
Anita melihat danuar dengan wajah amarah dengan putrinya yang menunduk menangis
danuar berhenti tepat di depan Anita"ini didikan mu Anita kenapa kamu tidak bilang kalau kamu membuat perjanjian membantu putrimu bercerai sampai tidak bisa malayani Afgan sebagai suaminya.karena putrimu masih mencintai Azka yang sudah suami orang"marah danuar
Anita terkejut mendengar amarah suaminya"yah ini tidak sesuai yang akan pikirkan tolong dengarkan penjelasan ku dulu.alena sudah tidak mencintai Azka yah"
"dia sudah bikin ayah malu ,untuk sekarang cepat kemasi semua barang yang ada di kamar kamu setelah ini ayah antarkan juga di rumah yang kamu tempati untuk ambil semua baju"perintah danuar
"yah apa yang kamu lakukan".
"mengusir anak yang sudah bikin malu ayahnya. aku malu buk apalagi ini semua di dengar oleh Nathan sahabat ayah sendiri dengan perilaku anak mu itu karena selalu kita manjakan hingga seperti ini"
Alena hanya bisa diam mematung sambil menangis.mendebvar perdebatan ayah dan ibunya
"ayah dia putri kita satu satu ya jangan pernah usir anak kita"cegah Anita
"Aku tidak peduli dia sudah bikin malu ayah cepat kemasi barang barang kamu"
Anita tau danuar susah sekali mengontrol emosinya jika sedang marah
Anita tersenyum melihat menantunya datang menghampiri mereka bertiga.afgan merangkul Alena yang diam sambil menangis menunduk
"Afgan bisa selesaikan ini secara baik baik ayah.jangan pakai kekerasan dengan Alena dia masih istri sah Afgan aku masih berhak membawa Alena pulang"
"untuk apa Afgan dia sudah tidak menghargai kamu"
"sudah yah aku yakin aku bisa memperbaiki semua ini"seru Afgan lalu membawa pergi Alena
Afgan mengangguk melihat isyarat Anita karena Afgan juga tahu danuar tidak bisa mengendalikan emosi jika marah
.....
Afgan melihat pipi kanan Alena yang memar diriny menepuk pelan pipi kanan itu dengan kompresan air hangat
"masih sakit?"
"udah gak kerasa"Afgan menatap sejenak wajah Alena yang merah karena menangis dan bekas tamparan yang terlihat sakit sekali
Afgan tidak tahu mengapa hatinya sangat sakit melihat Alena mendapat tamparan dari ayahnya
bahkan melihat itu pun dirinya tidak tega.afgan meletakkan kompressanya di sampingnya lalu menarik tangan alena untuk masuk ke dalam pelukannya
Alena membalas pelukan Afgan dengan sedikit sesegukan sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang Afgan
tidak tega melihat wajah cantik itu sekarang menjadi pucat .Afgan menunduk tersenyum kecil melihat Alena yang sudah tertidur di pelukannya
__ADS_1
Afgan menggendong Alena hingga di ranjang .menidurkan Alena yang terpejam
Afgan tersenyum wajah nya terlihat sangat cantik pantas saja pertama kali menikah dengannya wajah cantik itu bisa menarik perhatian dirinya
kulit yang putih.hidung yang mancung dan bentuk bibir yang indah serta tatapan mata yang membuatnya terpikat dengan tatapan gadis ini
tidak bisa di pungkiri Alena memang lah cantik pantas saja banyak yang mengaguminya untuk sebab itu Afgan selalu ingin memiliki gadis ini supaya tidak di miliki siapapun
meski penolakan selalu terjadi padanya.tapi meskipun begitu sakit hati ini akan jauh lebih sakit jika melihat keadaan Alena seperti yang dia lihat, ini kesalahannya karena membawa orang tuanya masuk ke dalam hubungan mereka
Cupp cup cup
Afgan menciumi kedua mata Alena lalu berani ke bibir sejenak.lalu pergi keluar kamar agar istirahat Alena tidak terganggu
Afgan mengacak rambutnya frustasi
Arghh bisa gila gue alena
.....
alena mengucek matanya saat terbangun matanya begitu berat serta pipi nya yang masih sakit
melihat jam sudah sore dirinya bersiap siap untuk mandi keburu nanti sudah malam.
Alena melihat Afgan yang tiba tiba duduk di tepi ranjang setelah melihatnya memberi tepukan untuk duduk di sampingnya
Alena mengangguk lalu me dekat kearah Afgan dan duduk di sampingnya keduanya saling menatap tapi Alena tertuju pada saleb yang dibawa Afgan di tangannya
"sini agak mendekat"Alena maju sedikit
Afgan segera mengoleskan saleb itu ke pipi kanan bekas tamparan ayah"biar gak biru aku belikan saleb tadi ,ini kamu simpan kalau besok masih sakit kasih saleb ini lagi"Alena mengangguk
"aku minta maaf aku di sini yang bikin suasana jadi kacau"tunduk Alena
"udah gausa di bahas dulu okey.aku udah nyuruh sakira kesini buat belikan makanan sama main sama kamu .karena aku mau lembur kerja sampai pagi biar kamu ada temennya"
"udah jangan sedih lagi malu di lihat sakira kalau kamu ketahuan nangis"Alena mengangguk tersenyum kecil
"aku mau mandi dulu kamu siapin baju kantor aku"
"iya aku siapin dulu, kamu sana mandi dulu"Afgan langsung menuju ke kamar mandi
Sekitar 20 menit Afgan berjalan dengan handuk yang di lilitkan di pinggang.alena menutup kedua matanya dengan telapak tangan
"gausa pura pura juga ,setiap tidur aku juga gak pernah pakai kaos"Alena merasa ketahuan dirinya membuka matanya
__ADS_1
"nyebelin banget"ucap Alena lalu pergi menahan malu.afgan hanya bisa geleng geleng kepala sambil terkekeh
Setelah selesai dengan pakaian kantornya.afgan menuju ke bawah menghampiri Alena dan adiknya mungkin saja sudah datang kerumah
Ternyata benar adiknya sudah ada di sana.afgan dapat melihat adiknya yang berbincang bincang dengan Alena
"aku mau berangkat kerja dulu"seru afgan.alena berdiri mencium punggung tangan suaminya
Afgan mencium kening Alena sekejap membuat Alena melotot meskipun ciuman itu membuat jantung berdegup cepat tapi sedikit malu jika sakira melihatnya meskipun itu sudah biasa untuk pasangan pada umumnya
"masih ada sakira loh bang"seru sakira menatap abangnya
"ganggu banget ,sana pulang"
Alena menatap afgan "ishh kamu yang nyuruh adik kamu kesini ,jangan di suruh pulang nanti aku sendirian"
"bercanda sayang udah aku berangkat dulu" Alena mengangguk
setelah kepergian afgan.alena duduk lagi di samping sakira
"ciee muka mbak merah pasti terpesona ya sama ke gantengan Abang nya sakira"kekeh sakira melihat rona wajah Alena saat melihat pipi Kaka iparnya merah
"gak siapa juga"
"hahaha mba ketahuan cie mbak ciee ,sekarang mbak udah terpesona kan sama Abang"kekeh sakira
"kamu masih kecil ,gak boleh kepo"sedikit malu karena ketahuan
"iya deh mbak iyain aja"padahal sakira sudah tahu semuanya.
"mbak kenal mantan Abang yang terkahir"Alena menggeleng.hanya saja Afgan pernah mengucapkan nama Niya saat bertengkar dengan dirinya
"gak pernah di cerita in sama Abang?"Alena menggeleng
"Aku kasih tahu deh tapi janji jangan bilang Abang ya kalau sakira cerita.takut Abang marah nanti kalau bahas masalalu"Alena mengangguk melakukan perjanjian dengan sakira
"Abang dulu cinta banget sama kakak Niya karena wanita itu baik ,cantik .sakira pernah ketemu dengan Kaka Niya sama mama waktu itu tapi papa gak setuju kak"
"kenapa?"kepo alena
"karena beda agama. tapi Alhamdulillah Abang sekarang sudah dapat yang seiman bagaimanpun papa sama mama melarang keras untuk Abang pindah agama .Kaka Niya juga tidak mungkin pindah agama karena keluarga Kaka Niya sangat taat sama Tuhannya"
"Abang sempat frustasi kak bahkan sering menyendiri karena ingin melupakan kaka Niya apalagi tahu kabar kalau Kaka Niya menikah sama orang lain"seru sakira menjelaskan dengan detail
"udah gitu aja mba jangan panjang panjang sakira gak tau banyak soalnya hehehe"cengir sakira
__ADS_1