
"Ayah"panggil Alena tersenyum
danuar menoleh melihat istri dan anaknya sedang mendekat ke arahnya.danur tersenyum menyuruh keluarganya untuk masuk ke dalam ruangannya
"aku bawakan makan yah"
"makasih buk"
danuar menatap Alena"tumben sekali putri ayah mau menjenguk ayah, aku kira putri ayah lupa sama ayah"kekeh danuar
"gak lah kalian kan orang tua aku ,aku mau ketemu sama Dinta ya ayah sama ibu di sini nanti kalau ibu mau pulang Alena telfon ya"Anita mengangguk
"Alena sudah tahu tentang Azka yah"seru Anita saat melihat Alena sudah tidak ada di ruangan
danuar tersenyum kecut"aku bukan tidak mau merestui hubungan putriku dengan Azka tapi aku tidak mau anak kita satu satunya dalam bahaya buk syukurlah kalau Alena mengetahui beberapa yang bisa membuat dirinya jauh dari Azka"
Anita mengangguk berharap putrinya bisa berbahagia dengan perjodohan yang di berikan danuar
Alena memeluk Dinta yang sedang duduk menghadap laptop
"astaghfirullah Alen bikinn gue kaget tau nggak aku lagi ngerjain file"
Alena terkekeh dirinya menyeret kursi untuk duduk samping Dinta melihat apa yang di kerjakan sahabatnya ini
"mana aku bantuin"
"eh eh gausa di sini aku kerja alen ,lihat tuh cctv gue gak mau di marahi atasan gara gara Lo yang ngerjain tugas ini"
Alena cemberut "yaudah deh kalau gitu"
Dinta mengehentikan pekerjaan nya sebentar menoleh ke arah Alena"lagi ketemu sama ayah mu?"
"Iya sekalian nganterin makan buat ayah tadi aku kesini sama ibu"Dinta mengangguk
"gimana kalau kita beli cemilan nanti ke sini lagi sambil ngobrol ngobrol gitu"Alena mengangguk
"tapi tugas kamu gimana?"
"gampang mah ini tinggal 10 menit udah selesai"
"habis ketemu sama pacar seneng banget"Alena baru saja menginjak langkahnya masuk ke dalam rumah mendapat semburan dari Afgan
Alena mendekat ke arah Afgan"kalau iya kenapa?"
"gakpapa cuma mau ingetin aja udah punya suami malu malu in kalau ketahuan orang malem malem ketemu sama laki laki lain . bagaimana kata karyawan aku jika tahu istri dari anak pemilik perusahaan sedang berjalan dengan laki laki lain"kekeh Afgan
__ADS_1
"bisa gak gausa bahas pacar terus"
"gakpapa ,cuma iri aja pacar kamu udah dapetin semuanya dari kamu sedangkan aku yang sudah sah menjadi suamimu tidak pendapat kan apapun"
"apa yang kamu maksud Afgan"
Afgan berdiri tersenyum memegang dagu Alena"aku menginginkan tubuhmu Alena ,aku tidak kuat setiap hari harus menahan hasratku yang begitu mengebu ngebu"
Alena menatap lekat Afgan"aku belum siap jangan paksa aku"
"kenapa Alena?apa yang membuatmu belum siap dengan semuanya aku adalah suamimu.sedangkan pacarmu yang belum halalpun sudah merasakan tubuhmu"
Alena diam "jawab aku Alena"
"aku mau tubuhmu sekarang Alena aku sudah tidak tahan aku setiap hari harus berusaha bertahan dengan hasrat ku"
siapa yang akan tahan dengan tubuh putih mulus Alena bahkan setiap hari Afgan harus menahan hasratnya karena Alena memang sengaja memakai pakaian yang seksi seksi sekali
Afgan tahu tujuan awal gadis itu agar dirinya risi dengannya tapi tidak sama sekali hal itu memicu hasrat Afgan untuk meminta tubuhnya
Afgan setiap hari harus menahan semuanya.ahh sungguh Alena membuatku seperti orang bodoh
"aku sudah bekasan Afgan"
"tidak masalah aku mencintaimu dengan tulus aku tidak peduli masa lalumu sekarang ayo kita lakukan"Afgan mulai mendekatkan badannya pada Alena
"kenapa?aku sudah bilang aku menerimamu apa adanya Alena"
"aku belum siap?"
"Sampai kapan kamu siap untuk melakukan semuanya aku tidak tahan menunggu.tubuhmu sangat menggodaku setiap hari aku selalu berusaha untuk tidak menyentuh mu tapi aku tidak bisa.apa karena kamu masih cinta sama pacarmu itu hingga menolakku"
Afgan menatap Alena yang hanya diam .Afgan mundur dirinya mengambil kunci mobil lalu pergi ke luar rumah
Alena duduk hatinya sedikit sakit dirinya belum siap melakukan hubungan yang Afgan maksud kenapa Afgan selalu memaksa dirinya
hati Alena masih bimbang dirinya takut Afgan akan bermain wanita nanti jika Alena sudah memberikan hak nya,
.....
"Afgan Lo kerja hari ini?"tanya erdin pada Afgan karena tadi malam dirinya menginap di rumah temannya
"laptop gue di rumah.besok gue kerja setelah ini gue mau pulang kepala gue sedikit pusing"
"hahaha mungkin butuh semangat dari istri Alena yang cantik membahana"
__ADS_1
"berhenti berkata seperti itu erdin jika tidak pangkat Lo gue turun kan besok"membuat senyum erdin pudar mendapat ancaman Afgan
"gue heran sama Lo sukanya ngancem Mulu udah nikah gak berubah berubah apa jangan jangan belum di kasih jatah nih"goda erdin
"gue pulang dulu ,terima kasih tumpangan tidurnya"
"yaelah baperan amat sih bos bos yaudah hati hati dadaaaa"seru erdin melambaikan tangan pada Afgan
Afgan menarik nafas saat melihat Alena yang tertidur di sofa beberapa saat gadis itu bangun mendekat suara langkah kaki di dalam rumah
"habis kemana kok gak pulang?"
"ke rumah erdin"
Alena mengangguk lalu berdiri menuju ke kamar untuk menyiapkan kemeja Afgan
Setelah itu turun mendekat ke arah Afgan"aku sudah siapkan kemeja kantor "
Afgan menatap Alena"aku libur besok baru ke kantor kepala ku pusing"
"mau aku ambilkan obat?"
"tidak usah aku bisa membeli obat sendiri"Alena menarik nafas ternyata sisi Afgan sedikit suka marah begini
alena bersikekeh untuk mengambil obat sakit kepala .dirinya selalu menyiapkan beberapa obat di rumah nya berjaga jaga jika sakit mendadak
Alena membawa obat sakit kepala dan air putih di gelas meletakkan nya di depan Afgan duduk sambil menatap laptop
"minum obat dulu berhenti main laptopnya lanjutin nanti kalau sudah sembuh"perintah Alena yang tidak mendapat jawaban dari Afgan
"ayo Afgan minum obat dulu"
Afgan menatap Alena sekejap lalu fokus pada arah laptop di depannya"aku sudah sembuh ,lebih baik urusi dirimu sendiri"
"kenapa susah banget sih aku cuma nyuruh kamu minum obat susah banget di bilanginnya"
"berhenti baik sama aku alena.kamu saja tidak menganggap aku"sentak Afgan membuat Alena terdiam langsung
niatnya hanya ingin memberikan obat pada Afgan supaya sembuh.tapi mendapat bentakan yang tidak pernah Alena lihat
Alena ingin sekali menangis mendapat bentakan dari Afgan dirinya tidak pernah di bentak selain oleh ayahnya
Alena berdiri dirinya melenggang pergi dari hadapan Afgan
"Siall"seru Afgan kelepasan dirinya sedang sedikit kecewa dengan Alena yang menolak nya untuk di sentuh padahal Afgan tidak pernah melakukan kesalahan apapun dengan nya
__ADS_1
mungkin Alena masih mencintai mantannya yang bernama azka.afgan menutup laptopnya dirinya mencuci muka untuk meredakan emosinya
hatinya sakit ketika Alena selalu menolaknya dirinya hanya ingin Alena supaya tidak di miliki siapapun .dirinya takut kehilangan wanita untuk kedua kalinya.terdengar egois tapi inilah kenyataan