
ππππππππ
"Aa nih, suka cerita ceritain Bubu ke perempuan lain, pegang pegang perempuan lain, deket sama sama perempuan lain, kesel!" jawab Shena yang membuat semua yang ada dalam ruangan tersebut terlonjak kaget.
Dua perawat, satu dokter dan sudah pasti Fajar kini menatap ke arah Shena semua, ia yang sadar sedang menjadi pusat perhatian pun bingung sendiri.
"Apa? Shena salah?" tanyanya yang mulai merasa tak enak hati.
"Kamu keliru mengertikan pertanyaan dokter, Sayang," jawab Fajar pada istrinya.
"Enggak, Bu dokter tanya apa aku punya keluhan 'kan? dan sekarang aku sedang mengeluarkan semua keluhanku tentangmu, Pak SUAMI!" tegas si wanita cantik itu dengan penuh penekanan di akhir kalimat.
"Iya, tapi bukan keluhan itu, melainkan tentang rasa sakit yang kamu rasakan akhir akhir ini," jelas Fajar yang bingung sendiri harus bagaimana mengartikannya lagi karna Shena punya jalur pikirannya sendiri.
"Oh, sakit? ini yang sakit Aa, lebih tepatnya sesak," jawab Shena sambil mengusap dadanya sendiri.
Sumpah Demi apapun Fajar gemas bercampur malu karna Shena mengutarakan isi hatinya di depan dokter dan dua perawat yang kini sedang senyum senyum penuh arti, pasti yang ada di pikiran tiga wanita itu jika adalah suami yang tukang selingkuh .
"Dok, langsung USG saja," titah Fajar yang tak akan beres jika harus melakukan sesi tanya jawab sebab akan melantur jauh kemana-mana.
__ADS_1
"Baik, Tuan."
Dua perawat yang ada di dalam ruangan tersebut langsung menyiapkan alat alat yang di perlukan, sedang kan dokter meminta Shena untuk berbaring di ranjang pasien, Fajar tentu tak tinggal diam ia juga ikut bangun karna Shena pasti ketakutan.
Kedua tangan pasangan suami istri tersebut kini saling menggenggam sebab ini baru pertama kalinya untuk Shena.
Dokter yang hendak menyingkap baju atasan wanita itupun di tepistepis, padahal jelas sudah meminta izin sebelumnya.
"Sayang, dokter mau periksa dulu sebentar," ucap Fajar.
"Iya, aku tahu A'," jawab Shena yang langsung membuat suaminya mengernyit kan dahi.
"Lalu? kenapa?"
Dokter dan perawat yang sedari tadi gemas dengah perdebatan pasangan itu pun tak kuasa menahan tawa, ketiganya mengalihkan wajah mereka agar tak terlihat oleh Tuan dan Nona muda Rahardian tersebut.
Sedangkan Fajar rasanya ingin tenggelam ke dasar lautan saking malunya dengan kejujuran perasaan yang Shena rasakan.
"Kan tadi mual dan muntah, jadi yang di periksa perut, Ok."
__ADS_1
"Hem, Ok," jawabnya yang langsung paham.
Pikir Fajar, dengan langsung memeriksa semua akan aman nyatanya sang istri masih tetap melayangkan protesnya.
Shena yang kembali tenang asal ada suaminya pun diam saja saat atasan bajunya di singkap lagi, kini perut rata itu terlihat jelas oleh orang orang di dalam ruangan yang untungnya hanya ada Fajar saja yang laki-laki.
Salah satu perawat yang kini sudah menuangkan gel pun membuat Shena bergerak kaget bercampur geli.
"Kenapa?" tanya Fajar takut istrinya tak nyaman.
"Hem, enggak. Itu apa putih putih? kok dingin banget?" tanya Shena namun di jawab oleh dokter sambil tersenyum di balik maskernya.
"Ini adalah ultrasound gel , Nona. Berfungsi untukΒ membantu memperjelas suara objek yang di periksa sehingga memudahkan untuk mendeteksi melalui alat USG," jelas dokter yang pastinya kurang di pahami oleh Shena sebab terbukti jika kini ia malah bisik bisik pada suaminya.
"Apa?" tanya Fajar yang perasaannya semakin tak enak.
.
.
__ADS_1
.
Rasanya kaya punya Aa tapi anget, kalau yang ini dingin..