Menikah Tanpa Cinta (New)

Menikah Tanpa Cinta (New)
bab 16 tidak ada kata kata


__ADS_3

Alena melihat Afgan yang pulang jam 11 malam tumben sekali Afgan pulang hingga malam hari seperti ini


"baru pulang?"


"iya ,kenapa?"alena menggeleng.afgan langsung melenggang pergi berniat untuk mandi badannya sangat lengket


alena mendengus kesal sedari tadi Afgan mengacuhkan dirinya bahkan setelah ke kamar mandi pun dirinya hanya melirik nya sedikit


"kenapa lihatin gue terus"sewot Afgan


"gakpapa ,tumben pulang malem jam segini biasanya sebelum adzan magrib sudah pulang"seru Alena


"aku kerja jelas saja pulang jam segini apalagi lembur,memang waktu kemaren aku tidak ada lembur sama sekali tapi sekarang banyak"


"aku kira kamu gak pulang"


"pulang atau tidak nya apa pedulimu?"membuat Alena mengerutkan alisnya


"Ya karena kamu satu rumah sama aku ,gimana kalau ayah atau papah kesini apa yang harus aku jawab"


Afgan mendekat ke arah Alena tersenyum sinis"kamu mikirin ayah sama papah aja kan biar kamu gak di marahin ,tapi kamu gak mikirin aku"seru Afgan lalu pergi keluar dari kamar karena perdebatan tidak akan menyelesaikan semuanya.


.....


Alena sedikit sedih sudah tiga hari Afgan tidak pulang dirinya tidak terbiasa di rumah sendirian bahkan tidak pernah


jika dirumah pasti ada ibunya jadi Alena tidak takut tapi sekarang rumah sebesar ini hanya dirinya seorang apalagi cuaca di luar hujan


ini sudah menunjukkan pukul 12.00 malam.alena menangis sesegukan dirinya takut jika sendirian di rumah seperti ini


menelfon orang tua nya pun pasti akan di perpanjang masalah nya.


"hikss takut"Alena terus mengeluarkan air mata nya.sudah beberapa hari ini dirinya menahan untuk tidak takut sendirian


tapi di luar sedang hujan deras bahkan petir menggelegar di luar, dirinya sendirian di kamar biasanya jika seperti ini ibunya yang akan menenangkannya


Ibu aku pengen ke rumah aku takut


"hikssss"


"hiksss tolong" Aliya menyembunyikan kepalanya di tubuhnya meringkuk.air mata yang terus mengalir karena takut


Alena dapat merasakan pelukan hangat seseorang membuat Alena menghentikan tangisannya mendongak siapa yang berada di dekatnya


"Afgan"panggil pelan Alena bahkan sangat pelan karena bibir gadis itu bergetar karena lama menangis

__ADS_1


Afgan memeluk erat Alena tanpa berbicara sepatah apapun .Alena yang semula meringkuk berganti memeluk Afgan menyalurkan rasa ketakutannya


"maaf"lirih Alena sambil sesegukan.tak ada jawaban sama sekali dari laki laki itu hanya pelukan dan usapan menenangkan Alena


Alena sama sekali tidak berani menatap Afgan kembali takut laki laki di depannya ini masih marah


Alena berusaha untuk tidak takut lagi dan meredakan tangisannya ,sedikit malu jika Afgan mengetahui bahwa dirinya cengeng seperti ini


Alena menarik nafas ,pelukan Afgan sangat nyaman membuat Alena tertidur pipi yang di basahi dengan air mata


afgan menepuk pelan tubuh alena yang tertidur tidak mau membangunkan gadis itu dirinya merubah posisi Alena agar tidur nyaman


tidak tega jika melihat Alena nangis seperti ini .wajah cantik dengan mata yang tertutup rapat,tak bisa di pungkiri kecantikan Alena sangat lah menarik perhatian cowok lain di luar sana


Afgan mengusap pelan sisa air mata yang berada di pipi Alena ,dirinya tersenyum kecut sakit hati nya masih berada di Lubuk hatinya


tapi bagaimanapun dirinya masih istri sudah sah di mata hukum .tak mau banyak fikiran Afgan juga memejamkan matanya di samping Alena


cuaca yang cerah serta sinar matahari yang berhasil menembus jendela kaca kamar mereka


sinar matahari yang menyorot pada mata cantik wanita itu dan menyorot pada wajah lelaki tampan


membuat keduanya mulai membuka mata perlahan.alena dapat merasakan ada benda berada di atas tubuhnya ternyata Afgan sedang memeluknya erat


Alena terduduk melihat wajah daftar Afgan"maafin aku"


"sudah berapa kali Lo minta maaf?"


Alena tidak tahu harus mengatakan maaf apa lagi agar Afgan tidak menjadi cuek seperti ini


Afgan iku terduduk lalu keluar dari kamar mandi membuat Aliya menghela nafas panjang dirinya ikut berlari menyusul Afgan


"tunggu Afgan"panggil berkali kali Alena,lalu berdiri diri di depan Afgan yang hanya mengangkat satu alisnya.


"aku minta__"


"aku udah maafin ,aku gak mau bahas lagi kalau kamu gak mau yaudah"


"aku gak bermaksud seperti itu"


"tidak masalah Alena ,aku bisa melakukannya dengan wanita lain .jadi tidak masalah kan?biar aku juga jadi bekasan orang.biar adil kita akan jadi sama sama bekasan"perkataan itu membuat Alena terdiam dan membiarkan Afgan pergi dari hadapannya


Alena merasa bersalah tapi dirinya tidak tahu apa yang harus dirinya lakukan bahkan sifat Afgan berbeda 50% dari pada biasanya


dulu Afgan selalu makan sarapan nya setiap pagi tapi sekarang tidak Afgan lebih memilih beli

__ADS_1


makan masakannya saja hanya ketika dia mood nya baik.apakah memang Afgan tidak pulang menyenangkan wanita di luar sana?


Alena segera menggeleng tidak mungkin Afgan melakukan itu .dirinya adalah laki laki baik


Alena tidak suka laki laki yang senang bermain wanita Gonta ganti.tapi bisa jadi iya.apa dirinya tidak memikirkan dirinya dan keluarga ?


Alena harus menyelediki semua kebenaran ini siapa tahu Afgan memang sudah bermain main dengan wanita lain


Alena sedikit tidak baik mood lalu mendengar suara mobil Afgan yang seperti nya laki laki itu keluar rumah


Alena berniat untuk menuju ke kamar mandi membersihkan tubuhnya serta muka nya yang sembab karena menangis kemaren terlalu lama


tidak menyangka bahwa Afgan yang menenangkannya hingga diri ya bisa tertidur dengan nyaman


.....


"mau kemana mbak?"


"ke alamat ini ya mas"ucap Alena pada pak sopir taksi karena dirinya hari ini akan menuju ke rumah Dinta untuk menenangkan diri sambil belanja .kepala sedikit pusing karena memikirkan masalah keluarga


Alena memutar bola matanya malas mendapat 20x panggilan telfon dari Dinta sejak tadi


"ada apa  Din ,kan gue udah bilang habis ini gue otw"


"hehehe iya kalau gitu gue mandi dulu baru bangun nih ,baca chat Lo langsung kaget gue .kalau ngechat gue jangan mendadak bisa gak al"sedikit mengomel


"maaf ,aku memang suka nya yang mendadak"kekeh alena


"untung Lo sahabat gue Al ,kalau gak gue udah tendang Lo dari luatan sana biar tahu rasa"


"hahaha bisa aja Lo Din, udah nih Lo mandi dulu keburu gue sampek"


"iya udah siap siap dulu buat mandi"


Tit tit


Alena menggeleng kepala melihat tingkah lucu sahabat ini .ada ada saja tingkah Dinta


hingga tak sadar dirinya sudah sampai di depan rumah dinta


"makasih ya pak"


"sama sama neng"


Alena langsung keluar dari taksi ,melihat rumah Dinta yang ada di seberang jalan

__ADS_1


__ADS_2