
alena masuk kedalam mobil Afgan yang sudah berada di depan rumah Dinta
"nunggu lama?"
"cuman 5 menit"alena mangut mangut saja.afgan yang asik mendengarkan musik dan menatap fokus ke depan
"aku tadi menerima pesan ayah kalau aku besok kerja di kantormu ,aku tidak tahu kantormu dimana"
"besok ayah minta kita berangkat bareng ,tidak enak jika ada rekan kerja papa tahu kita berangkat masing masing"
"okey"
Alena asik memakan permen dan coklat yang di berikan Dinta tadi sungguh ini sangat enak.apalagi kaka Dinta suka berlibur di luar negeri
ternyata coklat nya enak sekali.alena melirik sekilas wajah afgan yang tak bergeming sekalipun
"Afgan"
"kenapa?"
"aku ada coklat kalau mau ini enak"
"aku gak terlalu suka coklat kamu aja"
....
Afgan sudah memakai pakaian santai nya dirinya sedang sibuk mengerjakan tugas
apakah begini rasanya menikah?tapi apa rasanya sama sekali tidak sebahagia di film film
afgan mencari cess laptopnya dimana dirinya menaruh kenapa di meja tidak ada
"alena kamu tahu cess laptopku"Afgan mencari keberadaan gadis itu dimana.
"ada apa?"
Afgan menatap datar melihat alena dengan hanya memakai handuk saja.sedang menoleh arahnya karena dirinya sedang mencari baju
jika Afgan pergi begitu saja akan membuat nya malu juga
"tahu dimana cesku tadi bukannya kamu yang membawa laptop aku"
"sebentar aku ambilkan"alena menepuk jidatnya apakah dirinya lupa kalau hanya memakai handuk saja
belum sempat pergi untuk berlari ke kamar mandi handuk nya terkena paku membuat handuk itu jatuh
mata Alena melotot sungguh gila ,malu jelas saja alena secepat kilat mengambil handuk itu lalu mencoba melepaskan kaitan paku
dirinya segera berlari.
Glekk
afgan menatap tajam apa yang di di depannya sungguh di luar dugaan,dirinya pergi begitu saja
menghapus apa yang dia bayangkan ,tidak dirinya harus bisa menahan semuanya
Afgan kembali fokus menuju ke laptop sial nya kejadian tadi membuat otak nya berputar
__ADS_1
....
alena hanya diam di pinggir jalan malu sih banget untung saja tadi dirinya memakai CD jika tidak akan tambah malu
"dimana ces laptopku?"
"oh ya sebentar aku ambilkan"lupa alena menepuk jidatnya memberikannya pada afgan
Afgan melanjutkan pekerjaan nya mungkin dirinya harus lembur karena akan presentasi besok
alena memencet remot menampilkan sebuah film.mata nya melotot melihat apa film itu
segera alena mematikan remot nya menatap argan tajam"kamu suka lihat ginian?"
"itu bukan kaset aku itu hadiah dari temen kantor aku juga tidak tahu salah kan saja orangnya"
alena cemberut mengambil kaset itu lalu menyimpannya di atas almari biar tidak ada yang memutarnya
jika di buang tak enak juga ,di kira tidak menghargai
afgan meruntuki vino bisa bisanya dirinya memberikan hadiah kaset yang tidak berfaedah awas saja dirinya akan memarahi vino besok
...
sekarang mereka berdua sudah siap dengan pakaian kantor nya masing masing
tetapi Alena masih sedikit sibuk untuk memasak aslinya ingin membeli makanan saja
tapi dirinya ingat sekarang sudah menjadi istri orang meski dalam keadaan terpaksa sekalipun
"dimana dasiku?"tanya Afgan pada alena
"emang gak ada di lemari?"
"semua yang menaruh baju dan setrikan kamu semua mana aku tahu"
alena memutar bola matanya dirinya naik keatas tangga mencari kan dasi untuk Afgan
ternyata di terselempit di samping laci pantas saja Afgan tidak tahu.menikah membuat nya pusing
"ini tadi terselempit di samping laci"
"pantes aku cari gak ada"
"yaudah aku masak supp ayam ,sebelum berangkat makan dulu"
"hemm"
alena sudah makan dari tadi sekarang tinggal afgan saja
alena sekarang akan berganti pakaian kantor .dirinya mau mandi terlebih dahulu
selesai mandi alena tersenyum dirinya menyisir rambut nya lalu mengikatnya dengan rapi agar anak rambut nya tidak berterbangan
alena tersenyum kecil.dirinya segera berlari menuju ke meja makan Afgan
"ayo aku udah siap ,kamu udah selesai makan kan?"
__ADS_1
"udah ,itu pakaian kantor kamu Jahit dengan model lain?"tanya Afgan
Alena tersenyum "baguskan,ini tidak kelihatan kok cuman dari Deket aja emang bakal di marahin?gak juga kan kamu kan satu kantor sama aku,kamu juga bos nya mas....."
"ayo berangkat"potong afgan
alena mengangguk dirinya langsung masuk kedalam mobil afgan.segera Afgan melajukan mobil nya
...
Alena tersenyum kecil melihat ekspresi wajah afgan seperti risi dengan pakaiannya
biarin aja siapa suruh nikah sama aku
afgan segera memarkirkan mobilnya.alena melihat perusahaan yang terlihat lebih besar dari pada perusahaan nya
Afgan berdehem menatap sosok wanita yang asik melihat gedung di depannya ini
Alena tersentak dirinya menatap tajam dika yang membuatnya kaget
dika mengambil handphone dari saku yang sejak tadi berdering.kepalanya sangat pening jika harus berurusan dengan papah nya sendiri
"tunggu di sini sebentar aku di telfon sama papah"Alena mengangguk dirinya berdiri melihat Afgan yang tak jauh darinya
"ada apa"
"Papah tidak di kantor sekarang ,nanti wakilkan papah ke acara ulang tahun anak temen papah nanti sore .papah pulang malam karena ada tender proyek di luar"
"oke"
tit tit
Afgan menghampiri Alena yang berdiri sambil diam saja. Setelah Alena sadar mereka berdua segera masuk ke dalam kantor
alena melotot kaget saat tangan kekar itu merangkul pinggang alena
"muka jelekmu itu hilangkan terlebih dahulu, tampilkan senyum yang bagus.malu jika di lihat karyawan ku bahwa menantu dari CEO renathan memiliki raut wajah tanpa ekspresi"bisik Afgan pelan
alena menggerutu bisa bisanya dirinya di bilang memiliki raut wajah tanpa ekspresi tidak sadar dengan dirinya sendiri
Afgan makin mempererat pelukan pinggangnya pada Alena karena gadis itu tidak bisa menuruti dirinya
Alena menatap ke depan senyum tercetak pada bibir cantik itu.betapa orang disana berfokus pada mereka berdua
pasangan yang sangat serasi.yang satu memiliki paras seperti model dan yang satu memiliki paras yang sangat tampan
mereka berdua hanya menampilkan senyum sedikit pada karyawan yang menyapa mereka berdua
"itu pak Afgan bersama siapa ya?"bisik staff perempuan pada temannya
"pacarnya mungkin tapi bukannya hubungan mereka tidak di restui oleh pak Nathan karena beda agama"jawab teman staff perempuan itu yang kepo
tidak di ragukan lagi sejak Afgan tidak masuk ke kantor hampir satu bulan membuat mereka bertanya tanya
beberapa dari mereka mengatahui bahwa Afgan sudah putus dengan Niya karena beda agama
kabar itupun di ketahui dari vino yang tidak sengaja keceplosan.
__ADS_1
beberapa staf disana sedikit kecewa pasalnya dirinya sudah mendapat kabar anak dari CEO jomblo tapi kabar terbaru hari ini datang bersama seorang wanita cantik
"selamat datang tuan muda Afgan arthanio dan tuan putri alena yusia"sapa georgino sedikit membungkuk, dia adalah tangan kanan renathan