
Alena bernafas lega untung saja kemaren dirinya tidak ketahuan sedang telfon dengan Azka
Alena berjalan menuju ke kamar mandi. dirinya hari ini sedang berpakaian santai mumpung hari ini hari Minggu juga biasanya dirinya akan bersama dengan Dinta jalan jalan pagi
alena keluar dari kamar mandi melihat Afgan yang baru saja bangun.mungkin karena hari Minggu jadi dirinya tidak bangun sepagi biasanya
"udah bangun?mau aku buatin kopi atau teh?"
Afgan yang baru saja bangun sudah melihat keberadaan Alena yang tidak jauh dari nya
dirinya meneguk salivanya melihat pakaian seksi alena. Celana diatas lutut dengan baju tanpa lengan
"kamu mau aku buatin apa?"Alena sudah berada di depannya sambil menyadarkan Afgan untuk tidak melamun
"teh hangat aja"
Alena mengangguk dirinya langsung menuju ke dapur untuk membuatkan teh hangat untuk Afgan
Bisa mati hidup gue
afgan menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal.melihat jam yang masih menunjukkan pukul 06.00 dirinya berniat untuk mandi saja
....
Afgan melihat pergerakan Alena yang duduk di depannya sambil meletakkan teh hangat
"kalau kurang manis ,nanti aku tambahkan gula"ucap alena
"iya ,nanti aku coba dulu"
afgan meminum sedikit teh hangat tersebut mencicipi agar tau manis atau tidak nya.alena menatap Afgan yang mulai meminum teh hangat buatannya
"gimana manis gak?"
"gak terlalu ,enak kok"
"baguslah"
"udah masak?"tanya Afgan mendapat gelengan dari Alena
"sebentar lagi garam nya habis, toko sebelah masih tutup kalau pagi pagi begini"
Afgan terdiam dari pada dirinya pagi pagi sudah bangun tidak melakukan apa apa lebih baik mencari sarapan di luar
"mau cari makan buat sarapan?sekalian beli garam di seberang jalan siapa tahu habis kita sarapan toko nya buka"
Alena mengangguk semangat "ayo kalau gitu sekarang"
Afgan hanya diam saja bukannya berjalan.bukankah tadi dirinya mengajak untuk makan?
"ganti baju dulu"
"iya sebentar aku ganti baju dulu,"Alena berlari kecil ke arah tangga.untuk berganti pakaian
__ADS_1
....
kini mereka berdua sekarang berada di tempat makan cak cingun .itu adalah makanan yang sering Afgan beli
cak cigun adalah penjual soto ayam. memang ramai dan antri karena soto ayamnya sangat enak banyak orang orang setelah olahraga pagi mampir ke toko cak cingun
Alena duduk berdampingan dengan Afgan sambil menunggu pesanan makanan
"aku sering lewat sini tapi gak pernah mampir soalnya lewatnya siang kalau gak sore "kekeh Alena
"gak pernah keluar pagi pagi sama Dinta atau teman yang lain?"membuat Alena menggeleng
"jarang sih. Sama Dinta pun keluarnya agak siang siang ,gak pernah main pagi soalnya Dinta nya susah bangun pagi"
"ehh mas Afgan beli soto lagi di sini ,sama pacar nya ya mas?"tanya cak cingun pada Afgan yang asik berbicara dengan Alena
Afgan menoleh "sama istri Afgan cak"
"cak cigun kok gak di undang mas"kekeh cak cingun karena memang soto ini langganan kelurganya juga
"maaf cak acaranya mendadak jadi hanya keluarga saja yang di undang ,nanti kalau adik nikah pasti cak cigun aku undang"
"hahaha bencada mas Afgan ,yaudah silahkan di nikmati dengan istrinya makanannya"
"iya mas"
Alena mendengar obrolan mereka berdua yang akrab sekali
"siapa yang senyum?gak ada"Alena menyeret pelan mangkok soto ayam yang ada di depan Alena
membuat Afgan geleng geleng kepala dengan senyuman melihat tingkah Alena
....
Setelah mereka berdua sarapan pagi .tak lupa sebelum pulang membeli garam karena stok dirumah habis
alena menyenderkan punggungnya di mobil, perutnya terasa sedikit kekenyangan karena lezat hingga menambah satu porsi
Afgan memarkirkan mobil nya di bagasi .Alena membuka mobil langsung berlari menuju ke kamar mandi
Afgan yang khawatir menyusul Alena yang sedang terburu buru ke kamar mandi.dirinya terkejut melihat Alena yang muntah muntah di wastafel
Afgan mendekat kearah Alena yang sedang membungkuk sambil muntah muntah
Afgan memijat tengkuk kepala Alena agar meredakan muntah muntahnya .wajah cantik itu menjadi merah dan lemas
"kamu gak papa?masih mau muntah?"khawatir Afgan .apa gara gara makan soto ayam terlalu banyak membuat Alena muntah muntah
Alena mengangguk lemas.kepalanya menjadi pusing Afgan segera membopong tubuh alena menuju ke kamar tidur
rambut panjang itu berantakan menutupi wajah Alena yang terkena banyak keringat
Afgan menyelipkan jari jari nya menata rambut Alena agar tidak menutupi wajah cantik itu dan bisa beristirahat dengan nyaman
__ADS_1
"maaf pasti gara gara aku ajak makan soto ayam tadi"Alena menggeleng
huekk
Alena melotot melihat baju Afgan yang di penuhi dengan muntah nya.
"maaf " panik Alena merasa tak enak
Afgan mendorong pelan lengan Alena untuk tidur kembali"udah gakpapa ,aku bisa bersihin sendiri di toilet kamu tidur aja ,aku hubungi dokter dulu"
Afgan segera mengganti pakaiannya yang di penuhi dengan muntah.setelah berganti dirinya menuju ke pinggir tempat tidur Alena
mengecek suhu tubuh alena yang meningkat membuat Afgan panik "sebentar ya dokter akan segera ke sini ,aku kompres dulu"
Alena mengangguk lemas.mempersilahkan Afgan mengompres keningnya dengan air hangat
"kamu tidur aja nanti dokter bakal kesini "perintah Afgan
Afgan menelfon ibu nya khawatir juga dengan keadaan Alena
"assalamualaikum bu"
"Waalaikumsalam ,iya nak ada apa tumben telfon ibu mendadak kayak gini"
"Alena habis muntah muntah Bu ,suhu badannya meningkat Afgan gak tau harus gimana lagi.ibu bisa kesini"
"Alena sakit ?bentar ibu sama ayah habis ini kesana .kamu telfon dokter dulu"
"sudah Bu ,habis ini dokternya kesini"
"Sebentar lagi ibu sama ayah otw"
Afgan mematikan handphone.melihat dokter Irwan sudah datang dirinya segera mempersilahkan dokter Irwan masuk untuk mengecek keadaan Alena
Afgan berdiri di belakang dokter Irwan yang mengecek tubuh alena dengan teliti
Afgan khawatir jika terjadi apa apa.rasa bersalah ada pada dirinya takut gara gara makan soto tadi
dokter Irwan berbalik menatap Afgan sambil memberikan obat "adik mas Afgan__'
"maaf dokter Irwan itu istri saya"
"Maaf saya kira adik mas Afgan , ini di suruh minum yang teratur ya mas istrinya karena istri mas Afgan punya tipes"
"dijaga juga kesehatan nya sama makan makanan yang sehat jangan lupa minum vitamin setiap hari"Afgan mengangguk mengucapkan terima kasih kepada dokter Irwan
"maaf aku jadi ngrepotin "suara lesung terdengar di telinga afgan
"gakpapa ,aku udah telfon ayah sama ibu habis ini kesini, kamu istirahat dulu aku buatin bubur"
Afgan segera menuju ke dapur .untung saja kemaren sempat membeli kemasan bubur
Afgan jantungnya berdetak kencang tidak biasanya dirinya bisa se khawatir ini.apalagi melihat wajah pucat alena
__ADS_1