jam yang masih menunjukkan pukul 06.30 tapi masakannya sudah matang
hanya memerlukan waktu 40 menit masakan sudah siap.alena tersenyum kecil badannya sedikit lengket dirinya segera mandi terlebih dahulu
hanya memerlukan waktu beberapa menit mandi Alena selesai
sambil menyiapkan baju afgan ke kantor.meletakkan dikursi dekat dengan ranjang.
setelah meletakkan baju afgan.dirinya membawa baju santai nya untuk berganti setelah itu akan membangun Afgan yang masih tertidur
kenapa laki laki ini tampan sekali.alena baru menyadarinya
"Afgan bangun ,udah mau siang ini "tepuk Alena di pipi Afgan yang masih belum mendapat sahutan
"Afgan bangunn"tepukan kedua membuat mata laki laki itu terbuka perlahan
"iya sayang sebentar"seru Afgan menutup mata lagi.membuat Alena menarik nafas panjang
"Afgan bangun ishh"
"bangun gak ?jangan pura pura tidur lagi" bibir laki laki itu tersenyum kecil melihat Alena yang tahu bahwa dirinya hanya pura pura tidur
Afgan duduk menyenderkan punggungnya di ranjang"wangi banget habis mandi?"Alena mengangguk
afgan menarik tangan Alena hingga tubuh mungil itu menabrak dada bidang Afgan
"ciuman pagi nya mana?"
Cup
__ADS_1
Afgan tersenyum karena Alena langsung mencium pipinya.mata mereka saling tatap menatap
"aku mau mandi sayang"ucap afgan dirinya tidak bisa jika terlalu lama berdekatan terlalu dekat seperti ini
Alena memeluk leher Afgan sambil menyembunyikan wajahnya di leher "sayang aku mau mandi dulu ,jangan sampai aku memperkosamu karena kamu menggodaku hem"ancam Afgan
Alena melepas rangkulan nya menatap Afgan dengan tangan sedikit gemetar .Afgan tersentak ketika melihat Alena yang mencium bibirnya secara tiba tiba
Afgan tersenyum miring"jangan salahkan aku ,kamu yang memulai sayang"
Afgan tersenyum memeluk tubuh alena untuk menggantikan possisi mereka untuk tidur dengan mulut yang masih tertaut
tangan afgan yang nakal berhasil masuk ke dua gunung yang besar seperti yang Afgan bayangkan memainkannya dengan lembut
"enghh" Afgan semakin bergairah apalagi aroma tubuh alena yang wangi membuat dirinya semakin tidak tahan
Afgan terus memainkan dua gunung itu membuat Alena merasakan sesuatu yang belum ia rasakan
kedua nya saling bergairah satu sama lain hingga tidak terasa pakaian mereka berdua sudah terlepas keduanya
Afgan meneguk salivanya tubuh alena jauh lebih indah dari apa yang dirinya bayangkan selamanya ini
Afgan menatap Alena sayu"kamu yang menggodaku sayang ,cakar aku gapapa kalau kesakitan"
Alena mengangguk sedikit lemas "ini belum di mulai"kekeh Afgan melihat wajah Alena yang sudah berkeringat banyak
Alena melotot malu. tiba tiba Alena merasakan sesuatu besar yang masuk ke dalam bagian bawahnya yang mulai menerobos miliknya .rasanya seperti di belah menjadi dua.
Alena meringis "enghh" Afgan mencium bibir Alena untuk membuat istrinya tidak terlalu merasakan sakit
"sa sa kittt ,udahh mffht "
"sebentar lagi tahan dulu sayang ,maaf" Afgan sudah tidak kuat lagi dirinya tersenyum senang karena bisa melakukannya dengan.merasakan nikmat ketika sudah masuk penuh ke dalam
meski terlihat wanita di bawahnya sedang kesakitan .Afgan mempercepat tempo nya sedikit lebih cepat membuat Alena tak henti hentinya merasakan kesakitan yang berubah menjadi nikmat
keduanya saling masuk ke dalam kenikmatan masing masing.hingga mencapai puncak nya
Afgan sedikit lemas mencium kening Alena sebentar lalu ambruk ke samping istrinya
memeluk Alena yang masih lemas di penuhi dengan keringat"terima kasih atas semuanya sayang ,pintar sekali kau membohongiku kalau sudah melakukannya dengan Azka
keduanya saling lemas, akibat olahraga pagi yang mereka lakukan
__ADS_1