Menikah Tanpa Cinta (New)

Menikah Tanpa Cinta (New)
bab 30 mulai ada rasa


__ADS_3

sakira mengelus molly kucing kesayangan Kaka iparnya.lalu mengeluarkan kucing lucu itu dari keranjang


sakira menggedong molly sambil mengelus kucing menggemaskan itu.sedangkan molly hanya diam saja di pangkuan sakira


"sudah bangun sakira?"


Sakira menoleh ke arah kakak iparnya yang baru saja turun dari tangga.


"udah dari tadi mbak"ucap sakira sambil mengelus ngelus molly yang hanya diam sambil miaw miaw saja


"mbak mau kedapur dulu mau masak.kasihan Abang kamu nanti kalau pulang gak ada makanan"karena Afgan bilang dirinya akan pulang pagi.


sakira terkekeh menatap Alena


"Ciee mbak Alena sudah mulai perhatian sama Abang,aku bilangin Abang ya mbak nanti kalau udah pulang kerja"kekeh sakira


"berhenti godain mbak sakira.nanti aku gak ajarin kamu masak"hal itu membuat sakira terdiam langsung


"hehe iyadeh mbak maaf"seru sakira dari pada dirinya tidak diajari masak.alena hanya geleng geleng kepala melihat tingkah laku adik iparnya


Alena mendekat ke arah molly yang berada di pangkuan sakira. mencium molly sekejap


"mbak mau masak dulu.molly nanti taruh di keranjang lagi ya jangan biarkan keluar kemana mana"


"siap mbak"


Alena segera menuju ke dapur.dirinya hari ini ingin memasak sup bakso sosis serta membuat sambal sebagai menu tambahan


sakira yang asik bermain dengan molly menoleh melihat Abang nya yang baru saja datang dengan membawa tas kecil berwarna hitam di tangan kanannya


terlihat wajah tampan itu berubah menjadi seperti orang lesu dan kurang tidur


"Abang baru pulang"


"iya"Afgan mengambil duduk di kursi yang tak jauh dari adik nya duduk


"gimana sudah masuk kuliah"


sakira menggeleng kepala "belum bang masih Minggu depan sakira baru masuk kuliah"


"dimana mbak kamu?"tanya afgan pada sakira


"di dapur lagi masak bang"


"Mama tadi bilang kamu jangan pulang siang siang katanya mau di ajak buat belanja baju"sakira tersenyum senang mendengar apa yang di katakan Abang nya


sakira berdiri sambil menggendong molly menuju ke dapur .Alena yang asik memasak menoleh ke arah sakira yang memasukkan molly ke keranjang


"udah mainnya sama molly?"


"udah mbak, aku mau mandi dulu mbak soalnya kata Abang mama mau ajak sakira buat belanja baju"

__ADS_1


Alena mengangguk.sakira lalu berlari kecil untuk membersihkan tubuhnya dirinya sangat senang jika mamanya mengajak nya belanja


Alena menambahkan masako ke dalam sup bakso sosis itu agar menjadi lebih berasa enak dan lezat setelah itu mencicipi sedikit untuk mengecek


"gimana enak?"bukan suara Alena melainkan Afgan yang berada di belakang nya


Alena dapat merasakan tangan kekar melingkar di pinggangnya.jika Alena menoleh sedikit saja dapat menatap wajah Afgan


"lepasin nanti sakira lihat"Afgan mempererat pelukan nya


"emang gak boleh meluk istri sendiri lagian sakira lagi mandi gak akan kesini juga"Alena mengangguk tak mau berdebat panjang lagi seperti kemaren


Alena menunggu beberapa saat hingga supp nya matang setelah itu mematikan kompor. melepaskan tangan kekar yang melingkar di pinggang nya


Alena berbalik, wajah mereka sangat dekat.alena tidak bisa berkutik sedikitpun jika dirinya mundur akan mengenai kompor


Afgan tersenyum menarik tubuh alena hingga lebih dekat dengan tubuhnya


Alena dapat merasakan sentuhan bibir yang tiba tiba sudah menelusup di mulutnya.afgan ******* bibir Alena dengan lembut, entah apa yang membuat Alena mengikuti permainan Afgan


******* lembut menjadi sedikit kasar membuat Alena melingkarkan tangannya di leher Afgan


"Mfhhh" suara decapan terdengar oleh mereka berdua.segera Alena melepaskan pungutan nya saat kehabisan nafas


Afgan tersenyum kecil "istri nakal"


Alena menunduk sedikit malu.entah kenapa dirinya mengikuti permainan Afgan


Alena menatap Afgan "udah sana mandi ,badan kamu bau"


apa Afgan tidak sadar perlakuan dirinya membuat jantung alena tidak sedang baik baik saja


.....


Kini adik kakak itu sudah duduk di meja makan sambil menunggu Alena


"bang, mbak Alena ngapain di atas?"


"lagi mandi tunggu sebentar"sakira mengangguk


beberapa saat Alena turun melihat adik Kaka itu sedang duduk menunggu dirinya


"kenapa gak makan dulu?"tanya Alena lalu mengambil tempat duduk di samping Afgan


"itu namanya solidaritas mbak ,jadi kita makannya bersama sama.ya nggak bang?"sakira menoleh ke arah abangnya


"iyain aja"


"isshh Abang gimana sih gak bisa diajak kompromi"seru sakira


"yaudah kamu makan sakira jangan ribut Mulu sama abangmu.kan mbak tadi bilang jangan tunggu mbak"

__ADS_1


"Abang yang nyuruh mbak .tadi sakira mau makan duluan tapi Abang bilang katanya tunggu mbak Alena dulu gitu"seru sakira membuat Afgan menggaruk kepala nya yang tidak gatal


Alena menatap tajam suaminya "jangan bilang gitu lagi kasihan sakira nya kelaparan "bisik Alena


"iya sayang maaf"


...


Afgan merogoh sakunya menyodorkan satu lembar uang berwarna merah kepada adiknya


"kalau gak mau Abang masukin ke saku lagi"karena melihat adiknya yang tidak kunjung mengambil uang itu


sakira segera mengambil uang pemberian abangnya dengan cepat "mau ish bang ,makasih Abang ku yang baik hati dan penyayang"


"gak Abang anterin aja?"seru Afgan


"sakira bisa pulang sendiri bang ,lagian Abang baru pulang kerja pasti capek banget.aku juga bawa motor sendiri"


membuat Afgan mengangguk.alena mendapat kecupan tangan dari sakira


"aku pulang dulu ya mbak"


"iya hati hati"


sakira menyalakan mesin motor nya.memberikan lambaian tangan pada saudaranya


rumah sakira dengan abangnya tidak terlalu jauh hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit


sakira dapat melihat mobil berwarna merah yang sedang berada di depan rumahnya,dirinya segera memarkirkan motornya di garasi.berlari kecil mencari kedua orang tuanya


sakira ingin menuju ke kamar orang tuanya,dirinya tak sengaja melihat renathan di dapur yang sedang meneguk air putih


sakira mendekat ke arah papa nya "pah mobil di depan itu punya siapa?"


"menurut kamu punya siapa?"sakira cemberut karena ayahnya tidak langsung to the point membuat dirinya tambah kesal


"ishh pah sakira tanya yang bener jangan bikin sakira ke geeran"seru sakira karena memang dirinya pernah di berikan Janji sama renathan kalau dirinya lolos masuk kuliah akan di belikan mobil


Salma yang mendengar celotehan suami dan anaknya lalu keluar dari kamar.mendekat pada kedua orang itu


"sakira pagi pagi jangan ribut sama papah"omel salma karena suara sakira membuat kepala Salma pusing


"salahin papah mah ,sakira kan cuman tanya itu mobil siapa yang di depan tapi papah gak mau jawab, kan sakira kira itu mobil baru yang di janjikan papa sama sakira"


Salma menatap tajam renathan yang terkekeh memang bapak satu ini suka sekali mengerjai putrinya yang cerewet


"iya itu mobil yang di belikan papah kamu"jawab salma


"horeeee sakira punya mobil baru"sakira segera memeluk erat renathan


"makasih papa"renathan tersenyum membalas pelukan senang putrinya

__ADS_1


"hmm mentang mentang papa yang belikan mobil sampai lupa sama mama yang berdiri di sini"dehem salma membuat sakira menoleh lalu berganti memeluk mama nya


"hehe maaf mah sakira terlalu seneng"


__ADS_2