Menikah Tanpa Cinta (New)

Menikah Tanpa Cinta (New)
bab 9 tidak ada judul bab


__ADS_3

Alena baru saja pulang dari kantor bersama dengan afgan


"Apa kamu capek?"tanya Afgan pada alena diangguki oleh Alena yang menguap beberapa kali


drttt


"kamu mandi dulu aku akan mengangkat telfon"Alena mengangguk dirinya segera berjalan ke kamar mandi


"ada apa pah"


"Papah pulang sore ini jadi tidak usah kamu wakilkan kamu istirahat saja"


"iya pah"


.....


malam ini Afgan dan Alena kedatangan ayah dan ibunya yang datang malam malam ke rumah mereka berdua


"gimana kabar kamu Afgan?"tanya danuar pada Afgan


"Alhamdulillah baik yah"


"dimana putri ayah?"tanya danuar pada Afgan yang membuka pintu pada mereka berdua tanpa adanya Alena


"ke kamar mandi yah ,tadi ayah telfon Alena saat tidur jadi pas ayah kesini Afgan bangunkan Alena mungkin lagi cuci muka"sambil mempersilahkan ayah nya duduk


beberapa saat kedua orang tua itu melihat keberadaan putrinya yang ingin mendekat ke arah mereka berdua


"ayah ,bunda ngabarin nya ndadak banget Alena baru bangun tidur"


"ibu buatkan kamu teh sama kopi buat kalian ya ,sayang kamu duduk aja soalnya baru bangun tidur rileks kan dulu badannya"


Alena mengangguk dirinya duduk di samping dekat dengan Afgan


"tumben anak ayah tidur jam segini,biasanya begadang"seru danuar pada anak nya


"iya yah soalnya tadi kerja pulang sore"jawab alena


"hubungan kalian berdua baik kan?"tanya danuar


"baik kok yah seperti yang ayah lihat"


"baguslah"


Beberapa menit Anita membawakan secangkir kopi dan dua teh hangat untuk anaknya


Anita meletakkan minuman pada mereka bertiga yang asik mengobrol


"gimana sayang kerja nya?"


"baik bu"membuat Anita tersenyum

__ADS_1


meskipun danuar termasuk keluarga kaya tapi panggilan mereka sangat sederhana yaitu ayah dan ibu


meskipun jaman sekarang banyak yang memanggil orang tuanya dengan sebutan mamah-papah


danuar menyukai kesederhanaan karena memang dulu dirinya dari keluarga yang kurang mampu


tapi tidak di sangka dirinya sekarang bisa memiliki perusahaan sendiri padahal dulunya dirinya adalah seorang karyawan kantor biasa


"sayang kamu lebih baik di rumah saja gausa ke kantor siapa nanti yang kerjain pekerjaan rumah.apalagi kamu di sini bertugas sebagai seorang istri"seru Anita


Alena diam sebentar mencerna kata kata ibunya .jika ada ayah nya dirinya akan di marahi jika mambantah perkataan orang tua


"benar kata ibumu nak, rumah mu nanti akan kosong kalau kamu kerja .ayah yakin Afgan bisa jadi kepala keluarga yang baik untuk kamu"


Afgan yang mengerti raut wajah Alena yang kebingungan.dirinya menatap Alena Sejenak


"aku gak mau memaksakan Alena ayah"


"tapi Afgan siapa yang akan mengurus rumah nanti ?apa tidak capek juga kamu Alena pagi pagi menyiapkan sarapan siang ke kantor belum lagi sore pasti sudah gak keburu buat bersih bersih rumah"


"Afgan bisa bantu bersihkan rumah ayah jika Alena kelelahan"


Alena menatap ayah ibunya"Besok Alena gak kerja lagi biar Alena yang ngurus rumah"


Afgan menatap pada Alena yang menunduk dirinya tau pasti hatinya menimbulkan kekecewaan


Afgan memegang tangan Alena yang berada di atas paha gadis di sebelahnya .alena segera menatap Afgan yang memegang tangannya tiba tiba


Afgan menarik tangannya kembali.danuar menyerup kopi yang di suguhkan oleh ibunya


"yasudah ayah sama ibu pamit ya ,soalnya tadi sama papah kamu habis ke acara"seru danuar


tadi Anita dan danuar habis berangkat ke acara ulang tahun anak rekan kerjanya berubung besan mereka di undang jadi berangkat bersama


setelah pulang danuar dan Anita rencana ingin menengok keadaan anak nya.


"ibu kok cepet banget pulangnya"peluk Alena di balas oleh ibunya


"Kapan kapan ibu sama ayah kesini udah jangan manja gini udah besar gak malu sama suami kamu"kekeh Anita karena anaknya tidak mau melepaskan pelukan nya


"sudah nak ,ibumu sama ayah mau pulang kalau kangen langsung kerumah ayah sama ibu"


Alena mengerucut bibir nya. Sedikit sedih tapi bagaimana lagi


"yasudah berhenti cemberutnya ayah sama ibu mau pulang dulu"Alena mengangguk mencium tangan kedua orang tua nya


di ikuti dengan afgan.mereka berdua menatap orang tua nya yang perlahan menjauh dari hadapan mereka


Alena segera masuk ke dalam rumah tidak baik cuaca dingin lama lama di luar.


"Alena?"panggil Afgan

__ADS_1


"iya ada apa?"


"maaf gara gara aku , kamu harus melepaskan perkejaan kamu"Alena terkekeh


membuat afgan menautkan raut kebingungannya


"udah ngapain minta maaf?aku gakpapa benar kata ibu juga ,nanti rumah ini gak ke urus kalau kita berdua kerja terus"ada perasaan lega pada diri Afgan


dirinya tadi tidak tega melihatĀ  raut wajah Alena tadi merasakan kekecewaan karena perkataan ayahnya


"meskipun begitu ,aku gak enak sama kamu pasti terpaksa melakukan semua ini"


"udah gakpapa benar kata ibuku juga ,gak enak di lihat sama mama papa kalau nanti mereka kesini rumah ini berantakan semua"


Afgan mengangguk menurut saja.alena kembali duduk di sofa meminum teh buatan ibunya


Di ikuti dengan Afgan yang ikut meminum teh yang masih hangat .setelah itu tidak ada pembicaraan di antara kedua nya


"kamu gak lapar?"tanya alena


"sedikit ,nanti aku makan kenapa?"Alena menggeleng


Alena ke dapur sebentar perut nya juga lapar belum makan malam dirinya melihat makanan tadi pagi tinggal sedikit


Alena tadi pagi memang masak sedikit dirinya lupa kalau sudah berkeluarga biasanya pulang pulang sudah ada makanan


Alena mendekat ragu ke arah Afgan yang menatapnya kebingungan


"di kulkas gak ada bahan makanan lagi.makanan tadi pagi tersisa sedikit gak cukup kalau kita makan berdua"


"makan diluar gimana ?sekalian belanja buat nyetok makanan mumpung masih jam 8 malam"


"bentar aku siap siap dulu"


....


kini mereka berdua sedang mencari tempat makanan "beli nasi goreng di Deket jembatan kayak nya enak nanti kita tinggal beli belanja biar gak kemaleman"


Afgan mengangguk dirinya menghentikan mobil nya untuk memesan nasi goreng


"tunggu di sini biar aku saja yang pesan"Alena mengangguk menunggu di mobil


Alena menatap laki laki itu berlari kecil menuju mobil "gimana sudah pesan"


"sudah" mereka berdua sekarang akan belanja untuk menyetok makanan bulan


Alena turun dari mobil bersama Afgan mengambil troli untuk menyetok apa saja yang akan dirinya beli


"kira kira setok makanan berapa hari biasanya?"tanya Afgan dirinya tidak terlalu mengerti tentang dapur


"aku biasanya ikut ibu sih seminggu sekali untuk bahan makanan ,kalau kebutuhan lainnya bisa nyetok beberapa Minggu karena kemasan kalau bahan makanan kan tidak bisa tahan lama lama"Afgan mengangguk sambil mendorong troli

__ADS_1


sedangkan Alena berjalan di depannya untuk memilih apa saja yang akan dia beli


__ADS_2