
Alena terlalu sibuk dengan fikirannya tentang anatasya yang tak sengaja bertemu di tempat belanja
hingga tidak sadar kalau ada Afgan yang sudah melamun di depannya"mikirin pacar kamu sampai aku berdiri di sini tidak sadar"
Alena menggeleng dirinya juga tidak sadar jik ada Afgan yang baru saja datang dari kantor
"Papa minta kita ke rumah buat makan malam hari ini kalau kamu mau "
"iya mau aku mau siap siap dulu kalau begitu"
.....
kini pasangan serasi sedang berjalan di rumah mewah bapak renathan siapa lagi kalau bukan putra pertama bersama istrinya
Afgan menyuruh Alena untuk melingkarkan tangannya di lengannya "ada papah bersikap lah yang baik karena di mata papa kamu adalah istriku"
Alena mengangguk mulai melingkarkan tangannya di lengan Afgan membuat orang tua mereka tersenyum
"gak salah kita jodohin mereka berdua ya pah cocok banget"seru selama pada renathan
"iya mah semoga mereka berdua langgeng sampai menua nanti"mendapat anggukan dari salma
"ayo sini Alen mamah udah siapin makanan yang banyak buat kalian berdua lohh silahkan di cicipi"seru Salma
membuat mereka berdua duduk beriringan sambil tersenyum ramah
"aaa Abang sama mbak kesini"teriak sakira membuat renathan geleng geleng kepala
"heh kamu itu ada saudara kamu sambut yang baik jangan nyanyi kayak suara petir"omel renathan membuat mereka semua ingin tertawa lucu
"nyebelin papa anak sendiri di bilang suaranya kayak petir ini kan juga keturunan dari papa renathan"
"Heh kamu ini udah duduk di samping mama kamu jangan banyak tanya Mulu"sakira langsung duduk di samping Salma
mereka berlima memulai makanan masakan dari salma.memang renathan memberi kabar yang mendadak untuk makan malam di sini apalagi renathan juga baru pulang kerja
"gimana hubungan kalian?"tanya renathan memastikan
"baik pah"jawab Afgan
"Syukurlah"seru Salma.
selesai makan Alena membantu Salma untuk membereskan piring piring yang ada di meja makan bersama sakira juga .dari pada bingung mau ngapa ngapain tidak enak juga di rumah mertua hanya duduk duduk manis
__ADS_1
"Mbak aku besok mau daftar kuliah doain masuk ya mba"seru sakira pada Alena
"iya amin"
"kamu harus belajar yang pinter ,masak kalah sama Abang kamu udah Gedhe masih aja minta ajarin Abang kalau belajar .sekarang udah gak ada abangmu kamu harus belajar latihan sendiri udah mau kuliah juga"
"ish mamah sakira malu kan ada mbak Alena"cemberut sakira karena Salma membongkar semuanya
"gakpapa yang penting kamu belajar yang rajin kalau gak bisa kan bisa kerumah mbak"
"oke mbak"
"tuh mah mbak Alena aja gakpapa kok"Salma hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan putrinya
selesai bersih bersih mereka semua berkumpul bersama sama sudah lama renathan tidak berkumpul lama dengan putranya
meskipun kumpul pun hanya sebentar saja itupun masalah kerjaan karena dulu renathan sangat tidak setuju hubungannya dengan niya sehingga perdebatan di antara keduanya tidak selesai selesai
renathan tersenyum akhirnya putranya mau menikah dengan Alena gadis pilihan dirinya sendiri .hubungannya dengan putranya juga semakin membaik dulu Afgan hanya berbicara padanya satu sampai beberapa kalimat saja
"kamu sudah siap kalau papah kasih perusahaan papah di tangan kamu"seru renathan pada putranya karena lambat laun usia renathan akan bertambah tua
"aku belum siap pah ,umur aku juga masih terbilang muda untuk menjadi CEO dan memegang tanggung jawab yang sangat besar"
"baik papah tidak memaksa kalau kamu siap bilang sama papah "seru renathan diangguki oleh Afgan
Salma dan Alena mendekat ke arah perbincangan ayah dan anak
"sakira kemana?"tanya renathan pada istrinya
"Di kamar ngantuk katanya ,besok harus daftar kuliah jadi sakira gak mau tidur terlalu malam"renathan mengangguk
"gak ada rencana mau honeymoon nanti mamah sama papah pesenin tiketnya"
Alena terkejut dengan perkataan Salma .honeymoon?
Afgan menatap Alena sejenak"kapan kapan mah nanti afgan kabarin sekarang Afgan mau fokus kerja dulu"
"kan bisa libur sayang ,lagian gak penat kerja terus pasti bosen"
Alena menatap Afgan memberi isyarat untuk tidak membeli ticker"Afgan belum kepikiran sampai situ mah Afgan mau honeymoon di kota kota dekat sini aja"
"yaudah deh kalau kalian belum siap ,tapi kalau mau ke luar negeri atau ke luar pulau bilang sama mamah atau papah biar pesenkan ticket soalnya mamah punya banyak kenalan"
__ADS_1
"iya mah"jawab mereka bersamaan
"terus papa kapan di buatkan cucu"seru renathan membuat mereka berdua kaget
"belum tau pah tunggu di kasih nya sama Allah"seru Afgan mendapat anggukan saja dari Alena
"gakpapa kita nunggu kok ,tapi jangan lama lama ya buatin cucu nya kan mamah juga pengen gendong cucu dari anak mamah pasti kalau cowok ganteng kamu af apalagi cewek pasti cantik banget kayak menantu mamah ini"puji Salma membuat Alena tersenyum malu
renathan juga iku terkekeh"tuh kan papah juga pengen punya cucu juga"
Afgan kini merebahkan tubuhnya saat baru pulang dari rumah renathan dirinya sedikit kelelahan habis pulang kerja langsung kerumah orang tuanya
Alena yang baru saja masuk dari kamar mandi kaget melihat Afgan yang tertidur tanpa baju padahal sudah terbiasa Afgan seperti ini
"pakai baju dulu"
"gerah ,aku udah terbiasa kayak gini"
Alena hanya mengangguk dirinya mengambil posisi untuk tidur di sebelah Afgan dengan jarak yang sedikit jauh
Afgan menoleh ke arah Alena"besok aku mau ada proyek dikalimantan Utara mungkin sekitar satu Minggu aku baru pulang"
Alena menatap Afgan kembali"lama banget ,boleh suruh Dinta tinggal di sini sementara aku takut kalian sendirian"
"gakpapa ini juga rumah kamu juga kan ?rumah ini memang di belikan khusus untuk kita berdua"Alena mengangguk
Afgan mengalihkan pandangan nya ke samping kiri untuk tidur tidak bisa dirinya jika harus berlama lama memandang wajah Alena terlalu dekat
.....
Pukul 05.00
afgan mendengar suara alarm dirinya terbangun lalu mematikan alarmĀ melihat Alena yang masih tidur
dirinya akan mengambil air wudu untuk sholat lalu bersiap siap untuk pergi ke Kalimantan Utara karena jam penerbangannya pagi
Alena terbangun karena teringat Afgan akan berangkat ke luar kota pagi pagi dirinya mendengar suara percikan air di kamar mandi.biar tidak menunggu lama dirinya lebih baik memasak
selesai mandi afgan mencium bau masakan dirinya langsung menuju ke dapur melihat Alena yang memakai daster sambil memasak
Alena menoleh melihat Afgan berada di pintu"ada apa?"
Afgan menggeleng "Aku berangkat di undur jadi jam 9 pagi sekarang aku mau keluar dulu untuk ambil sepatu di rumah mamah"
__ADS_1
"iya kamu kesana dulu ini masih jam 6 .nanti aku cek koper kamu dulu biar nanti tinggal berangkat"