
"aaaa"teriak alena meski tidak terlalu kencang tapi membuat Afgan terbangun.
"ada apa?"
Alena menarik nafas dia kaget jika ada Afgan ada di sini tidur tanpa baju membuat Alena kaget
Afgan menatap ke arah badannya ternyata hanya karena tidak memakai baju
"kenapa gak pakai baju?"
"itu sudah kebiasaanku"membuat alena mengerucut bibir nya.bukan karena tergoda alena tidak seperti itu
"yaudah ,mau masak apa?"
"Hey mau masak apa?"panggil sekali lagi Alena
"terserah yang terpenting jangan masak udang aku alergi"
Alena segera turun untuk menyiapkan masakan.pagi pagi dirinya sudah memasak itu juga kebiasaanya yang sering di ajarkan anita.
alena sama sekali belum memberikan kabar pada azka.dirinya melihat banyak pesan dari Azka
Alena geleng geleng dengan kelakuan pacar nya satu ini. dirinya tersentak lupa kalau sedang memasak
setelah memberi pesan pada Azka dirinya kembali melanjutkan untuk memasak.
alena mencicipi masakan nya yang menurutnya lezat.dirinya melihat jam tangan di pergelangan
alena segera sedikit berlari menuju ke kamar untuk mencari pakaian kantor nya.dimana pakaian kantor nya?
"Afgan"alena melihat laki laki itu kembali tidur
"Afgan bangun"
Afgan tersentak melihat alena menggoyangkan badannya "kamu tahu baju kantorku?"
Afgan terduduk "aku tidak tahu ,mungkin kamu taruh di rumah ayah"
"mau kemana?"tanya afgan karena terlihat raut wajah Alena kebingungan
"aku harus kerja"
"ayah menelfonku tadi malam , besok kamu akan kerja dikantorku"
"tidak kamu bohongkan? ,aku gak mau kerja di kantormu"Afgan menggaruk kepalanya atas dasar apa dirinya bohong
Afgan mengecek handphone memberikannya pada Alena memperlihatkan pesan ayahnya
Alena mangut mangut"nyebelin"
Afgan segera mandi karena harus berangkat ke kantor. papa nya akan sibuk dengan proyek yang baru saja di jalankan
jika dia tidak masuk ke kantor kasihan dengan papa nya yang jarang ada waktu padahal umur nya sudah menua.
"aku mandi dulu"
"hmm"
Alena akan kerumah ayah nya untuk bertanya semua nya.kenapa ayahnya malah memindahkan dirinya
.....
__ADS_1
"siapa yang masak?"tanya Afgan
"disini cuma ada aku berarti aku, tidak mungkin setan bisa masak"ketus Alena
"Jadi kerumah ayahmu?"
"jadi nanti aku bisa berangkat sendiri"
"ayahmu wajah nya serem kamu ingin buat aku mati di tangan ayahmu karena putrinya kenapa kenapa"
"yaudah aku mandi dulu ,kamu lanjut makan"
Afgan melanjutkan makannya.alena selesai mandi sibuk untuk memberikan warna liptint di bibir nya
alena memakai celana selutut dengan baju ketat turun menemui Afgan.
"ayo?"
Afgan meneguk salivanya sendiri,wanita di depannya ini tidak sadar dengan pakaiannya
"Afgan ayo ,kerumah Dinta aja aku mau jalan jalan sama Dinta"
afgan berdiri berjalan duluan menuju mobil tidak mau banyak bertanya.alena hanya mengikuti langkah afgan
....
Afgan menuruti gadis sebelahnya untuk turun ke rumah Dinta yang sudah dia tunjukkan tadi
"aku nanti pulang sore ,kalau ada apa bisa telfon aku"
Alena mengangguk saja dirinya keluar mobil menemui Dinta sahabatnya
"hai din mau kemana?"tanya alena
"kau seksi sekali Alen tumben banget pakai baju ketat segini biasanya juga dirumah doang"
"hahaha aku mah bikin Afgan ilfeal aja siapa tahu dia menghindar kan dia katanya gak suka cewe seksi"
"omaygat alen bisa bisa nya Lo tolak Afgan ,Lo kan gak tau fikiran cowok kayak gimana"
"Iya tapi aku pernah denger kata ayah dia gak suka cewe yang bar bar jadi aku pakek pakaian bar bar hehehe"
"alen alen serah lo deh apa yang buat Lo seneng aja"
mereka berdua sedang berada di cafe milik dinta."ternyata cafe kamu bagus juga ya Din,gak pernah sepi"
"iya sih alen tapi kalau hari Senin biasanya lumayan sepi"
Dinta memberikan sebuah minuman blacfcoffe blukber minuman yang baru alena dengan
"minuman apa ini din"penasaran
"sedikit kopi susu dengan campuran bluberi manis mungkin campurannya terlalu banyak tapi rasanya jangan di ragukan seperti minum bullubery kopi"kekeh Dinta
alena menyerup sedikit minuman Dinta"benar sekali ini sangat enak"
"haha ini resep mamah gue sih Al ,gue juga gak tau cuma ngikut aja awalnya ragu pas di coba enak ternyata paling best seller sekarang"
alena mangut mangut
....
__ADS_1
alena dan Dinta kini berbelanja di sebuah mobil tatapan menuju ke arah mereka berdua
apalagi dengan pakaian alena yang terbilang terbuka,serta wajahnya yang cantik
beberapa orang memperhatikan wanita itu."enak banget Din bisa jalan jalan begini"
"mangkanya menikah juga bukan beban buat Lo kesenangan juga.kan Lo sekarang bisa bebas main sama gue"
"hahaha bener juga ya"
alena tersenyum kecil bisa jalan jalan dengan waktu yang panjang dari tadi pagi hingga ingin sore
biasanya Alena hanya sibuk kerja ketika hari libur Dinta yang harus kerumah alena
itupun untuk keluar sangat lah susah ternyata benar kata mama nya Alena.
"habis ini kita harus pulang Alen"
"yah baru jam segini"
"gue ada urusan Al, lagian nanti kalau suami Lo kerumah gue tapi Lo nya gak ada kan kasian juga nunggu"
"biarin sihh"
"tega banget lo al ,awas ya surga di telapak kaki suami"
"Tapi suamiku sama azka tahun depan"
"yayaya serah lo deh gue cuman doain apa yang terbaik saja"
meski Dinta pun tidak tahu apakah sahabatnya bisa bersama Azka atau tidak
Dinta tak sengaja mendengar pembicaraan kedua orang tua Alena waktu itu
Tapi dinta tetap membuat sahabatnya ini senang tanpa berfikiran apapun
Flasback
Dinta izin untuk ketoilet dirinya tak sengaja mendengar percakapan ayah nya Alena yang tak jauh dari situ
"aku tidak akan membiarkan anakku menikah dengan anak dari seorang kriminal uang"
"baiklah,akan aku awasj putrimu itu"dari seberang telefon
"baik ,jika perlu buat Azka tidak bisa bersatu dengan Alena .supaya laki laki itu bisa melupakan putriku"
"iya pak "
Flash on
tapi kasihan juga dengan sahabatnya ini ,Azka juga terlihat sangat mencintai alena
tapi bagaimana lagi ,semua sudah takdir jodoh ada di tangan Allah
"Din gue rindu Azka"lirih alena sambil mengerucut bibir nya
"bisa gak ya gue susul dia ke jepang buat cerita semua ini"ucap alena dia tidak sanggup jika Azka tahu semuanya
"Alen kalian berdua sama sama sakit ,tapi azka laki laki kuat gue yakin azka akan menerima semuanya"
"tidak mungkin dinta,kamu tahukan azka seperti apa dia gak mungkin mau kehilangan aku"
__ADS_1
senyum tipis terdapat pada wajah Dinta kasihan sekali azka dan alena terjebak dengan cinta yang tidak bisa menyatu
"baiklah aku doa kan yang terbaik saja"