Menikah Tanpa Cinta (New)

Menikah Tanpa Cinta (New)
bab 12 membeli kucing baru


__ADS_3

Alena mencium punggung tangan afgan.sudah beberapa kali afgan merasakan hal aneh ketika alena melakukan itu


"sakira udah pulang?"


"masih di dalam ,katanya nunggu kamu pulang biar aku gak sendirian"


afgan melihat adiknya yang duduk di sofa sambil menikmati donat dengan beberapa toping


"Abang sini ,sakira tadi sama mbak habis buat donat enak banget ini ,sakira gak bohong"tawar sakira membuat Afgan duduk di sebelah adiknya


dirinya terkekeh melihat adonan donat yang berbentuk entah apa itu"kamu yang buat apa mbak?"


sakira menatap piringnya "hehehe kalau yang ini sakira sendiri yang bentuk bang ,yang di meja makan itu baru buatan mbak alena tapi enak kok bang gak bohong"


sakira mengambil donat dengan toping greantea.karena sakira tahu kesukaan abangnya ,meskipun baginya rasanya tidak terlalu enak


"gimana enak kan bang?"seru sakira setelah menyuapkan pada abangnya.afgan menguyah hingga habis


"enak juga"


"enak lah kan di bantu sama mbak hehehe"ucap sakira sambil melihat Alena baru duduk di depannya dengan senyuman senang karena abangnya menyukai donat buatannya sendiri


"kamu habis ini pulang sama abangmu"tawar alena


"Sakira bawa sepeda motor mbak ,gakpapa nanti sakira pulang sendiri kok lagian juga masih jam 3 sore pasti abang capek habis pulang kerja"


.....


Afgan dengan pakaian santai nya mengambil donat dengan toping greantea di meja makan


"ini buatan kamu" tanya Afgan pada alena yang menonton televisi sambil nyemil


"iya,kenapa?"


"enak aku suka rasa greantea"


"kalau donat yang rasa greantea habis nanti aku oleskan yang greantea lagi,kalau memang kamu suka"dia angguki oleh Afgan


alena berdiri mendekat ke arah afgan"mau anterin aku beli kucing?"ragu ragu alena


"boleh ,sebentar aku ganti baju dulu"alena mengangguk tersenyum senang.sudah lama dirinya menginginkan kucing di rumahnya


tapi karena anita takut dengan kucing jadi ayahnya menyuruh dirinya untuk tidak membeli kucing


beberapa menit afgan sudah berganti dengan pakaian keluar seperti remaja remaja lain


>>>>SEDANG MEMBELI KUCiNG BERSAMA AFGAN


alena tersenyum senang melihat begitu banyak kucing ,ingin sekali dirinya membeli semua kucing lucu itu


Alena berjalan beriringan dengan afgan menuju ke penjual nya


"oh mas afgan ternyata aku kira siapa,ada yang bisa saya bantu mas?"tanya penjual itu dengan ramah


dulu afgan pernah beli kucing di sini dengan harga yang paling mahal untuk hadiah pacarnya


meskipun niya beragama kristen tapi kekasihnya dulu sangat menyukai kucing.dan penjual itu mengenal niya karena pernah bertetangga

__ADS_1


penjual itu menatap perempuan cantik yang berdiri di samping Afgan"pacar baru ya mas?"


"enggak pak ,istri saya"


"oh sudah beristri ,yasudah sini aku lihatkan kucing mana yang mau mas beli"


Mereka berdua mengikuti pak Komang memperlihatkan banyak kucing yang ada di kandang


"biar istri saya aja yang milih pak"senyum Afgan membuat alena malu dengan sebutan 'istri'


"Ini namanya kucing apa pak ?lucu sekali aku jadi gemas"senyum Alena membungkuk melihat kucing di dalam kandang itu sangat lucu


"itu kucing Maine Coon mbak dia nurut sekali sama manusia"ucap pak Komang melihat kucing kecil itu yang sudah memiliki bulu panjang dan badan yang sedikit gemuk


alena berfokus kembali pada kucing mungil yang lucu.bulu nya yang berwarna silver.memiliki bulu yang pendek tapi tebal sekali dengan mata berwarna hijau


miaww ,miawww ,miawww


"kalau itu kucing ras Russian blue mbak"pak Komang seperti mengerti tatapan istri afgan


"lucu sekali"gemas alena dengan sendirinya


Alena menatap Afgan seolah meminta laki laki itu menyetujui nya untuk membeli kucing ras Russian blue


"kamu tunggu di mobil ,aku mau bayar administrasi nya dulu"alena tersenyum senang dirinya langsung menuju ke mobil


Afgan segera membayar apa yang di inginAlena beli tanpa bertanya terlalu panjang.jika dirinya mampu pasti akan membelikannya


membutuhkan waktu 10 menit alena dapat melihat afgan yang sedang membawa keranjang di sertai kucingnya


Afgan masuk ke dalam mobil meletakkan keranjang kucing di belakang ,lalu memberikan makanan kucingnya pada Alena


"makasih"senyum Alena senang ,Afgan mengangkat sudut bibirnya tersenyum


....


alena menggendong kucing lucu itu di tangannya menengok ke arah Afgan


"di dapur ada keranjang kosong ,kamu habis beli kucing?"Afgan menggeleng


"terus itu punya siapa"


"punya Niya orang nya lupa gak di bawa pulang ,mungkin mamah ngira itu kandang kucing punyaku jadi di taruh situ"


alena bertanya tanya niya siapa?apakah saudara afgan atau pacarnya?


"kenapa gak di ambil ,coba hubungi soalnya kandang kucingnya masih bagus banget"


"udah nanti aku buang aja"Alena mengerutkan keningnya


"aku pakai aja buat molly keranjang yang di dapur .untuk keranjang baru di simpan aja"ucap Alena sambil mengelus ngelus kucingnya


molly adalah nama sebutan buat kucing alena,kucing itu masih lumayan kecil .Alena terkekeh melihat molly yang tertidur di pangkuannya


"pakai yang baru aja buat molly ,takutnya di ambil sama orang nya"alena mengangguk saja tidak mau terlalu banyak bertanya


padahal keranjang di dapur itu terlihat bagus sekali kenapa Afgan seperti bersikeras untuk membuang keranjang itu

__ADS_1


nanti dirinya tanya sama mamah atau sakira aja.kebetulan dirinya sudah punya nomer sakira


"aku mau istirahat dulu ,kamu gak tidur?"tanya Afgan


"kamu tidur dulu ,aku mau menaruh molly dulu di keranjang"membuat Afgan mengangguk lalu menuju ke kamar atas


Alena mengelus pelan molly berhati hati meletakkan molly di keranjangnya agar tidak terbangun


"tidur yang cantik ya molly "kekeh alena


Alena berfokus pada layar handphone yang sedari tadi berdering di handphone nya


alena celingukan melihat di dapur sedang tidak ada siapa siapa


Hallo sayang,kamu kenapa susah di hubungi aku dari tadi siang udah chat kamu loh ,sampai aku tanya ke Dinta keadaan kamu gimana


Alena dapat mendengar suara khawatir Azka dari seberang telefon .dirinya lupa tidak membuka whatsApp karena seharian sibuk


"maaf sayang aku lagi kerja "bohong alena.ini pertama kalinya dirinya bohong takut laki laki ini marah jika tahu sebenarnya


"Gakpapa kok tapi lain kali kasih aku kabar ,aku takut kamu kenapa kenapa.aku lagi banyak kerjaan sayang seharian kerja terus cuman istirahat 2 jam aja tadi siang


"maaf aku baru hubungi kamu aku merasa bersalah"


Terdengar kekehan Azka melihat suara Alena yang sedih "ngapain minta maaf cobak?udah aku gakpapa kok.sekarang kamu tidur udah malam aku tahu kamu juga capek


"habis ini aku tidur tapi kamu janji harus tidur juga ,kamu kan besok kerja lagi"


pasti, aku bakal semangat  kerja buat bunda sama kamu.aku capek juga biar nanti jadi orang sukses.aku janji bakal bikin Kamu bahagia apapun kebahagiaan kamu itu kebahagiaanku juga.aku gak mau kamu yang bakal jadi istri ku ini bakal kesusahan cukup aku aja yang susah jangan kamu


kata kata yang begitu menyentuh hati Alena .dirinya menutup mulut untuk tidak menangis bagaimana jika Azka tahu semuanya kalau dirinya tidak akan jadi istri nya


akan sakit sekali.bahkan Azka sudah menganggap dirinya sebagai rumah ternyaman


alena bisa merasakan begitu sayangnya Azka pada dirinya.laki laki itu jika ada di Indonesia apapun kemauan dirinya akan di turuti


Alena tidak sanggup jika suatu saat melihat sosok Azka yang gagah dan gampang tersenyum berubah menjadi sosok laki laki yang kehilangan jati dirinya


tidak ,Alena tidak akan sanggup melihat Azka sehancur apa


"Sayang heyy kamu kenapa"khawatir Azka karena tidak ada jawaban sama sekali


"aku tutup dulu ya sayang besok aku vidiocalll lagi"


Tit tit


"Hikss Alena jahat banget sekarang ,Azka pasti sakit hati kalau tahu semua ini .kenapa ayah gak pernah mau restuin hubungan aku sama azka.kenapa ayah"batin Alena beberapa kali mengusap air matanya yang mengalir


Kenapa ayahnya sangat tidak merestui hubunganku.padahal Afgan dan Azka sama sama manusia.karena ayah azka masuk penjara karena korupsi tapi kenapa diriku juga ikut kena imbasnya hiksss


ayah tau gak?anak ayah bikin anak orang sakit Alena kecewa sama ayah hiksss


jika mengingat Azka dirinya akan menangis laki laki itu terlalu baik untuknya .meskipun orang tuanya sama sekali tidak pernah melihat kebaikan laki laki itu


Alena segera mengusap air matanya yang banyak mengalir .dirinya mencuci muka di wastafel setelah itu keluar dari dapur


"habis nangis"

__ADS_1


alena menatap Afgan yang tiba tiba saja berhenti di depannya.apakah Afgan mendengar semua telfonan nya dengan Azka?


__ADS_2