
"mah ada Abang kesini"seru sakira memanggil mamanya
"tumben Abang kamu kesini pagi pagi ada apa?"Salma menghentikan menyapu di belakang rumah lalu menemui putranya
"ada apa sayang tumben kesini"
"cari sepatu mah aku nanti jam 9 mau ada proyek di Kalimantan Utara"Salma menghela nafas
"kamu ini apa apa pasti buru buru duduk aja sama adik kamu biar mamah yang Carikan"Salma mencari sepatu yang Afgan cari di rak disana terdapat beberapa sepatu sekitar 30 jenis sepatu
sedangkan Afgan menunggu sambil bermain handphone
"kak kok gak ajak mbak alena"seru sakira pada abangnya sambil memakai kaos kaki
"lagi masak"
"pinter banget ya istri Abang beruntung deh udah cantik pinter masak paket komplit kapan kapan sakira mau minta ajarin buat makanan sama mbak Alena"kekeh sakira
"minta ajarin gak gratis ya"
"ish Abang jahat banget pokok nya gratis.sama adik sendiri gak boleh pelit bang nanti aku bilangin ke mbak Lo bang kalau Abang ini pelit"
"dosa Abang kamu di bilang pelit"
" Hehehe bang gak ada hadiah gitu bang buat adikmu ini kan udah lulus dari sekolah sma udah mau kuliah Lo"
"kan baru lulus SMA belum jadi dokter ,belum jadi guru belu__"
"ya kan proses bang yang penting lulus ,ayo dong bang kasih aku hadiah terserah deh"senyum kikkuk sakira
Afgan mengeluarkan dompetnya memberikan 2 lembar uang berwarna merah.sakira menerima uang itu dengan senang selesai memakai kaos kaki dirinya duduk di sebelah abangnya memeluk erat
"aaa makasih Abang baik banget sihh"lalu melepas pelukannya saat melihat salma membawa sepasang sepatu
"ngapain peluk peluk abangmu pasti kamu minta sesuatu kan"
"hehehe iya mah"
"gakpapa mah uang afgan juga gak bakal habis"Salma mengangguk tersenyum kecil anak nya ternyata se harmonis ini apalagi dengan sakira adiknya yang sedikit berisik
Afgan berdiri menerima sepasang sepatu dari salma
"makasih ya mah aku pergi dulu"
"hati hati"seru Salma
"hati hati juga abangku"
....
Afgan selesai makan dirinya menyenderkan punggungnya sebentar sambil menunggu supir menjemputnya
Afgan membuka laptop mengecek semua data yang nanti akan dirinya presentasi kan di sana.perlu persiapan yang panjang
__ADS_1
memang ini adalah keinginan Afgan sendiri untuk terjun ke lapangan serta memantau para pekerja di sana
afgan menggeret koper kecil itu ke ruang tamu agar dirinya nanti tinggal berangkat saja
Afgan menuju ke kamar mengambil jaket yang akan di pakai saat malam hari disana nanti
langkahnya terhenti melihat Alena yang sedang berseliweran di kamar.
Alena menatap kaget ketika pergerakan nya di hentikan oleh Afgan kini Alena berada di kekungan kedua tangan Afgan
"ma u apa af"terbata bata Alena
"kalau mau kamu?"senyum sinis tercetak pada sudut bibir Afgan menatap Alena dengan daster berwarna hijau
Afgan tidak bisa jika harus menghindar dari wanita cantik di hadapannya ini sungguh wajahnya selalu berada di bayangan afgan
Alena yang tahu Afgan mulai mendekat di wajahnya tangannya mendorong pelan Afgan untuk tidak mendekat..
"kamu mau apa?"
"aku ingin mencoba ,bukankah kamu sudah pernah"senyum kecil tercetak pada diri Afgan
Alena tersentak ketika kedua tangannya di genggam erat oleh Afgan dirinya tidak bisa memberontak sekalipun
tanpa sadar bibir mereka sudah menempel "buka Alena bukanya kamu sudah pernah?"
Alena berusaha untuk menggeleng tapi Afgan tetap Afgan dirinya mencium Alena hingga lidahnya masuk,tangan kanan Afgan yang tidak memegang tangan Alena berhasil memegang tengkuk Alena untuk memperdalam ciuman
Afgan segera mengusap bibirnya yang terkena lipstik ,setelah itu dirinya segera mengambil jaket
Afgan mendekat ke arah Alena yang masih diam saja entah apa yang gadis itu pikirkan
"lancang banget"
Afgan tersenyum"kalau sama istri boleh ,gak ada larangan sama sekali coba tanya sama mamah atau papah kalau gak percaya"
jelas saja jika Alena tanya kepada orang tuanya yang ada akan di tertawai
"seharusnya kamu izin gue dulu ini, bibir kamu gak berhak ngelakuin itu"
Afgan tersenyum"aku hanya ingin menjadikan bibir ini yang terakhir bukan kah katamu yang pertama itu pacarmu?"
alena diam menatap tajam Afgan"tetep aja ak___"
"aku tahu kamu mau nya sama Azka kan?"Alena mencerna dirinya tahu siapa Azka?
"kenapa hemm bukankah itu sekarang pacarmu?aku tahu Alena tapi sekarang kita udah sah seharusnya kamu bilang sama ayah kalau memang kamu benar benar tidak menginginkan pernikahan ini kita bisa bicarakan baik baik .pernikahan bukan mainan selesai pulang aku akan bicara sama ayah"Alena menggeleng
Afgan tersenyum dirinya mencium kening Alena sejenak
"aku pergi dulu"
Alena menatap kesal serta khawatir apa yang akan Afgan bicarakan nanti pada ayahnya
__ADS_1
......
"Alen Lo kenapa sih ngelamun terus"
"Din gue takut"
"Takut kenapa?"
"Aku juga gak tau din ,tadi pagi Afgan mau bicara sama ayah kalau pulang dari Kalimantan aku gak tau apa yang akan di katakan"
"menurut Lo apa?"
"Takut aja din kalau ayah tau semuanya pasti akan marah banget sama aku.kamu tahu ayah kayak apa kan kalau marah?aku takut banget ayah gak pernah marah kalau aku gak ngelakuin kesalahan besar"
Dinta menatap Alena dirinya merangkul pundak sahabatnya"Gue yakin Afgan gak Setega itu bakal bilang kalau Lo masih pacaran sama Azka"
"tapi..?"
"udah Alen jangan di fikirkan dulu"
mereka berdua tersentak ketika mendapati handphone Alena yng berdering
memperlihatkan wajah Azka di telepon sana .Dinta mengangguk mengangguk karena Alena meminta izin isyarat untuk mengangkat telfon di samping nya
"hallo sayang"
"iya sayang ada apa ,tumben telfon malem banget kayak gini"
"aku akan pulang ke Indonesia besok,bisa kita ketemu sebentar"
"be be sok?"
"iya ,aku udah selesai kontrak kerja nya jadi hari ini aku sudah ada jadwal penerbangan mungkin besok aku sudah pulang ,bagaimana bisa kan?apa ayahmu akan tahu?"
"iya bisa kok ketemuan di tempat yang biasa kita tongkrong aja ya sayang"
"oke sayang aku matikan telfon dulu.aku mau istirahat.gak sabar ketemu pacarku yang cantik ini"
"hahaha bisa aja kamu ini udah kamu tidur pasti capek datanga dengan selamat di Indonesia"
"pasti daaa"
titt titt
Alena meletakkan handphone ny menatap Dinta"besok Azka ke Indonesia sekarang udah mau jam penerbangan"
"bagus lah Lo pasti kangen kan?lagian Afgan juga di luar kota,ayahmu juga pasti tidak akan memantau"
Alena mengangguk "kenapa perasaanku gak enak ya Din .aku takut kalau Azka lama di Indonesia di akan tahu semuanya"
"sampai kapan Lo bakal nyembunyiin semua ini dari Azka .Lo cuma ada pilihan Alena cerai dengan Afgan atau bersama azka"
"tapi ayah gak akan pernah setuju sama semuanya"
__ADS_1