Menikah Tanpa Cinta (New)

Menikah Tanpa Cinta (New)
bab 34 ke kantor suami


__ADS_3

Alena tersenyum kecil dirinya sekarang memakai dres berwarna merah sambil membawa rantang berisi makanan


"istrinya pak boss ?"seru erdin saat tak sengaja menatap Alena yang berjalan ingin menuju ke ruangan Afgan


"Iya ,afgannya di ruangan?"


"Mau aku antarkan?"tawar erdin di angguki oleh alena.karena dirinya tahu itu adalah teman Afgan yang sering suaminya ceritakan


"permisi pak boss"seru erdin membuat  Afgan menoleh tapi beberapa saat berfokus pada perempuan cantik yang sedang berdiri di belakang erdin


"gue permisi dulu pak bos ,Bu boss"


"makasih ya erdin"membuat erdin mengangguk sambil tersenyum tipis .erdin segera keluar karena tatapan temannya seperti elang yang ingin mencari mangsanya


Afgan berdiri menggandeng Alena untuk duduk bersama dengannya.


Afgan menoleh kesamping menatap Alena"kenapa bisa bareng sama erdin?"


"tadi aku mau kesini gak sengaja ketemu erdin temen kamu ,dia nawarin aku mau di anter yaudah aku mau aja"


"lain kali telfon aku aja kalau kesini nanti aku jemput di depan kantor biar sopir kantor yang jemput kamu dari rumah"


"kalau gak mau gimana wlee"


"mulai berani hemm"senyum menyeramkan Afgan membuat Alena merinding karena ingin semakin mendekatinya


"kamu makan dulu Afgan ish"mendorong lengan afgan pelan agar tidak menggodanya.


"suapin"seru Afgan sedikit manja.alena dengan senang hati membuka bekal makanan nya lalu menyuapkan sedikit demi sedikit ke mulut Afgan


memang masakan Alena tidak di ragukan lagi ,entah istrinya itu masakannya sangat enak


"kamu gak makan?"tanya Afgan


"Aku pas mau berangkat kesini sudah makan ,tinggal kamu aja"jawab Alena sambil menyuapi Afgan yang ke terakhir karena satu sendok lagi nasi dan lauknya habis


Alena menyodorkan minum ke arah Afgan.


"makasih sayang"Afgan mengecup kening Alena sejenak.menbuat Alena blushing


"mau aku kecup lagi ,kayak blushing banget"Alena segera mencubit pinggang Afgan karena menggodanya


"iya iya"kekeh Afgan melihat ekspresi alena


"papa ada?aku mau keruangan papa sebentar"


"ada,mau apa sayang"


"gakpapa cuma mau ngobrol sebentar aja"


"mau aku temenin ,ayo aku anter ke ruangan papa"

__ADS_1


Alena menggeleng"aku mau keruangan papa sendirian kamu disini aja okey"


******


Brukk


"maaf pak Afgan saya tidak mengetahuinya"seru wanita itu dirinya panik karena tahu siapa yang sedang ia tabrak sekarang


"biar aku bersihkan pak"seru Afgan memperhatikan Alexa itu dengan sigap langsung mengeluarkan tisu membersihkan jasnya panik


Afgan mundur sedikit "tidak perlu nanti saya bersihkan sendiri"


"maaf pak saya tidak mengetahuinya"


"tidak masalah"ucap Afgan lalu pergi melalui Alexa. Alena menatap kesal Afgan yang bersama dengan perempuan tak jauh dari penglihatan matanya


"gimana sayang udah selesai bicara sama papa?"Alena mengangguk.


Afgan merangkul pinggang alena.bamyak karyawan dan pegawai menatap tuan muda dan nyonya muda itu sedang berjalan beriringan


"serasi sekali anak pak renathan "seru salah satu pegawai


"iya sih bener cocok banget"


Afgan menatap Alena yang fokus ke arah depan "mau jalan jalan?"


"kapan kapan aja"


"gak mau"lalu melepas rangkulan pinggangnya berjalan dulu ke arah mobil di ikuti oleh Afgan


tak ada pembicaraan sekalipun diantara keduanya.alena yang harus saja sampai di rumah langsung masuk ke dalam rumah tanpa menunggu Afgan dulu


Afgan berlari kecil"sayang kamu kenapa?"


Alena menggeleng"udah tahu istri di kantor masih aja mau di deketin perempuan lain"


Afgan tahu dirinya tersenyum melihat wajah Alena yang cemburu.dirinya menarik pelan tangan Alena agar mendekat ke arahnya


"Cemburu hem?"


"gak siapa juga jangan ke geer ran"


"terus kalau gak cemburu apa?kenapa dari tadi aku lihat kamu gak mau ngomong sama aku"


"aku cuman gak mau ngomong aja"lalu pergi meninggalkan Afgan yang terkekeh melihat tingkah Alena yang membuatnya gemass


Afgan geleng geleng kepala dirinya segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya


pekerjaan di kantor tidak terlalu banyak jadi jam 2 siang begini dirinya sudah pulang bersama dengan Alena


selesai mandi afgan mendapati Alena yang baru saja masuk kamar"aku udah selesai mandi"

__ADS_1


"iya"ucap Alena lalu masuk ke dalam kamar mandi


******


"masih marah hemm ,maaf aku tadi siang hanya mengerjai mu berhubung aku lihat kamu gak sengaja natap aku jadi aku biarin Alexa bersihkan jas aku"


Alena menatap Afgan "nyebelin"


Afgan tertawa kecil"ciee yang cemburu cieee"ucap Afgan mencolek colek pipi Alena membuat istrinya membuang muka menonton televisi


Afgan memeluk Alena dari samping karena istrinya dari tadi cuek dengannya "iya iya aku minta maaf udah dong jangan cemberut gini lagian aku juga gak terlalu lama Deket sama Alexa"


Alena menarik nafas menatap afgan"iya aku maafin jangan di ulangi lagi kayak gitu entah sama wanita lain ataupun sama Alexa"


"iya sayang aku janji"


Alena menatap jam sudah menunjukkan pukul 04.00 sore.


"biasanya pak jejeng kesini jam berapa?"Afgan menaikkan satu alisnya


"pak jejeng siapa sayang?"


"itu yang bawa Tosa sambil jualan sayur sayuran biasanya aku pernah lihat soalnya lewat rumah sini"Afgan .angut mangut


"pak jejeng yang itu toh ,biasanya pagi lewat sini terus tapi kalau sore jarang sayang .mau beli apa?"


"beli Masako ,sama ayam aku besok rencana mau buat Bali ayam"


"mau beli sekarang aja?aku anterin di toko sebelah perempatan masih buka biasanya kalau jam segini"seru Afgan


Alena menggeleng dirinya sedikit malas jika harus belanja di toko sebelah perempatan yang lumayan rame harus menunggu lama


"Aku sedikit capek,  di sana antri banyak banget .yaudah besok pagi aja beli sayuran yang lewat depan rumah"


Afgan mengela nafas "besok aku carikan pembantu biar kamu gak kecapek an ngurus rumah kayak gini "


Bagi Afgan meski tidak terlalu berat tapi tetap saja melelahkan apalagi rumahnya yang sedikit lumayan besar yang di isi hanya mereka berdua saja


"aku bisa mengatasi pekerjaan rumah sendiri kok.ini kan sudah tugas istri "seru Alena


"aku tahu sayang tapi aku suamimu aku gak mau kamu kecapek an seperti ini.aku akan bilang ke bunda sama ibu jika mereka tidak setuju"


Alena diam .menatap Afgan dengan tatapan bingung apa yang harus ia jawab


"tapi aku di rumah pasti gak ngapa ngapain ishh"


"biar aku urus nanti sayang"senyum Afgan mengacak rambut Alena gemas


"Aku tidak menerima penolakan sayang , gak ada yang larang kamu untuk masak aku cuma carikan pembantu rumah tangga untuk bersih hal lain, biar kamu tidak terlalu kecapek an ,kamu masih bisa masak, buatin aku teh seperti biasa"tambahnya


Alena mengangguk setuju dirinya tahu apa yang di maksud Afgan"iya aku mau"

__ADS_1


__ADS_2