Menikah Tanpa Cinta (New)

Menikah Tanpa Cinta (New)
bab 23 sakit lagi


__ADS_3

Azka terduduk lemas kepalanya sangat pusing seharian menangis tanpa henti di dalam kamar


isana mengetok pintu khawatir dengan keadaan putranya "sayang bunda bawa makanan "


tidak ada jawaban sama sekali dari azka.hati isana sangat sakit melihat putranya hancur seperti ini


"Azka jangan bikin bunda khawatir"seru isana mengetok pintu berharap putranya mau membukakan pintu


beberapa saat pintu terbuka isana tersenyum tapi hatinya kembali sakit melihat keadaan Azka yang buruk


muka yang sembab ,pakaian yang acak acakan bahkan senyuman putranya tidak lagi terlihat pada anaknya


"ayo makan sayang bunda suapin,kamu mandi dulu"


"aku sedang tidak lapar bunda ,aku akan makan nanti aku masih sakit Bun aku gak bisa nerima semua kenyataan ini"


"udah jangan fikiran dulu bunda gak mau kamu sakit sayang"


"aku sudah sakit bunda.sangat sakit"lirih Azka dengan tatapan sedih pada bundanya


kehilangan Alena sama saja kehilangan separuh nyawanya.disini Azka tidak bisa berbuat apa apa jika sudah menyangkut keluarganya


Maafin aku Alena .aku berharap suamimu yang sekarang bisa menjagamu aku tidak mau kamu kegores sedikitpun karena aku egois ingin memilikimu seutuhnya


.....


isana melihat ada pemuda sedang berdiri di depan pintu rumahnya"mencari siapa?"


"Azka ada?"


"Azka badannya lagi sakit"


"boleh aku berbicara sebentar"


"boleh jika memang Azka mau berbicara tapi tolong jika Azka tidak mau jangan memaksa"


"iya Tante"isana mempersilahkan pemuda tampan ini untuk bertemu dengan Azka


"kamu bisa mengetuk pintu di kamar azka.jika Azka tidak mau tolong jangan memaksa"pemuda itu mengangguk.isana berfikir itu adalah teman anaknya


Afgan mengetuk pintu dirinya menatap pintu yang belum terbuka .kenapa ibunya menyuruh langsung kesini?


betapa kagetnya Afgan melihat Azka yang baru saja membuka pintu dengan penampilan acak acakan


"siapa?"


"kenalin aku Afgan aku bisa berbicara sesuatu boleh?"

__ADS_1


"Aku sedang tidak ada waktu ,lebih baik pergilah aku tidak sedang di kantor"seru Azka datar


"langsung pada intinya" sertak azka


"aku adalah suami Alena yusia aku ingin berbicara penting"tanpa mau bosa basi Azka menyuruh Afgan masuk ke dalam kamarnya


Afgan melihat kamar yang berantakan.ada apa dengan Azka?kenapa laki laki di depannya ini seperti sedang setress apa yang terjadi?


.....


"udah Alena jangan menangis terus .aku gak nyangka Azka bisa sejahat itu sampai hamili ana"memberi semangat pada Alena untuk tidak menangis


"hiksss Azka jahat.benar kata ayah Azka bukan laki laki baik pantas saja ayah tidak setuju dengan hubunganku"Alena mengusap air matanya yang selalu jatuh di pipinya


"jangan menangis Alena, ini cobaan yang berat .tega banget ana hingga berani merebut Azka dari kamu"ingin sekali Dinta marah dengan anatasya


Alena tersenyum paksa"ini yang seharusnya terjadi memang benar kan anatasya sangat mencintai azka.aku cuma perebut Dinta mungkin ini karma dariku hiksss"


"Ini bukan salah mu.jangan berbicara seperti itu alen.memang Anastasya tega ngelakuin ini dengan sahabat nya sendiri hanya karena cinta"


"aku gakpapa din jika itu membuat ana bahagia aku ikhlas meskipun sangat sakit.mungkin ini yang di rasakan ana saat aku berpacaran dengan Azka"


Dinta menggeleng"jangan menyalahkan dirimu dengan ana yang tidak tahu diri itu"


"memang benar Din"senyum paksa alena untuk tidak menangis.mereka berdua di kagetkan dengan suara ketukan pintu


Dinta tersentak melihat Afgan yang berdiri di depan pintu sambil menggeret koper kecil"Alena ada?"


Dinta mengangguk"ada di dalam"


Azka melihat Alena yang duduk sambil menatap ke arah jendela melamun sampai tidak sadar Azka sudah berada di sampingnya


"bertengkar sama pacarmu"Alena tersentak kaget melihat Afgan di sampingnya


"apasih .ngagetin aja katanya kamu masih lama pulangnya"


"gak jadi cuma tiga hari aja di sana ,ngapain lama lama lagian juga cuman mantau proyek papa aja"


"kan kamu sendiri yang bilang lama"


"pikirin pacar kamu atau gimana sampai wajah istriku ini mukanya merah sembab"kekeh Afgan membuat Alena malu


"ternyata gadis sepertimu cengeng juga"


"apasih ,sudah kamu sama mandi badan kamu gak bau"mengalihkan topik


Afgan terkekeh dirinya menatap lekat Alena"aku memakai parfum mahal tidak mandi lima hari pun tubuhku akan tetap wangi"

__ADS_1


"sombong udah sana mandi Afgan"


Afgan langsung pergi menuju ke kamar mandi.sedangkan Alena keluar kamar mancari Dinta


Dinta yang sedang duduk di sofa"kamu gak bilang kalau ada Afgan malu tahu Din ketahuan nangis"


"kan aku udah bilang jangan nangis lama lama muka kamu sembab tuh,gimana aku mau bilang ke kamu suami kamu aja langsung masuk ke kamar"Alena mendengus kesal


"oh ya al gue pulang ya udah ada suami Lo gak enak juga"


"kok langsung pulang sih"


"gak enak Al suami lo sudah di rumah masak gue masih nginep di sini gak enak di lihat"


"yaudah tunggu Afgan keluar dulu sekalian pamit"Dinta mengangguk


beberapa saat Dinta dan Alena melihat Afgan keluar dari kamar menuju ke arah mereka saat Alena memanggilnya


"Dinta mau izin pulang karena katanya udah ada kamu"


"makasih ya din"Afgan mengambil oleh oleh dari koper yang memang sengaja membeli banyak


"gausa repot repot "tolak Afgan


"udah gakpapa ambil aja din sebagai bentuk terima kasih"


.....


Afgan melihat Alena yang duduk di sofa dirinya duduk di samping istrinya


"aku mau bicara suatu hal"Alena menoleh ke samping menatap Afgan


"seperti yang aku katakan waktu itu .aku memberimu pilihan apakah kamu mau bertahan dengan hubungan ini atau tidak aku tidak mau memaksa dirimu untuk mencintaiku Alena meskipun aku tahu aku sangat cinta sama kamu"bodoamat jika Alena akan menolaknya mentah mentah


Alena hanya terdiam dirinya tidak tahu harus menjawab apa"aku tidak tahu harus menjawab apa"lirih Alena


"Aku butuh kepastian darimu sebelum aku mencari wanita lain yang bisa menerimaku apa adanya alen.aku cinta denganmu tapi apa gunanya  jika kamu sama sekali tidak menghargai perasaanku"


Setelah afgan terdiam lalu berdiri pergi menuju ke dalam kamar


Alena hanya bisa melihat punggung Afgan yang mulai menjauh.dirinya tidak tahu harus berfikir apa selanjutnya


"ya Allah beri aku petunjuk aku tidak tahu harus bagaimana di sisi lain aku takut tidak bisa mencintai Afgan di sisi lain juga aku tidak mau ayah marah jika sampai aku pisah dengan Afgan"gumam Alena


pernikahan mereka baru berjalan sekitar 2 bulan .ibu nya berjanji akan membantu pisah dengan Afgan jika keduanya tidak saling cinta tapi itupun jika pernikahan mereka sudah mencapai satu tahun


Alena hanya bisa pasrah menjalani apa yang akan terjadi selanjutnya.alena menarik nafas dirinya sudah lelah.lebih baik tidur malam karena sudah menunjukkan pukul 10.00 malam

__ADS_1


__ADS_2